WELCOME Guest

| RSS

CERPEN.NET, kumpulan cerpen, tempat membaca cerpen, menulis cerpen online dan apresiasi kumpulan CERPEN
Teras Cerpen.net | Tulis Cerpen | Cerpen Terbaru | Contact Cerpen.net | Login to Cerpen.Net | Register To Cerpen.net | Members Cerpen.net
Mau Pasang Iklan di Cerpen.Net..? Silahkan Contact Admin atau kirim SMS ke 0852 391 89 333

CERPEN : Uang untuk Anita

| Print Cerpen
Posting cerpen by: Annisa Nur
Total cerpen di baca: 1604
Total kata dlm cerpen: 1116
Tanggal cerpen diinput: Sat, 23 Jan 2010 Jam cerpen diinput: 7:31 PM
0 Komentar cerpen

NAMAKU SARAH. Aku bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah – sebuah asrama untuk putri setingkat SD. Aku juga punya teman. Namanya Anita. Dia baik dan orangnya enak diajak ngobrol.Suatu hari, Anita sakit. Ia selalu mengeluh pusing setiap lima menit sekali dan pernah sekali, ia mimisan. Bu Aisyah, pengurus asrama yang terkenal dengan kue coklat buatannya, langsung membawa Anita ke rumah sakit yang tidak jauh dari situ.Pada hari Sabtu, sorenya anak-anak di asrama itu boleh pulang. Kami masuk lagi hari Senin yang akan datang. Pada hari Minggu, aku, Khumaira, Nisa, Fatimah, dan yang lainnya sepakat menjenguk Anita.“Buat pesta kejutan Anita. Anggap saja sekarang ulang tahunnya,” kata Khumaira beralasan, karena dia yang pertama memberikan usul.Nah, pada hari Minggu siang itu kami semua datang – lengkap dengan bingkisan kecil untuk Anita. Aku memberikan dia jeruk mandarin yang baru dibeli di pasar buah,, yang lain juga membawa sesuatu, tetapi lebih banyak buah. Hanya Khumaira yang tidak membawa apa-apa. Ia hanya membawa sekotak kue cokelat titipan Bu Aisyah. “Assalamu’alaikum,”panggil kami serempak.“Wa’alaikum salam. Siapa?” jawab Anita dibalik pintu.“Teman-temanmu yang cantik dan baik hati, dong!” canda Fatimah. Yang lain tergelak.“Masuk!”Begitu aku membuka pintu, aku melihat Anita berbaring di tempat tidur tanpa jilbabnya sambil berusaha memakan ‘sesuatu’ di dalam mangkuk rumah sakit. Melihat makanan itu membuatku berpaling. Aku tidak tahu itu makanan apa, tapi pasti tidak terlalu enak.“Kalian,” gumam Anita bahagia, wajahnya yang pucat mulai bercahaya.Belum sempat aku dan yang lain membalas, aku mendengar sesuatu dari ruang sebelah, atau dari mana pun yang pastinya tidak jauh dari sini. Kudengarkan dengan cermat. Aku menangkap kata “membayar”, “per hari”, “mahal”, “tidak sanggup”, “terserah”, dan kata lainnya yang kurang jelas. Sebenarnya, hanya aku yang sempat mendengar percakapan itu. Dari situ, aku langsung bisa menarik kesimpulan.Orang tua Anita kesulitan biaya rawat inap untuk Anita.Aku berkeinginan membantu. Tetapi apa? Aku baru 11 tahun dan belum tahu harus memulai dari mana.Maka, setelah kunjungan kami selesai, aku langsung mengumpulkan teman-temanku. Semuanya bersedia berkumpul lagi di dekat mushola rumah sakit. Kecuali Fatimah, karena terlanjur memanggil becak dan pulang ke rumahnya sendiri.“Ada apa, Sar?” tanya Nisa heran.  “ Begini, teman-teman. Tadi aku dengar di rumah sakit, tentang biaya Anita untuk berobat yang  mahal, dan orang tua Anita tidak membayarnya. Aku mau kita menolongnya. Ada yang punya ide?”Selama 5 detik terjadi keheningan total.“Kita menyumbang saja!” usul Khumaira.“Iya, tapi uangnya dari mana? Kita tidak mungkin memberatkan orang tua kita, bukan?” sanggah Lulu.Keheningan selama lima detik lagi.“Uangnya dari hasil berjualan saja! Apa yang bisa kita buat, lalu kita jual. Uangnya kita berikan untuk Anita,” Lili – kembarannya Lulu – meneruskan ide Khumaira, walau sebetulnya tidak yakin apakah Khumaira berpikir sampai ke situ.“Nah, itu baru ide yang bagus! Yuk, pulang!” ajakku. Kami semua akhirnya pulang. Ya, dengan kendaraan masing-masing. "SARAH, SINI!" panggil Fatimah riang. Aku kira dia akan menyampaikan padaku bahwa dia sudah menemukan barang apa yang dia sumbang, tetapi aku sadar, Fatimah tidak ikut ‘rapat kecil’ kami kemarin.