WELCOME Guest

| RSS

CERPEN.NET, kumpulan cerpen, tempat membaca cerpen, menulis cerpen online dan apresiasi kumpulan CERPEN
Teras Cerpen.net | Tulis Cerpen | Cerpen Terbaru | Contact Cerpen.net | Login to Cerpen.Net | Register To Cerpen.net | Members Cerpen.net
Mau Pasang Iklan di Cerpen.Net..? Silahkan Contact Admin atau kirim SMS ke 0852 391 89 333

CERPEN : dua obor untuk manyar

| Print Cerpen
Posting cerpen by: aminatul faizah huda
Total cerpen di baca: 229
Total kata dlm cerpen: 1780
Tanggal cerpen diinput: Sat, 6 Feb 2010 Jam cerpen diinput: 9:30 AM
0 Komentar cerpen

 

<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Franklin Gothic Medium"; panose-1:2 11 6 3 2 1 2 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face {font-family:"Monotype Corsiva"; panose-1:3 1 1 1 1 2 1 1 1 1; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:script; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} -->

DUA OBOR UNTUK MANYAR…..
BY: AMINATUL FAIZAH
 
 
Jambrik selalu menaiki bukit. Memandang lepas ke arah pantai yang setiap malam selalu gelap. Hanya ada satu layar terkembang yang membentang luas di sepanjang sudut malam. Hanya layar hitam yang kadang bertabur bintang, bulan atau bahkan pesawat yang melintas. Kadang kala ia bosan namun hanya itu satu-satunya hiburan. Hanya itu hiburan yang akan ia dapati selain lolongan jangkrik dan tikus tanah. Jika ia ada di dataran yang lebih rendah mungkin ia akan mendapatkan hiburan dari dalam kerambah dan petak-petak tambak yang biasanya tenang namun bergelombang. Jabrik agak kecewa sedikit, mungkin ini adalah kulminasi emosinya yang tajam. Emosi yang menjenuhkan karena dihibur dengan kemonotonan alam.
 
Dia bukanlah manusia pilihan dan manusia yang ingin dikasihi. Dia lain dan juga aneh bin ajaib. Ia mencari kebahagiaan yang selalu ada di luar dirinya. Bukan mensyukuri apa yang sudah ada pernah ia dapati. lalu si Jabrik tak puas hati. Ia kayuh sepedanya jauh menuruni bukit dan terdiam. Ia hendak bertanya pada gelapnya banyak gunung yang tersusun dari Kristal laut. Ia pandangi banyak gunung yang hampir serupa itu. hitam dan gelap gulita… ia mendekati gunungan yang terdekat dari ia berdiri. Dia sentuh kepalanya yang keras itu sambil menatapnya. Terpikir mungkinkah, ini sebuah hiburan yang baru dimana ia akan melihat sinar matahari pagi yang tersembunyi dari  berpuluh-puluh gunung sementara. Gunung sementara yang dibuat oleh tangan manusia ketika musim kemarau.
 
Dia duduk diam diantara gudungan gunung-gunung munggil itu. Ia menunggu dan menunggu hingga sang fajar menggorekan puas. Perlahan-lahan ia melihat kelopak emas itu terlihat. Matanya terbuka lebar mana kala ia melihat gudukan Kristal-kristal itu berkilau perak. Matanya terbuka, pandangannya lepas mengudara. Ia melihat dan mengalami proses fatamorgana yang begitu berlebihan. Mulutnya terbuka mana kala ia melihat sedikit demi sedikt gumpalan itu agak bersinar. Ia senang bukan main namun kekecewan langsung muncul mana kala ia melihat gunungan itu hanyalah garam. Garam yang akan menghilang di musim hujan dan garam yang tak bernilai di matanya.
 
“ ah…. Hanya garam…”
 
“benda Murahan……”
 
“kapan ada benda dan sesuatu yang berharga di dunia ini.”
 
“bukan tepatnya di tempatku ini.”
 
“sebuah benda yang akan membuat mataku terbuka setiap saat dan sebuah benda yang akan mengalihkan duniaku. Benda yang menjadikan kami kaya.”
 
“harusnya kau tak pernah berharap yang bahkan kau tak bias membayangkan ujudnya.” Kata gunungan garam itu.
“aku ingin yang lebih. Lebih indah dan lebih menawan.”
 
