WELCOME Guest

| RSS

CERPEN.NET, kumpulan cerpen, tempat membaca cerpen, menulis cerpen online dan apresiasi kumpulan CERPEN
Teras Cerpen.net | Tulis Cerpen | Cerpen Terbaru | Contact Cerpen.net | Login to Cerpen.Net | Register To Cerpen.net | Members Cerpen.net
Mau Pasang Iklan di Cerpen.Net..? Silahkan Contact Admin atau kirim SMS ke 0852 391 89 333

CERPEN : Copet

| Print Cerpen
Posting cerpen by: Odi Shalahuddin
Total cerpen di baca: 418
Total kata dlm cerpen: 1375
Tanggal cerpen diinput: Thu, 4 Feb 2010 Jam cerpen diinput: 10:07 PM
0 Komentar cerpen

<!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} -->
 
Sudah beberapa jam aku berada di pasar ini. Berputar-putar memasuki lorong-lorong  sempit yang sesak manusia, jalan-jalan becek, toko-toko atau berdiri pada satu tempat mengawasi orang lalu-lalang.
 
Dan kini aku berdiri di ujung sebuah lorong. Bersandar pada sebuah tiang yang telah rapuh. Bau tumpukan sampah dari sayuran busuk sangat menyeruak hidup dan menganggu pernafasan. Namun aku tetap bertahan untuk tidak berpindah tempat. Dari hasil pengamatan, inilah tempat yang paling memungkinkan untuk menjalankan sebuah rencana yang bertahta di kepalaku. Tempat yang sangat strategis dengan resiko kegagalan yang kecil untuk mendapatkan mangsa namun penuh resiko bila mangsa bereaksi cepat. Tetapi resiko adalah sesuatu yang tidak asing dalam kamus kehidupan.
 
Semua gerak langkah manusia selalu mengandung resiko, mengandung dua unsur.Dan hidup akan sangat bergairah bila kita berani untuk menanggung resiko apapun dari hasil keputusan.  Keputusan  telah kutetapkan, maka hati harus mantap dan penuh keyakinan.  Meskipun aku sadar, keputusanku adalah sesuatu yang memalukan.  
 
Mataku liar mengawasi dengan seksama. Beberapa kali aku mengintai, membuat perhitungan-perhitungan sebagai pertimbangan untuk siap bergerak. Beberapa calon yang kurasa layak menjadi mangsa telah lewat begitu saja karena situasi yang belum mengijinkan. Atau karena perhitunganku yang terlalu dalam? Ah.
 
Kali ini mataku mengikuti seorang ibu bertubuh gemuk yang kedua tangannya sibuk membawa belanjaan. Jalannya sangat lambat, tampak lucu. Aku berharap ia akan memasuki lorong  itu. Desakan manusia menjadi celah untuk mendapatkan kesempatan. Dan darahku berdesir ketika dugaanku tepat. Ibu gemuk itu  memasuki  lorong. Aku cepat bergegas, membuang puntung rokok yang terkapit di jari.
 
Ibu gemuk itu ada sekitar dua meter di depanku. Di belakangnya seorang berambut gondrong, lalu bapak-bapak, seorang gadis, ibu tua, dan beberapa orang lagi.
 
Lorong itu sangat sempit tetapi panjang. Sesungguhnya lorong itu bisa dimasuki empat orang bila berjalan sejajar. Tapi kios-kios di sepanjang lorong itu telah  menggunakan bagian jalan sehingga hanya cukup untuk dua orang dengan sisa sedikit celah.
 
Aku  berusaha  keras untuk melewati orang-orang di depanku. Satu-dua berhasil dengan cepat. Tetapi seringkali harus menunggu saat yang tepat. Ketika orang di depanku berhenti di sebuah kios, maka badannya menghadap ke kios, berarti ada celah yang bisa dimasuki. Perlahan tetapi pasti. Namun nasib sial juga terjadi. Ketika bergerak cepat,  tubuhku terhuyung dan tanganku menyenggol barang dagangan. Pemilik kios memaki-maki.
 
"Dasar goblok! Sudah tahu jalan sempit!"
 