“Aku ingin membantu ini,” katanya senang sambil menunjukkan lukisan-lukisannya yang dibingkai pigura cokelat.“Dari mana kamu tahu?” tanyaku, antara senang dan heran sekaligus.“Dari Lili,” ujarnya, masih berseri-seri. Wajahnya persis bunga lili di musim semi. “Dia yang kasih tahu aku…”Tiiba-tiba aku teringat sesuatu.“Bukannya di daerah asrama ini tidak boleh berjualan, ya?” tegasku. Aku melirik tata tertib di dinding. Di mana pun kami berada, tata tertib itu selalu terpasang. Bu Aisyah memang sangat disiplin.“Aku akan menitip ini ke temanku yang sering berjualan koran di pinggir jalan setiap pagi,” Fatimah mengangkat bahu. Paling tidak senyumnya hampir lenyap. “Hasilnya aku bagi 3. 0, 3 untuk dia, 0, 6 untuk kuberikan pada Anita,” ia mengerut ketika mengucapkan kata ‘Anita’. Anita adalah nama kucingnya sewaktu berumur 5 tahun. Sekarang ia kelihatan menyesal memberi nama itu.“Kuharap yang lain juga melakukan seperti itu,” harapku. Aku sendiri menitipkan es serut buatan ibuku di warung Mbok Ina. Es serut itu pasti laku di cuaca yang panas ini. Hasil penjualannya akan diberikan kepadaku di sela-sela antara sebelum waktu wudhu shalat Zuhur.   <"SARAH, LIHAT!" seru Nisa padaku. Ditangannya tergenggam bertumpuk-tumpuk uang 20.000-an. “Aku dapat honor untuk cerpen yang kukirim. Ini untuk Anita,” ia menyorongkan semua itu padaku. “Terima kasih,” kataku, lalu menyatukan uang itu dengan lembaran-lembaran uang seribuan yang lebih tebal dari tumpukan uang Nisa. “Ini uang hasil penjualan lukisanku, Sar!” kata Fatimah tiba-tiba, menyerahkan lima lembar sepuluh ribuan “Aku juga!” seru Lili dan Lulu kompak, mengacungkan amplop yang tebal dan berbau uang.Setelah uang yang terkumpul cukup banyak, aku memutuskan untuk memberikan uang itu untuk Anita. Bu Aisyah pasti mengizinkan kami keluar menjenguk Anita. Lagi pula, sekarang rencananya para pengurus asrama akan menjenguk Anita.   'ASSALAMU'ALAIKUM!" aku mengetuk-ngetuk pintu kamar Anita. Tidak ada yang menjawab atau membuka pintu. “Assalamu’alaikum!”Kali ini ibu Anita membuka pintu. Mukanya ceria begitu melihat kami, padahal sempat aku lihat ada lingkaran gelap di bawah matanya.“Wa’alaikum salam,” jawab ibu Anita. Mereka mempersilahkan kami masuk. Hari ini sepi, belum ada sanak saudara yang datang. Kami semua masuk hingga kupikir pintunya pasti jebol karena kebanyakan teman-temanku gendut-gendut. Untung para pengurus asrama rata-rata kurus!“Ini untuk biaya pengobatan Anita,” aku maju, memberikan segepok uang kepada ibu Anita. Matanya berkaca-kaca sebelum akhirnya menerima uang kami. “Saya tidak bisa menerimanya, Nak,” ibu Anita menggeleng, lalu menyerahkan uang itu kembali. Aku menahannya.“Itu hak Ibu. Kami mengumpulkannya dari hasil berjualan, jadi kami nggak merasa dirugikan.” “Ayo, Bu! Terima saja!” ujar Fatimah dan yang lainnya. Sempat kulihat Anita membuka matanya, menyipit, lalu kembali tertidur.“Terima kasih, Nak. Kalian benar-benar anak yang baik,” ujar ibu Anita terharu.  SEMINGGU KEMUDIAN, Anita menjalani operasi. Kami tidak tahu Anita menderita penyakit apa atau operasi apa yang dijalaninya. Kami hanya bisa berdoa dalam hati. Menurut kabar yang kami dengar, operasinya sempat tidak berhasil. Itu berarti, Anita akan meninggal. Tetapi, ajaib! Menjelang detik-detik terakhir, tiba-tiba alat penunjuk detak jantung (apa sih namanya?) menunjukkan jantungnya kembali berdetak, padahal tadi hanya segaris. Para dokter menganggap ini keajaiban medis.Apa kami tetap menghentikan usaha menolong Anita itu (menjual apa yang mungkin bisa kami jual dan uangnya untuk menolong Anita)? Tidak. Kami tetap melakukannya, untuk menolong pasien di rumah sakit yang mengalami kesulitan biaya. Peristiwa Anita telah membuka mata hati kami untuk menolong sesama.
Populerkan, simpan atau kirim cerpen ini : Share/Save/Bookmark