‘jangan berharap yang berlebih karena apa yang kau harapkan kadang akan membuatmu bingung harus melakukan apa.”
 
Dia pulang. Di lihatnya ibu bumi telah menunggu. Ia tahu kekecewaan yang Jabrik rasakan dan ia berjanji akan memberikan sesuatu pada Manyar khususnya Jabrik. Ibu bumi hanya tersenyum dengan bijaknya. Ia tahu apa yang Jabrik mau namun ia hanya menunggu. Menunggu seseorang kan menggali dan mengetahui apa yang tersimpan dibalik bajunya. Baju yang biasanya hanya terhiasi dengan Kristal-kristal yang murahan dan tak ada nilainya.
 
Suatu malam, terjadilah kegegeran yang mengerikan. Si Jabrik pun turut andil dalam hal itu. setelah sekian lama ia tak merasakannya. Merasakan eforia itu namun kini ia benar-benar merasakan eforia itu. dia menatap ke arah  dua benda asing bak naga yang menyemburkan asap itu. dia kini tahu kalau ibu bumi telah memberinya sesuatu. Hadiah terbesar yang sesungguhnya tak ubah sebuah penindasan oleh lintah darah yang menyakitkan.
 
Obor itu menjilat, katanya. Dan aku hanya menjawab aku tahu. aku tahu… dan aku tahu. aku tahu karena aku memandanginya. Dua obor yang menyala bak matahari kembar. Aku memandangnya saat aku tengok dataran rendah desaku. Ya, dua obor yang menunjukan bahwa desaku masih ada. bahwa desaku kaya hingga semua penjuru kota mampu melihat dua obor yang menyala tiada henti itu. layar langit boleh saja berganti dari merah, biru, merah lalu hitam namun obor itu adalah kembaran matahari yang terus menjilat-jilat tiada hentinya.
 
Di langit yang  bertabur nyawa gemerlap dan bulan yang tengah terjaga penuh. Semua Nampak tak penting. Mereka sudah tak lagi memiliki tempat di hati penduduk desa. Semuanya salut dengan benda baru itu. benda yang jahat namun terlihat begitu meyilaukan kebaikan di mata mereka. Dua anak menapaki bukit dan menatap lepas tanpa ujung dunia. Hanya dua obor itu yang mencolok dan ia tersenyum. Kagum dan setengah bingung. Salah satu anak itu berambut gelombang dan satunya jabrik desa. Keduanya membisu awalnya, terdiam sama seperti pohon lainnya. tiada suara dan hanya ada detungan jantung yang berdetak semakin keras. Iramanya mengikuti irama jilatan api yang keluar dari cerobong itu.
 
“obor dewa….” Kata si temannya.
 
“bukan, kata Emak itu obor naga… lihatlah… itu mungkin apinya. Api yang menyembur dari mulut naga.” Kata Jabrik.
 
Si jabrik tak percaya, ia naiki salah satu pohon besar. dia tak melihat pangkalnya dan hanya melihat ujungnya saja. Sebuah ujung yang menjilat-jilat. Yang tak memiliki sosok ukuran api yang tetap. Jabrik terus menatapnya, mungkin saja itu kemamang yang tak bisa lagi kembali ke dunianya. Tapi Si jabrik hanya diam dan terus diam. Ia yakin itu adalah naga pemberian ibu bumi atau mungkin itu adalah obor Dewa yang diyakini temannya itu.
 
“kita akan mendekatinya.”
 
“tapi kita belum umur.” Kata temannya.
 
“kalau begitu saat kita besar nanti kita akan mendekatinya dan menjaganya agar ia tetap besinar terus.”
 
“baiklah.”
 
Para romusha moderen itu tengah memiliki pandangan mata yang kosong. Mereka semua terdiam di atas pick up terbuka dan tak berpikir apapun kecuali seuap nasi untuk menghidupi keluarga. Sebagian dari mereka yakin kalau bangsanya bukanlah bangsa terjajah namun ketika ia sadari mau tak mau kalau mereka adalah pekerja kasar di tanah kelahiran dan tanah milik nenek moyangnya. Ia tahu kalau ia terjajah oleh bangsanya sendiri. Terjajah dalam kebodohan dan terjajah dalam tempat. Mereka tahu tanah mereka dan mengenal baik namun mereka tak sekalipun diizinkan untuk menunjukan kemampuannya. Kata ketua karena mereka anak kampong bukan anak kota.
 