"Maaf, Pak," kataku sambil memunguti barang dagangan yang terjatuh. Otomatis orang-orang di belakangku jalannya terhambat. Mereka menggerutu. Aku tak menghiraukannya. Di pikiranku hanya si Ibu gemuk.
 
Tinggal dua orang lagi yang ada di depanku bila aku ingin berjalan tepat di belakang Ibu gemuk. Seorang pemuda berambut gondrong dan seorang bapak.
 
Ujung lorong tinggal beberapa meter lagi. Aku harus cepat. Kira-kira satu meter sebelum ujung aku sudah harus menjalankan rencanaku. Gesit sedikit sudah sampai jalan raya, dan terbuka beragam jalan untuk meloloskan diri. Aku bernafas lega ketika bisa melewati bapak itu. Tinggal pemuda gondrong.
 
Pikiranku mengembara, menghitung-hitung. Ah, sebaiknya aku tetap di belakang si gondrong. Dia bisa dimanfaatkan. Kegondrongannya adalah perwujudan dunia kasar, begitu  sebagian  besar pikiran orang-orang. Harus ada kesempatan untuk membuat si gondrong terjatuh dan menabrak si Ibu gemuk itu untuk selanjutnya kumanfaatkan  tanganku  meraih sasaran. Nafsuku semakin  besar manakala  kulihat dompet kulit ibu gemuk tersembul sedikit. Ah, ayo cepat berikan aku kesempatan.
 
Entah  siapa yang menggerakkan. Dari arah depan seorang kuli tiba-tiba masuk. Ia dengan seenaknya menyerobot orang-orang di depannya. Barang yang diangkutnya sangat besar sehingga banyak orang  mengalah  meskipun dengan rasa kesal. Makianpun  meluncur dengan deras.
 
Beberapa langkah lagi ia hampir dekat dengan Ibu gemuk. Ujung lorong semakin dekat. Ketika ia berpapasan dengan Ibu gemuk. si Ibu gemuk harus memiringkan tubuhnya karena jalan tidak cukup. Dengan bawaan di kedua tangan, ia tampak kerepotan.
 
Otakku berjalan. Dengan teramat rapih seolah-olah tak disengaja aku ayunkan kakiku menjegal si rambut gondrong hingga keseimbangan tubuhnya tak sempurna. Ia terhuyung dan hampir jatuh. Tubuhnya membentur tubuh Ibu gemuk itu. Si Ibu gemuk  berteriak-teriak marah. Begitu pula si kuli menunjukkan kekuasaannya dengan makian kasar. Kesempatan itu kupergunakan sebaik-baiknya. Perhatian mereka pada keributan, tanganku pada dompet kulit. Dan  sempurnalah sudah rencanaku. Keributan belum berakhir, aku tidak perduli.
 
Si Kuli sudah melewatiku. Aku cepat melewati si gondrong dan Ibu gemuk yang beradu mulut.
 
Aku  bersorak. Aku telah mencapai ujung lorong. Matahari di atas bersinar kuat. Kendaraan-kendaraan lalu-lalang tak  habis-habisnya mengepulkan asap mengotori udara. Samar-samar kudengar teriakan seorang perempuan, "Copet! Copeeet!"
 
Dadaku bergetar, aku segera menyebrang jalan. Di sana aku leluasa memperhatikan lorong yang baru kulalui. Orang-orang berteriak-teriak, seorang pemuda gondrong menjadi permainan perlakuan kasar masa. Tendangan dan pukulan bertubi-tubi menghantam tubuhnya. Sampai jatuh tersungkur di depan lorong. Tak berdaya. Tapi pukulan dan tendangan berpuluh-puluh orang masih saja tak  berhenti. Mereka lampiaskan kekesalan dengan kekerasan. Aku cepat bergegas.
 
Kalau kukatakan bahwa ini adalah hal yang pertama kali kulakukan, percayakah kau? Sungguh, ini adalah pengalaman pertama. Rencana berhasil dengan sangat gemilang. Asal kau tahu saja, keputusan ini berkat kemenangan satu pihak pada pertarungan diri. Hasilnya? Sekitar Rp 43.000 ditambah beberapa uang ratusan.  
 
