CERPEN : Uang untuk Anita
| Print Cerpen
Posting cerpen by: Annisa Nur
Total cerpen di baca: 1604
Total kata dlm cerpen: 1116
Tanggal cerpen diinput: Sat, 23 Jan 2010 Jam cerpen diinput: 7:31 PM
0 Komentar cerpen
NAMAKU SARAH. Aku bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah – sebuah asrama untuk putri setingkat SD. Aku juga punya teman. Namanya Anita. Dia baik dan orangnya enak diajak ngobrol.Suatu hari, Anita sakit. Ia selalu mengeluh pusing setiap lima menit sekali dan pernah sekali, ia mimisan. Bu Aisyah, pengurus asrama yang terkenal dengan kue coklat buatannya, langsung membawa Anita ke rumah sakit yang tidak jauh dari situ.Pada hari Sabtu, sorenya anak-anak di asrama itu boleh pulang. Kami masuk lagi hari Senin yang akan datang. Pada hari Minggu, aku, Khumaira, Nisa, Fatimah, dan yang lainnya sepakat menjenguk Anita.“Buat pesta kejutan Anita. Anggap saja sekarang ulang tahunnya,” kata Khumaira beralasan, karena dia yang pertama memberikan usul.Nah, pada hari Minggu siang itu kami semua datang – lengkap dengan bingkisan kecil untuk Anita. Aku memberikan dia jeruk mandarin yang baru dibeli di pasar buah,, yang lain juga membawa sesuatu, tetapi lebih banyak buah. Hanya Khumaira yang tidak membawa apa-apa. Ia hanya membawa sekotak kue cokelat titipan Bu Aisyah. “Assalamu’alaikum,”panggil kami serempak.“Wa’alaikum salam. Siapa?” jawab Anita dibalik pintu.“Teman-temanmu yang cantik dan baik hati, dong!” canda Fatimah. Yang lain tergelak.“Masuk!”Begitu aku membuka pintu, aku melihat Anita berbaring di tempat tidur tanpa jilbabnya sambil berusaha memakan ‘sesuatu’ di dalam mangkuk rumah sakit. Melihat makanan itu membuatku berpaling. Aku tidak tahu itu makanan apa, tapi pasti tidak terlalu enak.“Kalian,” gumam Anita bahagia, wajahnya yang pucat mulai bercahaya.Belum sempat aku dan yang lain membalas, aku mendengar sesuatu dari ruang sebelah, atau dari mana pun yang pastinya tidak jauh dari sini. Kudengarkan dengan cermat. Aku menangkap kata “membayar”, “per hari”, “mahal”, “tidak sanggup”, “terserah”, dan kata lainnya yang kurang jelas. Sebenarnya, hanya aku yang sempat mendengar percakapan itu. Dari situ, aku langsung bisa menarik kesimpulan.Orang tua Anita kesulitan biaya rawat inap untuk Anita.Aku berkeinginan membantu. Tetapi apa? Aku baru 11 tahun dan belum tahu harus memulai dari mana.Maka, setelah kunjungan kami selesai, aku langsung mengumpulkan teman-temanku. Semuanya bersedia berkumpul lagi di dekat mushola rumah sakit. Kecuali Fatimah, karena terlanjur memanggil becak dan pulang ke rumahnya sendiri.“Ada apa, Sar?” tanya Nisa heran. “ Begini, teman-teman. Tadi aku dengar di rumah sakit, tentang biaya Anita untuk berobat yang mahal, dan orang tua Anita tidak membayarnya. Aku mau kita menolongnya. Ada yang punya ide?”Selama 5 detik terjadi keheningan total.“Kita menyumbang saja!” usul Khumaira.“Iya, tapi uangnya dari mana? Kita tidak mungkin memberatkan orang tua kita, bukan?” sanggah Lulu.Keheningan selama lima detik lagi.“Uangnya dari hasil berjualan saja! Apa yang bisa kita buat, lalu kita jual. Uangnya kita berikan untuk Anita,” Lili – kembarannya Lulu – meneruskan ide Khumaira, walau sebetulnya tidak yakin apakah Khumaira berpikir sampai ke situ.“Nah, itu baru ide yang bagus! Yuk, pulang!” ajakku. Kami semua akhirnya pulang. Ya, dengan kendaraan masing-masing. "SARAH, SINI!" panggil Fatimah riang. Aku kira dia akan menyampaikan padaku bahwa dia sudah menemukan barang apa yang dia sumbang, tetapi aku sadar, Fatimah tidak ikut ‘rapat kecil’ kami kemarin.“Aku ingin membantu ini,” katanya senang sambil menunjukkan lukisan-lukisannya yang dibingkai pigura cokelat.