TAG-CERPEN.NET

  gerimis   hamil   Kedua   pada   pensil   cerpen   islami   CERPEN   ROMANTIS   nembak   agus   motivasi   sumber   sumber motivasi   anak-anak   seno   gumira   Poligami   PutuWijaya   Cinta   Atas   PerahuCadik   Dilarang   JatuhCinta   Bidadari   Mengambil   Mata   Saya   Surat   dalam   Hujan   lucu   KKN   LURAH   humaor   obama   becak   tukang   taman   cinta   remaja   abg   CINTA   ibrahim   perempuan   rohyati sofyan   cerpen cinta   cerpen dewasa   sepak bola   SELAMAT TINGGAL DAN SELAMAT DATANG CITA-CITA   DINDA   kamera   lomo   lomografi   wanita   cinta semarga   nasir   mujahid   GERIMIS LANJUTAN   barzakh   ngobrolkosong   Dunia   tragedi   Pencuri   Motivasi   Aborsi   cerpen romantis   SalahJatuhCinta   Bersama Bintang   Mencuri   tobat   karma   islam   OJEK   TAK ADA   KABUT CINTA   Islami   setan   gerhana   cikal   tangsel   cerpen.mimpi   kerinduan   kesucianku   jatuh cinta   wartawan idealis   guru idealis   SINABUNG   hm...   Maulana Akbar alias Abel   Purple-niz   Lenny Yulia   pembunuhan   orcan   brother   sahabat   Cerpen   komedi   apes   bunda   pengorbanan   It's a great one...   fairy   123456   444   Rey   Menunggu   pelangi   Tito   balap   Tami   mama   ayah   motor   Hugo   rumah sakit   love   blind   tens   hurt   memoriam --> mas ohed stres...   download novel   pemuja rahasia   secreet admirer   kuliah   romantis   puisi   bunga   muslimah   cina   jilbab   airmata   CERITA KEHIDUPAN   (Cerpen ini kupersembahkan untuk seorang teman yang sedang bergulat melawan perihnya kehidupan bersama anak-anaknya   setelah perceraian dengan suaminya). Maju terus!Tetap semangat!   adesuryatii@blogspot.com   http://karimahcentre.blogspot.com/   -   Rahasia   Cerita Hari Ini Penuh Makna   suatu   hari   hidupku   dawn   felicity   gwynedd   east bay   cerpen remaja cerpen cinta cerpen dewasa cintaku di bumi madinah   cerpen abah abah cerpen   cerpen bilik mayat cerpen   cerpen islami   cerpen remaja   cermen gaul   cerita remaja dan cinta   cerita kehidupan   Renungan   mengharukan   semangat   ungu   dreaming vs action   stop dreaming start action   firmansyaharia1982   catatan   larung   misteri...   Ungu   POEM   ibu   lily   alya   Arina Jangan Pergi !   www.facebook/saifulbahri@rome.com   qqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqq   Dhea Tamara Short Story   hati   hari-hari   bahagia   hikmah   aku   cinta dan kepedihan   mohpn dikomentari.. Thx..   cinta terpendam   Suka Sayang Cinta   kasih   Diculik? Mau dong!   Langit   Gelap dan Cahaya (4)   Gelap dan Cahaya (1)   Gelap dan Cahaya (2)   Gelap dan Cahaya (3)   Gelap dan Cahaya (5)   Gelap dan Cahaya (6)   Gelap dan Cahaya (7)   Gelap dan Cahaya (8)   Gelap dan Cahaya (9) End   Gelap dan Cahaya (10) Extra   Labirin Hidup   Jasmine   langit   Kabut dan Kamu   www.mediasastra.com   www.mediasastraindonesia.net   lover   you   pelajar   dukun   comment please!   cerpen anak   cerpen islam   cerita misteri   cerita detektif   cerpen lucu   cerpen humor   cerpen anak muslim   mayat   cerpen humor   love junkies   saatnya hatiku pulang   tertinggal   hutan   petualangan   Aku Langit Asu Johanes Koen Prosa   Romantis.   Cerpen Cinta   Cerpen Motivasi   cerpen sains   cerpen horor   cerpen sadending   cergam   Janji   Malu Tapi Mau   Radioppidunia   Remaja   Giselle   1 hati 3 cinta part 1   1 hati 3 cinta part 2   semua awal asti ada akhirnya. sebelum semua berakhir jangan pernah menyianyiakan setiap kesempatan yang kita miliki.   