Ah, setidaknya ini dapat membayar hutang di warung makan Mbak Inah yang setiap hari terus mendesak sampai membuat tagihan dengan tulisan besar yang ditempel di dalam warungnya sebagai salah satu cara menekan para penghutang yang lama tidak membayar. Aku mencoba memprotes, Mbak Inah dengan tenangnya mengatakan bahwa tulisan itu akan dicopot kalau hutang sudah terbayar. Setidaknya separonya. Ya, sudah sekitar  tiga puluhan ribu hutangku di sana. Ini lantaran bulan yang lalu wesel dari orang tua tidak kuterima. Memasuki bulan baru juga tiada kunjung
datang. Itulah yang kubingungkan beberapa hari ini. Membuatku menggelepar. Perut harus terus diisi, sedang diri sudah  masuk
blacklist. Untuk menumpang teman terus-menerus tidak enak pula. Bisa-bisa  malah  mendapat cap benalu. Hutang di warung lain? Sulit, belum punya hubungan. Ah, begitulah. Itulah yang mendorong untuk melakukan perbuatan yang baru saja aku lakukan.
 
Aku memasuki sebuah warung. Memesan es teh, menyambar pisang goreng. Setelah pisang goreng habis, aku memesan sepiring nasi. Makanku lahap sekali. Usai makan, kunyalakan sebatang rokok kretek, lalu asyik mempermainkan asapnya.
 
Pandangan mataku keluar warung. Kulihat Ibu gemuk berjalan tertatih-tatih dengan membawa dua belanjaan di tangannya. Hatiku berdesir. Ibu gemuk tadi! Tiba-tiba saja aku begitu gelisah. Terbayang kembali pemuda rambut gondrong yang menjadi kambing hitam terkapar dengan darah mengucur, kubayangkan bila si Ibu gemuk itu adalah seorang penjual nasi yang bersusah payah menempuh hidup untuk menambah penghasilan keluarga. Ah, kalau suaminya sudah tidak ada dan ia seorang janda? Ah, kalau anak banyak. Delapan misalnya. Lalu,aku? Tiba-tiba pertarungan hebat terjadi lagi di dalam diriku. Aku tidak mampu menguasai diri. Hanya jadi pendengar dan penonton.
 
Aku berdiri. Membayar dengan uang hasil jarahan. Lalu berdiri di pinggir jalan. Mataku menanti Ibu gemuk mendekat. Aku harus mengembalikan. Aku akan jujur bila isi dompet-nya telah berkurang seribu lima ratus lima puluh rupiah untuk  isi  perut. Dan kuharapkan ia mau menerima maafku.
 
Semakin dekat  dan semakin dekat. Aku mantapkan  hati. Sesampai di depanku, kupanggil ia. Tubuhnya telah penuh keringat, wajahnya tampak lelah dan matanya tampak sayu. Ia tampak heran. Kukeluarkan dompet Ibu gemuk itu dari saku celanaku. Wajahnya berubah.
 
"Maaf, Bu, saya pencopetnya, saya...."
 
Tidak sempat kuselesaikan kalimatku, Ibu  gemuk itu telah menjerit lantang, "Copeeeet.......!" sambil menjatuhkan kedua barang bawaannya.
 
Kulihat orang-orang berhamburan dari berbagai penjuru bagaikan api yang siap membakar. Pikiran normalku adalah tidak ingin menjadi debu. Aku berlari menyelamatkan diri.
 
Api berkobar, membakar wajahku, membakar punggungku, membakar perutku, membakar kakiku, dan aku tetap berlari.
 
