Cerpen Islami
Kumpulan Cerpen Islami yang diurutkan mulai dari Cerpen Islami yang paling baru hingga Cerpen Islami yang terlama. Pilih juga Cerpen Islami di halaman selanjutnya, silahkan beri komentar pada Cerpen Islami yang anda baca55: Cerpen Islami-Labirin Kehidupan
Aku memandang lajur-lajur semak labirin ini bingung, terperangkap dalam kesendirian dan sepi. Aku tahu aku harus menyelesaikan labirin ini jika ingin keluar. Perlahan aku berjalan lurus, berhati-hati menapaki tanah, berdasarkan tuntunan aku hanya perlu berjalan lurus.
56: Cerpen Islami-Pacaran? Ta'aruf kali!
"aku, juga mencintai kamu tapi kamu mau menerima aku apa adanya kan?"
"tentu saja"
""begini za seharusnya kamu tahu karakter ku aku sangat mencintai agama ku dan maaf bukannya aku tidak menghargai usahamu tapi bukankah pacaran dalam islam itu dilarang!"
"jadi kamu tidak menerima ku?"
"bukan begitu lebih baik kita ta'aruf saja"
"maksudnya apa HTS?"
"bukan sedikit berbeda ta'aruf adalah perkenalan sebelum menikah jadi kita saling mengenal satu sama lain baik kekurangan pada diri kita, kelebihan orang tua kita, dan kita harus mengucapkan secara jujur. bukan ajang maksiat seperti pacaran." mendengar kata-kataku dia terdiam mungkin ada sedikit kekecewaan di hatinya.
"tentu saja"
""begini za seharusnya kamu tahu karakter ku aku sangat mencintai agama ku dan maaf bukannya aku tidak menghargai usahamu tapi bukankah pacaran dalam islam itu dilarang!"
"jadi kamu tidak menerima ku?"
"bukan begitu lebih baik kita ta'aruf saja"
"maksudnya apa HTS?"
"bukan sedikit berbeda ta'aruf adalah perkenalan sebelum menikah jadi kita saling mengenal satu sama lain baik kekurangan pada diri kita, kelebihan orang tua kita, dan kita harus mengucapkan secara jujur. bukan ajang maksiat seperti pacaran." mendengar kata-kataku dia terdiam mungkin ada sedikit kekecewaan di hatinya.
57: Cerpen Islami-Lebih baik Mencintai Ilahi dari pada Mencintainya
“kok bengong?”
“apa? Wa’alaikumsalam! Sorry aku lagi ada masalah!”
“aku sudah tahu dari Firda dia berselingkuh kan?”
“iya yi dia udah menkhianati aku!”mulutku mengisak dan mataku menangis.
“Terus kenapa kamu menangis seharusnya kamu tegar dan kamu harusnya senang?” “maksud kamu apa kamu seneng aku sedih!”
“tahan emosi kamu dengerin aku dulu dong didunia ini siapa yang paling kamu cintai jujur saja”
“aku memang masih mencintai pengkhianat itu yi!”
“oh, begitu jadi kau lebih mencintainya dari pada mencintai Allah, Rasulullah, ibumu, ibumu, ibumu untuk kedua kalinya(kita harus tiga kali mencintai ibu dari pada ayah)dan ayahmu.?”
“maksud kamu?”
“begini erna kamu boleh mencintai yang lain selain Allah tapi jangan terlalu menyayangi yang lain kamu udah di mabuk syahwat na!”
“lalu bagaimana caranya aku mencintaiNya? Aku selalu meninggalkan perintahNya dan menjalani laranganNya?”
“jangan berputus asa. Lebih baik mulai sekarang kau memakai jilbab, membatasi pergaulan dengan laki-laki, mengerjakkan solat baik fardu atau jika kau sanggup kerjakanlah yang sunnah jangan bolong-bolong ya kamu pasti bias mencintai Allah dari pada mencintai Doni!” perkataan Muhyi membuat dingin kepala dan menyejukkan hatiku. Keputusan ku sudah bulat mulai besok jika aku keluar rumah atau ke sekolah aku akan berjilbab, dan aku akan melaksanakan saran Muhyi. MencintaiNya? OK! Mencintai Doni? No way!