Story   kelas   Malaikat Putih   sakit jiwa   patah hati   Love the hard way   ceepen   cerpenafil.blogspot.com   alter ego kepribadian ganda polisi psycho pembunuh   Teman-teman baca cerpen Misfah   Romansa di Tebing Pelangi   baik   Luka   cerpenku   kesalahan bertingkat   permainan palsu   Baca cerpen terbaruku : Bandara Cinta Noella by Misfah Khairina   love you...   jurnal   jati diri   cinta sejati   gadis bisu   Caleg Gagal   misteri jerambah beringen lubay   thriller   samantha   Ali Reza   sayembara   Baca cerpen Misfah yg baru ya : School of Horror   Remaja.   cerita romantis   ali reza   hujan   aku penyegel fantasi genocode   Cerpen Islami   Perenungan   Qada dan Qadar   online   cerita yang cukup menginspirasi   cerita   cewek manis   gw ga mawu jadi jomblo teru   tsunami   banda aceh   yogyakarta   Cerpen Ali   Rofi miftahul amin   bernafas untuk Liana   pesta   perkawinan   Venia   cerita anak   Wandi   giande   Cinta Pertama   Tak cukup hanya cinta   Melepasmu   Gadis kecil dalam bus   cerpen ku   Derita Cinta   Mamaku - idiot - down syndrome   malta ikanova   fino   kisah penyendiri   cinta penyendiri   keputusan hati   PENYESALAN   Cerpenku   Masa remajaku hilang   alex   lagu   musik   percy   guru   cinta remaja   cinta romantis   eiji   kirei   dongeng   ??   Salah paham   Pernikahanku   Hampa   cerita cinta   Dia dan musik (last)   dia dan musik (8)   dia dan musik (7)   dia dan musik (6)   dia dan musik (5)   dia dan musik (4)   dia dan musik (1   2   3)   cerita remaja   diet   Pesan untuk untuk cintaku   Bahagia Arbi   Tak Ada Cinta di Pantai cermin   Bidadari Negeri Bunian   korupsi   bla bla bla   HEYREN   sebuah harapan   jiwa soul   Shandy   anak   cerpennet   surat   1000   free   gratis   soFY   Merry   cerita menyedihkan dan mengasikkan   1   kuhapus airmataku dengan kartu undangan ditanganku.hatiku bertanya akankah kurasakan lagi ini setelah aku menikah?   SMP   ulang tahun   perpustakaan   kutu buku   dikucilkan   Suara Hati   Kenyataan Pahit Yang Harus DiHadapi   exited   Siswa Baru Itu...   Kebahagiaan Yang Sirna   di Taman Sorga   igau desember   cerpen desember   6   DASAR HEP- (OVI)   HELP ME (OVI)   PARADISE (OVI)   KEMATIAN   amry   sahabat pelit   cerpen cinta chicha   hilang ingatan   just title   Lanjutan part 1 ..   Part 1 ..   sahabat pelit (part 2)   Tawuran   menunggu   sastra   ekonomi   januari   Aku hidup untuk kedua kalinya   Cinta Perlu Dikatakan   cinta takan pergi   pertemanan   Light novel   moe   sci-fi   drama   detektif   Solitude   bus kota   cerpen kehidupan   hantu   inspirasi   jurang   karyawan   kebakaran   kecelakaan   keluarga kecil   PHK   sopir   cerpen bersambung   cinta jarak jauh   kisah asmara   konflik   perpisahan   Arthur Samuel   odi shalahuddin   Terry   odi Shalahuddin   Odi Shalahuddin   gw   Karma   sekar ayu   Film   dokumenter   film dokumenter smpn 10 jakarta   vampire   the maine   lucia   rion   Laki-Laki Jatuh Cinta   story   perang   mimpi   pancoran   When you love someone   family   father   Cerita bersambung   EeEmMhHhh.....   ....................?????????   lima november   cerita cinta remaja   langkah   begitu menyakitkan   cerpen motivasi   cerita serem banget + lucu   Dhea Tamara's Short Story   POLAROID   gila   shevanna   andi   naya   Senyum Terakhir Kak Didot   Pertanyaan di Benak Lyra   hantu dalam sumur   yanah   Semangat   Sosial   MIRZA   foto seksi   Sahabat Selamanya   princes   Rasa itu   tiba-tiba saja hadir menghampiri hatiku   “aduuuuuuuuuuuuuh   ayah kaki oit   kaki oit terjepit” ayah yang mendengar suara itu langung melihat kebelakang ternyata Oit anakku