1995

Populerkan, simpan atau kirim cerpen ini : Share/Save/Bookmark

TAG-CERPEN.NET

  gerimis   hamil   Kedua   pada   pensil   cerpen   islami   CERPEN   ROMANTIS   nembak   agus   motivasi   sumber   sumber motivasi   anak-anak   seno   gumira   Poligami   PutuWijaya   Cinta   Atas   PerahuCadik   Dilarang   JatuhCinta   Bidadari   Mengambil   Mata   Saya   Surat   dalam   Hujan   lucu   KKN   LURAH   humaor   obama   becak   tukang   taman   cinta   remaja   abg   CINTA   ibrahim   perempuan   rohyati sofyan   cerpen cinta   cerpen dewasa   sepak bola   SELAMAT TINGGAL DAN SELAMAT DATANG CITA-CITA   DINDA   kamera   lomo   lomografi   wanita   cinta semarga   nasir   mujahid   GERIMIS LANJUTAN   barzakh   ngobrolkosong   Dunia   tragedi   Pencuri   Motivasi   Aborsi   cerpen romantis   SalahJatuhCinta   Bersama Bintang   Mencuri   tobat   karma   islam   OJEK   TAK ADA   KABUT CINTA   Islami   setan   gerhana   cikal   tangsel   cerpen.mimpi   kerinduan   kesucianku   jatuh cinta   wartawan idealis   guru idealis   SINABUNG   hm...   Maulana Akbar alias Abel   Purple-niz   Lenny Yulia   pembunuhan   orcan   brother   sahabat   Cerpen   komedi   apes   bunda   pengorbanan   It's a great one...   fairy   123456   444   Rey   Menunggu   pelangi   Tito   balap   Tami   mama   ayah   motor   Hugo   rumah sakit   love   blind   tens   hurt   memoriam --> mas ohed stres...   download novel   pemuja rahasia   secreet admirer   kuliah   romantis   puisi   bunga   muslimah   cina   jilbab   airmata   CERITA KEHIDUPAN   (Cerpen ini kupersembahkan untuk seorang teman yang sedang bergulat melawan perihnya kehidupan bersama anak-anaknya   setelah perceraian dengan suaminya). Maju terus!Tetap semangat!   adesuryatii@blogspot.com   http://karimahcentre.blogspot.com/   -   Rahasia   Cerita Hari Ini Penuh Makna   suatu   hari   hidupku   dawn   felicity   gwynedd   east bay   cerpen remaja cerpen cinta cerpen dewasa cintaku di bumi madinah   cerpen abah abah cerpen   cerpen bilik mayat cerpen   cerpen islami   cerpen remaja   cermen gaul   cerita remaja dan cinta   cerita kehidupan   Renungan   mengharukan   semangat   ungu   dreaming vs action   stop dreaming start action   firmansyaharia1982   catatan   larung   misteri...   Ungu   POEM   ibu   lily   alya   Arina Jangan Pergi !   www.facebook/saifulbahri@rome.com   qqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqq   Dhea Tamara Short Story   hati   hari-hari   bahagia   hikmah   aku   cinta dan kepedihan   mohpn dikomentari.. Thx..   cinta terpendam   Suka Sayang Cinta   kasih   Diculik? Mau dong!   Langit   Gelap dan Cahaya (4)   Gelap dan Cahaya (1)   Gelap dan Cahaya (2)   Gelap dan Cahaya (3)   Gelap dan Cahaya (5)   Gelap dan Cahaya (6)   Gelap dan Cahaya (7)   Gelap dan Cahaya (8)   Gelap dan Cahaya (9) End   Gelap dan Cahaya (10) Extra   Labirin Hidup   Jasmine   langit   Kabut dan Kamu   www.mediasastra.com   www.mediasastraindonesia.net   lover   you   pelajar   dukun   comment please!   cerpen anak   cerpen islam   cerita misteri   cerita detektif   cerpen lucu   cerpen humor   cerpen anak muslim   mayat   cerpen humor   love junkies   saatnya hatiku pulang   tertinggal   hutan   petualangan   Aku Langit Asu Johanes Koen Prosa   Romantis.   Cerpen Cinta   Cerpen Motivasi   cerpen sains   cerpen horor   cerpen sadending   cergam   Janji   Malu Tapi Mau   Radioppidunia   Remaja   Giselle   1 hati 3 cinta part 1   1 hati 3 cinta part 2   semua awal asti ada akhirnya. sebelum semua berakhir jangan pernah menyianyiakan setiap kesempatan yang kita miliki.   