Mobil itu menuju jalanan yang berdebu dengan barisan paving yang merayap. Bukan lagi gunungan itu yang Jabrik lihat namun ia biasa saja. Tak ada perasaan kehilangan. Mungkin baginya dua obor dewa atau naga itu lebih menarik dari semua yang ada di mala lalu. dia terlalu meninggikan benda itu. baginya benda iu lebih berharga karena mampu menampakkan cahaya sendiri. Ia tak sadar kalau ia adalah romusha modern.
 
Matanya terbuka saat menatap dunia obor itu. untuk pertama kalinya ia sadar bahwa dirinya adalah romusha modern. Matanya yang tadinya berbintang-bintang dengan binar kebahagiaan kini seolah sirna dan tak tahu hilang kemana. Ia terdiam terpaku saat gerbang penggeboran itu terbuka baginya. Ia turun dengan tangan dan kaki yang gemetar karena ketakutannya. Berjalan dengan tergopoh-gopoh dan hampir saja merasakan kematian. Ia lalu mundur beberapa langkah dan enggan menatap kembali dunia itu. dunia yang dia harapkan lebih indah dari dunia yang lalu. matanya berkali-kali ia tutup. Ia ngeri menatapnya. dikiranya ini adalah Negara para dewa dengan pakaian yang bangus. Namun dimatanya ini adalah Negara para syetan yang rakus. Ia lalu menatap kearah langit. Dilihatnya obor itu dan kini ia tahu bahwa obor itu adalah penanda kemarahan ibu bumi.
 
“apa yang kau lihat?” Tanya orang asing.
 
Jabrik hanya menunjuk ke arah obor itu. ia tak memperdulikan siapa yang bertanya.
 
“ku kira obor itu pertanda ke indahan karena kebaikan.”
 
Si yang bertanya diam. Mulutnya hanya tertutup, sambil menatap Jabrik dengan sebelah mata. Ia melucu dan juga menertawakan manusia desa yang kolot di hadapannya.
 
“itu adalah obor untuk Manyar. Obor penerang desamu yang menunjukan kalau urat nadi bumimu adalah nafas untuk kami.”
 
Si Jabrik hanya diam, ia lalu menatap tubuhnya yang bukan lagi dianggap manusia yang berderajat sama. namun kaumnya yang berasal dari desanya hanyalah kaum yang derajatnya sama dengan romusha.
 
‘aku tahu. nafas untuk kalian derita untuk kami.”
 
“itulah Dunia… ada yang di korbankan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar. lebih baik mengorbankan seseorang dari pada yang lain mati. Itulah dunia sekarang…..”
 
Si jabrik hanya terdiam. Ia lalu menatap obor itu kembali. Meyakitkan rasanya, dulu dan sekarang sungguh dua kenyataan yang berbeda. Jika boleh ia meminta, maka ia ingin kembali ke masa itu. Masa dimana ia hanya melihat gugusan gunung yang tak seberapa berharga dibandingkan dengan jilatan api itu. tapi apa daya, tak akan pernah terjadi. dan dengan berat hati ia hanya berkata,
 
“inilah obor untuk Manyar. Yang menaringi sekaligus menggelapkan kami. yang memperkaya sekligus menjadikan kami miskin.”
 
“itulah Dunia…. Obor penerang….” Kata si asing sambil menyodorkan topi romusha padanya.
 
Si Jabrik memakainya dan kini ia tak bisa melakukan apapun. Selain hidup dengan tanpa memilih dan membiarkan obor itu tetap menyala walau batinnya terluka. tiada lagi kerambah ikan, tiada lagi gugusan garam, tiada lagi lolongan tikus tanah ataupun jangkrik yang memainkan dawai.
 
“ Obor untuk desaku yang menerangi dan membakar yang telah ada.”
 
“harusnya aku tak meminta.”
 
Gunungan mayat garam hanya tersenyum mendengarnya, karena penyesalan itu tak ada artinya.
 