Tentang Penulis Cerpen

LIHAT CERPEN Annisa Nur YANG LAIN
Rating: Not yet rated

Comments

No comments posted.

Add Comment


Enter the code shown

Visual CAPTCHA


Untuk memperindah dan mempercantik blog/web kamu maka silahkan pasang kode di bawah, untuk menampilkan gambar animasi keci ini dan mempermudah oranglain untuk memasukkan cerpen mu yang ditulis di blog/webmu ke Cerpen.net
Masukkan cerpen ini ke Cerpen.net
Copy This code below, Paste in to your web/blog


CERPEN TERPOPULER

1: persahabatan
dibaca 160654 kali
2: SATU PERSAHABATAN DALAM HIDUPKU
dibaca 50987 kali
3: Menunggu Pelangi
dibaca 48811 kali
4: Dilarang Jatuh Cinta
dibaca 48169 kali
5: Untuk Sahabat
dibaca 44003 kali
6: GERIMIS
dibaca 38193 kali
7: OBAMA dan TUKANG BECAK
dibaca 34961 kali
8: Surat dalam Hujan
dibaca 27547 kali
9: impian
dibaca 27546 kali
10: Cerpen Penjual Pensil
dibaca 23703 kali

KOMENTAR CERPEN TERBARU

cerpen :Love It Must Have
this story make me confusing... hehe... I'm so sorry to say this...
Comment By: gw

cerpen :Pertanyaan di Benak Lyra
keren banget....
Comment By: Guest

cerpen :Sahabat Dunia Maya
emang iya,hehehehehe
Comment By: dreadnought

cerpen :Tentang Nama Belakang
bagus bagus.. endingnya bagus haha
Comment By: Guest

cerpen :Pertanyaan di Benak Lyra
Versi update-an nih! Mnurut kalian lbh bgs yg awal ato yg ini?
Comment By: sikhod

cerpen :Surat Untuk Suamiku
ini kisah nyata ya???
Comment By: Guest

cerpen :Surat Untuk Suamiku
sedih.... jempol deh :-)
Comment By: Riana

cerpen :Menunggu Pelangi
Ga OKeeeeh
Comment By: Guest

cerpen :my autis BoyFriend
cerpen yg simple tapi menarik. seru deh. keren keren ceritanya juga ga banyak nemu yg begini nih. good job
Comment By: Guest

cerpen :Cinta Terpendam
teima kasih kalau rekan2 berkenan untuk mengomentari cerpen ini
Comment By: Guest

cerpen :Artisku Pembohong
wew... beneran kisah nyata tuh? dahsyat :)
Comment By: Loli Lita

cerpen :Apel Tanpa Bendera
bahasa yang kurang bagus, tidak patut di contoh, masak Merah Putih di tulis "merah putih", itu melecehkan negara kita, sekolah negri apa itu....?
Comment By: Guest

SPONSOR

INFO LOWONGAN KERJA

BERLANGGANAN CERPEN TERBARU ? GRATIS

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

CERPEN INFO

Cara nulis cerpen di cerpen.net : registrasi dulu, trus masuk ke menu Tulis Cerpen (kalo gak registrasi gak bisa akses menu ini ), setelah nulis cerpen silahkan di publish.. dan bimsalabim.. lihat hasilnya.. silahkan bereksplorasi pada menu cerpen.net lainnyaa.... misalnya : profileku dsb...:)




LINK-CERPEN.NET

Populerkan Cerpenmu, COPY dan PASTE kode HTML di bawah ini di BLOG kamu, lihat hasilnya...
lihat cerpenku di cerpen.net

PENGUNJUNG CERPEN.NET

  • 32 users Cerpen.Net online.