“Dari mana kamu tahu?” tanyaku, antara senang dan heran sekaligus.“Dari Lili,” ujarnya, masih berseri-seri. Wajahnya persis bunga lili di musim semi. “Dia yang kasih tahu aku…”Tiiba-tiba aku teringat sesuatu.“Bukannya di daerah asrama ini tidak boleh berjualan, ya?” tegasku. Aku melirik tata tertib di dinding. Di mana pun kami berada, tata tertib itu selalu terpasang. Bu Aisyah memang sangat disiplin.“Aku akan menitip ini ke temanku yang sering berjualan koran di pinggir jalan setiap pagi,” Fatimah mengangkat bahu. Paling tidak senyumnya hampir lenyap. “Hasilnya aku bagi 3. 0, 3 untuk dia, 0, 6 untuk kuberikan pada Anita,” ia mengerut ketika mengucapkan kata ‘Anita’. Anita adalah nama kucingnya sewaktu berumur 5 tahun. Sekarang ia kelihatan menyesal memberi nama itu.“Kuharap yang lain juga melakukan seperti itu,” harapku. Aku sendiri menitipkan es serut buatan ibuku di warung Mbok Ina. Es serut itu pasti laku di cuaca yang panas ini. Hasil penjualannya akan diberikan kepadaku di sela-sela antara sebelum waktu wudhu shalat Zuhur. <"SARAH, LIHAT!" seru Nisa padaku. Ditangannya tergenggam bertumpuk-tumpuk uang 20.000-an. “Aku dapat honor untuk cerpen yang kukirim. Ini untuk Anita,” ia menyorongkan semua itu padaku. “Terima kasih,” kataku, lalu menyatukan uang itu dengan lembaran-lembaran uang seribuan yang lebih tebal dari tumpukan uang Nisa. “Ini uang hasil penjualan lukisanku, Sar!” kata Fatimah tiba-tiba, menyerahkan lima lembar sepuluh ribuan “Aku juga!” seru Lili dan Lulu kompak, mengacungkan amplop yang tebal dan berbau uang.Setelah uang yang terkumpul cukup banyak, aku memutuskan untuk memberikan uang itu untuk Anita. Bu Aisyah pasti mengizinkan kami keluar menjenguk Anita. Lagi pula, sekarang rencananya para pengurus asrama akan menjenguk Anita. 'ASSALAMU'ALAIKUM!" aku mengetuk-ngetuk pintu kamar Anita. Tidak ada yang menjawab atau membuka pintu. “Assalamu’alaikum!”Kali ini ibu Anita membuka pintu. Mukanya ceria begitu melihat kami, padahal sempat aku lihat ada lingkaran gelap di bawah matanya.“Wa’alaikum salam,” jawab ibu Anita. Mereka mempersilahkan kami masuk. Hari ini sepi, belum ada sanak saudara yang datang. Kami semua masuk hingga kupikir pintunya pasti jebol karena kebanyakan teman-temanku gendut-gendut. Untung para pengurus asrama rata-rata kurus!“Ini untuk biaya pengobatan Anita,” aku maju, memberikan segepok uang kepada ibu Anita. Matanya berkaca-kaca sebelum akhirnya menerima uang kami. “Saya tidak bisa menerimanya, Nak,” ibu Anita menggeleng, lalu menyerahkan uang itu kembali. Aku menahannya.“Itu hak Ibu. Kami mengumpulkannya dari hasil berjualan, jadi kami nggak merasa dirugikan.” “Ayo, Bu! Terima saja!” ujar Fatimah dan yang lainnya. Sempat kulihat Anita membuka matanya, menyipit, lalu kembali tertidur.“Terima kasih, Nak. Kalian benar-benar anak yang baik,” ujar ibu Anita terharu. SEMINGGU KEMUDIAN, Anita menjalani operasi. Kami tidak tahu Anita menderita penyakit apa atau operasi apa yang dijalaninya. Kami hanya bisa berdoa dalam hati. Menurut kabar yang kami dengar, operasinya sempat tidak berhasil. Itu berarti, Anita akan meninggal. Tetapi, ajaib! Menjelang detik-detik terakhir, tiba-tiba alat penunjuk detak jantung (apa sih namanya?) menunjukkan jantungnya kembali berdetak, padahal tadi hanya segaris. Para dokter menganggap ini keajaiban medis.Apa kami tetap menghentikan usaha menolong Anita itu (menjual apa yang mungkin bisa kami jual dan uangnya untuk menolong Anita)? Tidak. Kami tetap melakukannya, untuk menolong pasien di rumah sakit yang mengalami kesulitan biaya. Peristiwa Anita telah membuka mata hati kami untuk menolong sesama.