 
                                                                                                Manyar, 12 Desember 2009
Populerkan, simpan atau kirim cerpen ini : Share/Save/Bookmark

TAG-CERPEN.NET

  gerimis   hamil   Kedua   pada   pensil   cerpen   islami   CERPEN   ROMANTIS   nembak   agus   motivasi   sumber   sumber motivasi   anak-anak   seno   gumira   Poligami   PutuWijaya   Cinta   Atas   PerahuCadik   Dilarang   JatuhCinta   Bidadari   Mengambil   Mata   Saya   Surat   dalam   Hujan   lucu   KKN   LURAH   humaor   obama   becak   tukang   taman   cinta   remaja   abg   CINTA   ibrahim   perempuan   rohyati sofyan   cerpen cinta   cerpen dewasa   sepak bola   SELAMAT TINGGAL DAN SELAMAT DATANG CITA-CITA   DINDA   kamera   lomo   lomografi   wanita   cinta semarga   nasir   mujahid   GERIMIS LANJUTAN   barzakh   ngobrolkosong   Dunia   tragedi   Pencuri   Motivasi   Aborsi   cerpen romantis   SalahJatuhCinta   Bersama Bintang   Mencuri   tobat   karma   islam   OJEK   TAK ADA   KABUT CINTA   Islami   setan   gerhana   cikal   tangsel   cerpen.mimpi   kerinduan   kesucianku   jatuh cinta   wartawan idealis   guru idealis   SINABUNG   hm...   Maulana Akbar alias Abel   Purple-niz   Lenny Yulia   pembunuhan   orcan   brother   sahabat   Cerpen   komedi   apes   bunda   pengorbanan   It's a great one...   fairy   123456   444   Rey   Menunggu   pelangi   Tito   balap   Tami   mama   ayah   motor   Hugo   rumah sakit   love   blind   tens   hurt   memoriam --> mas ohed stres...   download novel   pemuja rahasia   secreet admirer   kuliah   romantis   puisi   bunga   muslimah   cina   jilbab   airmata   CERITA KEHIDUPAN   (Cerpen ini kupersembahkan untuk seorang teman yang sedang bergulat melawan perihnya kehidupan bersama anak-anaknya   setelah perceraian dengan suaminya). Maju terus!Tetap semangat!   adesuryatii@blogspot.com   http://karimahcentre.blogspot.com/   -   Rahasia   Cerita Hari Ini Penuh Makna   suatu   hari   hidupku   dawn   felicity   gwynedd   east bay   cerpen remaja cerpen cinta cerpen dewasa cintaku di bumi madinah   cerpen abah abah cerpen   cerpen bilik mayat cerpen   cerpen islami   cerpen remaja   cermen gaul   cerita remaja dan cinta   cerita kehidupan   Renungan   mengharukan   semangat   ungu   dreaming vs action   stop dreaming start action   firmansyaharia1982   catatan   larung   misteri...   Ungu   POEM   ibu   lily   alya   Arina Jangan Pergi !   www.facebook/saifulbahri@rome.com   qqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqq   Dhea Tamara Short Story   hati   hari-hari   bahagia   hikmah   aku   cinta dan kepedihan   mohpn dikomentari.. Thx..   cinta terpendam   Suka Sayang Cinta   kasih   Diculik? Mau dong!   Langit   Gelap dan Cahaya (4)   Gelap dan Cahaya (1)   Gelap dan Cahaya (2)   Gelap dan Cahaya (3)   Gelap dan Cahaya (5)   Gelap dan Cahaya (6)   Gelap dan Cahaya (7)   Gelap dan Cahaya (8)   Gelap dan Cahaya (9) End   Gelap dan Cahaya (10) Extra   Labirin Hidup   Jasmine   langit   Kabut dan Kamu   www.mediasastra.com   www.mediasastraindonesia.net   lover   you   pelajar   dukun   comment please!   cerpen anak   cerpen islam   cerita misteri   cerita detektif   cerpen lucu   cerpen humor   cerpen anak muslim   mayat   cerpen humor   love junkies   saatnya hatiku pulang   tertinggal   hutan   petualangan   Aku Langit Asu Johanes Koen Prosa   Romantis.   Cerpen Cinta   Cerpen Motivasi   cerpen sains   cerpen horor   cerpen sadending   cergam   Janji   Malu Tapi Mau   Radioppidunia   Remaja   Giselle   1 hati 3 cinta part 1   1 hati 3 cinta part 2   semua awal asti ada akhirnya. sebelum semua berakhir jangan pernah menyianyiakan setiap kesempatan yang kita miliki.   