Story   kelas   Malaikat Putih   sakit jiwa   patah hati   Love the hard way   ceepen   cerpenafil.blogspot.com   alter ego kepribadian ganda polisi psycho pembunuh   Teman-teman baca cerpen Misfah   Romansa di Tebing Pelangi   baik   Luka   cerpenku   kesalahan bertingkat   permainan palsu   Baca cerpen terbaruku : Bandara Cinta Noella by Misfah Khairina   love you...   jurnal   jati diri   cinta sejati   gadis bisu   Caleg Gagal   misteri jerambah beringen lubay   thriller   samantha   Ali Reza   sayembara   Baca cerpen Misfah yg baru ya : School of Horror   Remaja.   cerita romantis   ali reza   hujan   aku penyegel fantasi genocode   Cerpen Islami   Perenungan   Qada dan Qadar   online   cerita yang cukup menginspirasi   cerita   cewek manis   gw ga mawu jadi jomblo teru   tsunami   banda aceh   yogyakarta   Cerpen Ali   Rofi miftahul amin   bernafas untuk Liana   pesta   perkawinan   Venia   cerita anak   Wandi   giande   Cinta Pertama   Tak cukup hanya cinta   Melepasmu   Gadis kecil dalam bus   cerpen ku   Derita Cinta   Mamaku - idiot - down syndrome   malta ikanova   fino   kisah penyendiri   cinta penyendiri   keputusan hati   PENYESALAN   Cerpenku   Masa remajaku hilang   alex   lagu   musik   percy   guru   cinta remaja   cinta romantis   eiji   kirei   dongeng   ??   Salah paham   Pernikahanku   Hampa   cerita cinta   Dia dan musik (last)   dia dan musik (8)   dia dan musik (7)   dia dan musik (6)   dia dan musik (5)   dia dan musik (4)   dia dan musik (1   2   3)   cerita remaja   diet   Pesan untuk untuk cintaku   Bahagia Arbi   Tak Ada Cinta di Pantai cermin   Bidadari Negeri Bunian   korupsi   bla bla bla   HEYREN   sebuah harapan   jiwa soul   Shandy   anak   cerpennet   surat   1000   free   gratis   soFY   Merry   cerita menyedihkan dan mengasikkan   1   kuhapus airmataku dengan kartu undangan ditanganku.hatiku bertanya akankah kurasakan lagi ini setelah aku menikah?   SMP   ulang tahun   perpustakaan   kutu buku   dikucilkan   Suara Hati   Kenyataan Pahit Yang Harus DiHadapi   exited   Siswa Baru Itu...   Kebahagiaan Yang Sirna   di Taman Sorga   igau desember   cerpen desember   6   DASAR HEP- (OVI)   HELP ME (OVI)   PARADISE (OVI)   KEMATIAN   amry   sahabat pelit   cerpen cinta chicha   hilang ingatan   just title   Lanjutan part 1 ..   Part 1 ..   sahabat pelit (part 2)   Tawuran   menunggu   sastra   ekonomi   januari   Aku hidup untuk kedua kalinya   Cinta Perlu Dikatakan   cinta takan pergi   pertemanan   Light novel   moe   sci-fi   drama   detektif   Solitude   bus kota   cerpen kehidupan   hantu   inspirasi   jurang   karyawan   kebakaran   kecelakaan   keluarga kecil   PHK   sopir   cerpen bersambung   cinta jarak jauh   kisah asmara   konflik   perpisahan   Arthur Samuel   odi shalahuddin   Terry   odi Shalahuddin   Odi Shalahuddin   gw   Karma   sekar ayu   Film   dokumenter   film dokumenter smpn 10 jakarta   vampire   the maine   lucia   rion   Laki-Laki Jatuh Cinta   story   perang   mimpi   pancoran   When you love someone   family   father   Cerita bersambung   EeEmMhHhh.....   ....................?????????   lima november   cerita cinta remaja   langkah   begitu menyakitkan   cerpen motivasi   cerita serem banget + lucu   Dhea Tamara's Short Story   POLAROID   gila   shevanna   andi   naya   Senyum Terakhir Kak Didot   Pertanyaan di Benak Lyra   hantu dalam sumur   yanah   Semangat   Sosial   MIRZA   foto seksi   Sahabat Selamanya   princes   Rasa itu   tiba-tiba saja hadir menghampiri hatiku   “aduuuuuuuuuuuuuh   ayah kaki oit   kaki oit terjepit” ayah yang mendengar suara itu langung melihat kebelakang ternyata Oit anakku   “kamu punya saudara yang namanya Yuli” “punya teeh kenapa?” “kamu disuruh baca yasin buat kakakmu Yuli   sms dari keluargamu” aku terdiam   didalam benakku ada apa gerangan   ULTAH DI RUMAH HANTU