Populerkan, simpan atau kirim cerpen ini :
TAG-CERPEN.NET
gerimis hamil Kedua pada pensil cerpen islami CERPEN ROMANTIS nembak agus motivasi sumber sumber motivasi anak-anak seno gumira Poligami PutuWijaya Cinta Atas PerahuCadik Dilarang JatuhCinta Bidadari Mengambil Mata Saya Surat dalam Hujan lucu KKN LURAH humaor obama becak tukang taman cinta remaja abg CINTA ibrahim perempuan rohyati sofyan cerpen cinta cerpen dewasa sepak bola SELAMAT TINGGAL DAN SELAMAT DATANG CITA-CITA DINDA kamera lomo lomografi wanita cinta semarga nasir mujahid GERIMIS LANJUTAN barzakh ngobrolkosong Dunia tragedi Pencuri Motivasi Aborsi cerpen romantis SalahJatuhCinta Bersama Bintang Mencuri tobat karma islam OJEK TAK ADA KABUT CINTA Islami setan gerhana cikal tangsel cerpen.mimpi kerinduan kesucianku jatuh cinta wartawan idealis guru idealis SINABUNG hm... Maulana Akbar alias Abel Purple-niz Lenny Yulia pembunuhan orcan brother sahabat Cerpen komedi apes bunda pengorbanan It's a great one... fairy 123456 444 Rey Menunggu pelangi Tito balap Tami mama ayah motor Hugo rumah sakit love blind tens hurt memoriam --> mas ohed stres... download novel pemuja rahasia secreet admirer kuliah romantis puisi bunga muslimah cina jilbab airmata CERITA KEHIDUPAN (Cerpen ini kupersembahkan untuk seorang teman yang sedang bergulat melawan perihnya kehidupan bersama anak-anaknya setelah perceraian dengan suaminya). Maju terus!Tetap semangat! adesuryatii@blogspot.com http://karimahcentre.blogspot.com/ - Rahasia Cerita Hari Ini Penuh Makna suatu hari hidupku dawn felicity gwynedd east bay cerpen remaja cerpen cinta cerpen dewasa cintaku di bumi madinah cerpen abah abah cerpen cerpen bilik mayat cerpen cerpen islami cerpen remaja cermen gaul cerita remaja dan cinta cerita kehidupan Renungan mengharukan semangat ungu dreaming vs action stop dreaming start action firmansyaharia1982 catatan larung misteri... Ungu POEM ibu lily alya Arina Jangan Pergi ! www.facebook/saifulbahri@rome.com qqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqq Dhea Tamara Short Story hati hari-hari bahagia hikmah aku cinta dan kepedihan mohpn dikomentari.. Thx.. cinta terpendam Suka Sayang Cinta kasih Diculik? Mau dong! Langit Gelap dan Cahaya (4) Gelap dan Cahaya (1) Gelap dan Cahaya (2) Gelap dan Cahaya (3) Gelap dan Cahaya (5) Gelap dan Cahaya (6) Gelap dan Cahaya (7) Gelap dan Cahaya (8) Gelap dan Cahaya (9) End Gelap dan Cahaya (10) Extra Labirin Hidup Jasmine langit Kabut dan Kamu www.mediasastra.com www.mediasastraindonesia.net lover you pelajar dukun comment please! cerpen anak cerpen islam cerita misteri cerita detektif cerpen lucu cerpen humor cerpen anak muslim mayat cerpen humor love junkies saatnya hatiku pulang tertinggal hutan petualangan Aku Langit Asu Johanes Koen Prosa Romantis. Cerpen Cinta Cerpen Motivasi cerpen sains cerpen horor cerpen sadending cergam Janji Malu Tapi Mau Radioppidunia Remaja Giselle 1 hati 3 cinta part 1 1 hati 3 cinta part 2 semua awal asti ada akhirnya. sebelum semua berakhir jangan pernah menyianyiakan setiap kesempatan yang kita miliki. Story kelas Malaikat Putih sakit jiwa patah hati Love the hard way ceepen cerpenafil.blogspot.com alter ego kepribadian ganda polisi psycho pembunuh Teman-teman baca cerpen Misfah Romansa di Tebing Pelangi baik Luka cerpenku kesalahan bertingkat permainan