Story   kelas   Malaikat Putih   sakit jiwa   patah hati   Love the hard way   ceepen   cerpenafil.blogspot.com   alter ego kepribadian ganda polisi psycho pembunuh   Teman-teman baca cerpen Misfah   Romansa di Tebing Pelangi   baik   Luka   cerpenku   kesalahan bertingkat   permainan palsu   Baca cerpen terbaruku : Bandara Cinta Noella by Misfah Khairina   love you...   jurnal   jati diri   cinta sejati   gadis bisu   Caleg Gagal   misteri jerambah beringen lubay   thriller   samantha   Ali Reza   sayembara   Baca cerpen Misfah yg baru ya : School of Horror   Remaja.   cerita romantis   ali reza   hujan   aku penyegel fantasi genocode   Cerpen Islami   Perenungan   Qada dan Qadar   online   cerita yang cukup menginspirasi   cerita   cewek manis   gw ga mawu jadi jomblo teru   tsunami   banda aceh   yogyakarta   Cerpen Ali   Rofi miftahul amin   bernafas untuk Liana   pesta   perkawinan   Venia   cerita anak   Wandi   giande   Cinta Pertama   Tak cukup hanya cinta   Melepasmu   Gadis kecil dalam bus   cerpen ku   Derita Cinta   Mamaku - idiot - down syndrome   malta ikanova   fino   kisah penyendiri   cinta penyendiri   keputusan hati   PENYESALAN   Cerpenku   Masa remajaku hilang   alex   lagu   musik   percy   guru   cinta remaja   cinta romantis   eiji   kirei   dongeng   ??   Salah paham   Pernikahanku   Hampa   cerita cinta   Dia dan musik (last)   dia dan musik (8)   dia dan musik (7)   dia dan musik (6)   dia dan musik (5)   dia dan musik (4)   dia dan musik (1   2   3)   cerita remaja   diet   Pesan untuk untuk cintaku   Bahagia Arbi   Tak Ada Cinta di Pantai cermin   Bidadari Negeri Bunian   korupsi   bla bla bla   HEYREN   sebuah harapan   jiwa soul   Shandy   anak   cerpennet   surat   1000   free   gratis   soFY   Merry   cerita menyedihkan dan mengasikkan   1   kuhapus airmataku dengan kartu undangan ditanganku.hatiku bertanya akankah kurasakan lagi ini setelah aku menikah?   SMP   ulang tahun   perpustakaan   kutu buku   dikucilkan   Suara Hati   Kenyataan Pahit Yang Harus DiHadapi   exited   Siswa Baru Itu...   Kebahagiaan Yang Sirna   di Taman Sorga   igau desember   cerpen desember   6   DASAR HEP- (OVI)   HELP ME (OVI)   PARADISE (OVI)   KEMATIAN   amry   sahabat pelit   cerpen cinta chicha   hilang ingatan   just title   Lanjutan part 1 ..   Part 1 ..   sahabat pelit (part 2)   Tawuran   menunggu   sastra   ekonomi   januari   Aku hidup untuk kedua kalinya   Cinta Perlu Dikatakan   cinta takan pergi   pertemanan   Light novel   moe   sci-fi   drama   detektif   Solitude   bus kota   cerpen kehidupan   hantu   inspirasi   jurang   karyawan   kebakaran   kecelakaan   keluarga kecil   PHK   sopir   cerpen bersambung   cinta jarak jauh   kisah asmara   konflik   perpisahan   Arthur Samuel   odi shalahuddin   Terry   odi Shalahuddin   Odi Shalahuddin   gw   Karma   sekar ayu   Film   dokumenter   film dokumenter smpn 10 jakarta   vampire   the maine   lucia   rion   Laki-Laki Jatuh Cinta   story   perang   mimpi   pancoran   When you love someone   family   father   Cerita bersambung   EeEmMhHhh.....   ....................?????????   lima november   cerita cinta remaja   langkah   begitu menyakitkan   cerpen motivasi   cerita serem banget + lucu   Dhea Tamara's Short Story   POLAROID   gila   shevanna   andi   naya   Senyum Terakhir Kak Didot   Pertanyaan di Benak Lyra   hantu dalam sumur   yanah   Semangat   Sosial   MIRZA   foto seksi   Sahabat Selamanya   princes   Rasa itu   tiba-tiba saja hadir menghampiri hatiku   “aduuuuuuuuuuuuuh   ayah kaki oit   kaki oit terjepit” ayah yang mendengar suara itu langung melihat kebelakang ternyata Oit anakku   “kamu punya saudara yang namanya Yuli” “punya teeh kenapa?” “kamu disuruh baca yasin buat kakakmu Yuli   sms dari keluargamu” aku terdiam   didalam benakku ada apa gerangan   ULTAH DI RUMAH HANTU