Tentang Penulis Cerpen

LIHAT CERPEN Odi Shalahuddin YANG LAIN
Rating: Not yet rated

Comments

No comments posted.

Add Comment


Enter the code shown

Visual CAPTCHA


Untuk memperindah dan mempercantik blog/web kamu maka silahkan pasang kode di bawah, untuk menampilkan gambar animasi keci ini dan mempermudah oranglain untuk memasukkan cerpen mu yang ditulis di blog/webmu ke Cerpen.net
Masukkan cerpen ini ke Cerpen.net
Copy This code below, Paste in to your web/blog


CERPEN TERPOPULER

1: persahabatan
dibaca 161938 kali
2: SATU PERSAHABATAN DALAM HIDUPKU
dibaca 51678 kali
3: Menunggu Pelangi
dibaca 49053 kali
4: Dilarang Jatuh Cinta
dibaca 48522 kali
5: Untuk Sahabat
dibaca 44293 kali
6: GERIMIS
dibaca 38423 kali
7: OBAMA dan TUKANG BECAK
dibaca 35145 kali
8: Surat dalam Hujan
dibaca 27717 kali
9: impian
dibaca 27699 kali
10: Cerpen Penjual Pensil
dibaca 23803 kali

KOMENTAR CERPEN TERBARU

cerpen :MAAF
yu kalo zhinta elo dan yakin ^^ aku dukung kmu berangus pelacur intelektualitas ber nick name joe
Comment By: Ricky Luck

cerpen :persahabatan
http://www.facebook.com/profile.php?v=app_2347471856&ref=profile&id=1815757899#!/notes/cerpen/persahabatan/153574601228 ini alamat dimana plagiat ini ...
Comment By: Ricky Luck

cerpen :persahabatan
tapi sayang seribu sayang penulis cerpen ini hanyalah plagiat. hak intelektualitas adalah berwajah ciri.http://www.facebook.com/profile.php?v=app_2347 ...
Comment By: Ricky Luck

cerpen :persahabatan
Kaliannnnnnnnnnn cerpen ga melulu tentang cerita unik. Kejadian sehari-hari yang bisa bikin orang tertegun membacanya disimpulkan hebat yang bikin cer ...
Comment By: Ricky Luck

cerpen :persahabatan
Tak habis pikir,kenapa ada orang yang pede nge-share cerpen model beginian. Sudah jelek,bangga dianggap populer pula. Kasihan kamu Nak..!
Comment By: Guest

cerpen :WARAS (sms cerpen mode)...
keren boss....
Comment By: Guest

cerpen :saat cinta merah kuning hijau

Comment By: Guest

cerpen :WAKTU
iya bener... ni cewe/cowo?? om/tante... cerpennya bagus banget :) suatu pelajaran buat aku.. makasih yaa :)
Comment By: Guest

cerpen :SETIA
ceritanya keren.... sedih... oke banget :)
Comment By: Guest

cerpen :persahabatan
seru baca komen2nya,,heheheh :p
Comment By: Guest

cerpen :ULTAH DI RUMAH HANTU
crpen na lumayn nie bwt blu kuduk mrinding. hehehe
Comment By: Guest

cerpen :KECANDUAN DUNIA MAYA!!
good
Comment By: Guest

SPONSOR

INFO LOWONGAN KERJA

BERLANGGANAN CERPEN TERBARU ? GRATIS

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

CERPEN INFO

Cara nulis cerpen di cerpen.net : registrasi dulu, trus masuk ke menu Tulis Cerpen (kalo gak registrasi gak bisa akses menu ini ), setelah nulis cerpen silahkan di publish.. dan bimsalabim.. lihat hasilnya.. silahkan bereksplorasi pada menu cerpen.net lainnyaa.... misalnya : profileku dsb...:)




LINK-CERPEN.NET

Populerkan Cerpenmu, COPY dan PASTE kode HTML di bawah ini di BLOG kamu, lihat hasilnya...
lihat cerpenku di cerpen.net

PENGUNJUNG CERPEN.NET

  • 34 users Cerpen.Net online.