palsu Baca cerpen terbaruku : Bandara Cinta Noella by Misfah Khairina love you... jurnal jati diri cinta sejati gadis bisu Caleg Gagal misteri jerambah beringen lubay thriller samantha Ali Reza sayembara Baca cerpen Misfah yg baru ya : School of Horror Remaja. cerita romantis ali reza hujan aku penyegel fantasi genocode Cerpen Islami Perenungan Qada dan Qadar online cerita yang cukup menginspirasi cerita cewek manis gw ga mawu jadi jomblo teru tsunami banda aceh yogyakarta Cerpen Ali Rofi miftahul amin bernafas untuk Liana pesta perkawinan Venia cerita anak Wandi giande Cinta Pertama Tak cukup hanya cinta Melepasmu Gadis kecil dalam bus cerpen ku Derita Cinta Mamaku - idiot - down syndrome malta ikanova fino kisah penyendiri cinta penyendiri keputusan hati PENYESALAN Cerpenku Masa remajaku hilang alex lagu musik percy guru cinta remaja cinta romantis eiji kirei dongeng ?? Salah paham Pernikahanku Hampa cerita cinta Dia dan musik (last) dia dan musik (8) dia dan musik (7) dia dan musik (6) dia dan musik (5) dia dan musik (4) dia dan musik (1 2 3) cerita remaja diet Pesan untuk untuk cintaku Bahagia Arbi Tak Ada Cinta di Pantai cermin Bidadari Negeri Bunian korupsi bla bla bla HEYREN sebuah harapan jiwa soul Shandy anak cerpennet surat 1000 free gratis soFY Merry cerita menyedihkan dan mengasikkan 1 kuhapus airmataku dengan kartu undangan ditanganku.hatiku bertanya akankah kurasakan lagi ini setelah aku menikah? SMP ulang tahun perpustakaan kutu buku dikucilkan Suara Hati Kenyataan Pahit Yang Harus DiHadapi exited Siswa Baru Itu... Kebahagiaan Yang Sirna di Taman Sorga igau desember cerpen desember 6 DASAR HEP- (OVI) HELP ME (OVI) PARADISE (OVI) KEMATIAN amry sahabat pelit cerpen cinta chicha hilang ingatan just title Lanjutan part 1 .. Part 1 .. sahabat pelit (part 2) Tawuran menunggu sastra ekonomi januari Aku hidup untuk kedua kalinya Cinta Perlu Dikatakan cinta takan pergi pertemanan Light novel moe sci-fi drama detektif Solitude bus kota cerpen kehidupan hantu inspirasi jurang karyawan kebakaran kecelakaan keluarga kecil PHK sopir cerpen bersambung cinta jarak jauh kisah asmara konflik perpisahan Arthur Samuel odi shalahuddin Terry odi Shalahuddin Odi Shalahuddin gw Karma sekar ayu Film dokumenter film dokumenter smpn 10 jakarta vampire the maine lucia rion Laki-Laki Jatuh Cinta story perang mimpi pancoran When you love someone family father Cerita bersambung EeEmMhHhh..... ....................????????? lima november cerita cinta remaja langkah begitu menyakitkan cerpen motivasi cerita serem banget + lucu Dhea Tamara's Short Story POLAROID gila shevanna andi naya Senyum Terakhir Kak Didot Pertanyaan di Benak Lyra hantu dalam sumur yanah Semangat Sosial MIRZA foto seksi Sahabat Selamanya princes Rasa itu tiba-tiba saja hadir menghampiri hatiku “aduuuuuuuuuuuuuh ayah kaki oit kaki oit terjepit” ayah yang mendengar suara itu langung melihat kebelakang ternyata Oit anakkuTentang Penulis Cerpen
LIHAT CERPEN Annisa Nur YANG LAIN
Rating: Not yet rated
Comments 
No comments posted.
Add Comment
Untuk memperindah dan mempercantik blog/web kamu maka silahkan pasang kode di bawah, untuk menampilkan gambar animasi keci ini dan mempermudah oranglain untuk memasukkan cerpen mu yang ditulis di blog/webmu ke Cerpen.net
Copy This code below, Paste in to your web/blog