“apa? Wa’alaikumsalam! Sorry aku lagi ada masalah!”
“aku sudah tahu dari Firda dia berselingkuh kan?”
“iya yi dia udah menkhianati aku!”mulutku mengisak dan mataku menangis.
“Terus kenapa kamu menangis seharusnya kamu tegar dan kamu harusnya senang?” “maksud kamu apa kamu seneng aku sedih!”
“tahan emosi kamu dengerin aku dulu dong didunia ini siapa yang paling kamu cintai jujur saja”
“aku memang masih mencintai pengkhianat itu yi!”
“oh, begitu jadi kau lebih mencintainya dari pada mencintai Allah, Rasulullah, ibumu, ibumu, ibumu untuk kedua kalinya(kita harus tiga kali mencintai ibu dari pada ayah)dan ayahmu.?”
“maksud kamu?”
“begini erna kamu boleh mencintai yang lain selain Allah tapi jangan terlalu menyayangi yang lain kamu udah di mabuk syahwat na!”
“lalu bagaimana caranya aku mencintaiNya? Aku selalu meninggalkan perintahNya dan menjalani laranganNya?”
“jangan berputus asa. Lebih baik mulai sekarang kau memakai jilbab, membatasi pergaulan dengan laki-laki, mengerjakkan solat baik fardu atau jika kau sanggup kerjakanlah yang sunnah jangan bolong-bolong ya kamu pasti bias mencintai Allah dari pada mencintai Doni!” perkataan Muhyi membuat dingin kepala dan menyejukkan hatiku. Keputusan ku sudah bulat mulai besok jika aku keluar rumah atau ke sekolah aku akan berjilbab, dan aku akan melaksanakan saran Muhyi. MencintaiNya? OK! Mencintai Doni? No way!
58: Cerpen Islami-Jin Muslim dan Jin Kristen
walaupun berbeda Agama dan sering bertengkar tapi mereka termasuk jin yang cerdas, jin muslim sudah hafal Al-Quran dan selalu mengerjakkan solat wajib, bahkan tidak jarang dia mengerjakan yang sunnah.
Demikian dengan Jin Kristen setiap hari dia selalu membaca Alkitab dan rajin beribadah ke Gereja. mereka pun selalu mengingatkan manusia jika manusia lalai beribadah.
"Dasar Jin Kafir! Ngapain lo disini?"
"Ya suka-suka aku dong gak usah nge-gas!"
"gue neg ngeliat lo. gue mau main ke rumah manusia dari pada gue tambah neg!"
"Ye..ye..ye situ OK?"
Demikian dengan Jin Kristen setiap hari dia selalu membaca Alkitab dan rajin beribadah ke Gereja. mereka pun selalu mengingatkan manusia jika manusia lalai beribadah.
"Dasar Jin Kafir! Ngapain lo disini?"
"Ya suka-suka aku dong gak usah nge-gas!"
"gue neg ngeliat lo. gue mau main ke rumah manusia dari pada gue tambah neg!"
"Ye..ye..ye situ OK?"
59: Cerpen Islami-Aku dan Antonku
Aku. Aku seorang remaja putri, berusia 15 tahun. Usia yang sangat rawan dengan berbagai godaan, baik dari teman-teman sepermainan, dari teman-teman di sekolah, maupun dari lingkungan tempa
60: Cerpen Islami-dan takdir berbicara lain
INDONESIA,2000 Ali,kini telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang makin tampan. Pribadinya mlai menunjukkan bahwa dia sudah memasuki umur dewasa. Jenjang sekolah aliyah juga sudah dia lalui. Tap
Page 10 of 17
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13] [14] [15] [16] [17]