Tentang Penulis Cerpen

maaf jika kurang baik, karena aku buru-buru buatnya mumpung ada imajenasi

LIHAT CERPEN aminatul faizah huda YANG LAIN
Rating: Not yet rated

Comments

No comments posted.

Add Comment


Enter the code shown

Visual CAPTCHA


Untuk memperindah dan mempercantik blog/web kamu maka silahkan pasang kode di bawah, untuk menampilkan gambar animasi keci ini dan mempermudah oranglain untuk memasukkan cerpen mu yang ditulis di blog/webmu ke Cerpen.net
Masukkan cerpen ini ke Cerpen.net
Copy This code below, Paste in to your web/blog


CERPEN TERPOPULER

1: persahabatan
dibaca 161937 kali
2: SATU PERSAHABATAN DALAM HIDUPKU
dibaca 51678 kali
3: Menunggu Pelangi
dibaca 49053 kali
4: Dilarang Jatuh Cinta
dibaca 48522 kali
5: Untuk Sahabat
dibaca 44293 kali
6: GERIMIS
dibaca 38423 kali
7: OBAMA dan TUKANG BECAK
dibaca 35145 kali
8: Surat dalam Hujan
dibaca 27717 kali
9: impian
dibaca 27699 kali
10: Cerpen Penjual Pensil
dibaca 23803 kali

KOMENTAR CERPEN TERBARU

cerpen :MAAF
yu kalo zhinta elo dan yakin ^^ aku dukung kmu berangus pelacur intelektualitas ber nick name joe
Comment By: Ricky Luck

cerpen :persahabatan
http://www.facebook.com/profile.php?v=app_2347471856&ref=profile&id=1815757899#!/notes/cerpen/persahabatan/153574601228 ini alamat dimana plagiat ini ...
Comment By: Ricky Luck

cerpen :persahabatan
tapi sayang seribu sayang penulis cerpen ini hanyalah plagiat. hak intelektualitas adalah berwajah ciri.http://www.facebook.com/profile.php?v=app_2347 ...
Comment By: Ricky Luck

cerpen :persahabatan
Kaliannnnnnnnnnn cerpen ga melulu tentang cerita unik. Kejadian sehari-hari yang bisa bikin orang tertegun membacanya disimpulkan hebat yang bikin cer ...
Comment By: Ricky Luck

cerpen :persahabatan
Tak habis pikir,kenapa ada orang yang pede nge-share cerpen model beginian. Sudah jelek,bangga dianggap populer pula. Kasihan kamu Nak..!
Comment By: Guest

cerpen :WARAS (sms cerpen mode)...
keren boss....
Comment By: Guest

cerpen :saat cinta merah kuning hijau

Comment By: Guest

cerpen :WAKTU
iya bener... ni cewe/cowo?? om/tante... cerpennya bagus banget :) suatu pelajaran buat aku.. makasih yaa :)
Comment By: Guest

cerpen :SETIA
ceritanya keren.... sedih... oke banget :)
Comment By: Guest

cerpen :persahabatan
seru baca komen2nya,,heheheh :p
Comment By: Guest

cerpen :ULTAH DI RUMAH HANTU
crpen na lumayn nie bwt blu kuduk mrinding. hehehe
Comment By: Guest

cerpen :KECANDUAN DUNIA MAYA!!
good
Comment By: Guest

SPONSOR

INFO LOWONGAN KERJA

BERLANGGANAN CERPEN TERBARU ? GRATIS

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

CERPEN INFO

Cara nulis cerpen di cerpen.net : registrasi dulu, trus masuk ke menu Tulis Cerpen (kalo gak registrasi gak bisa akses menu ini ), setelah nulis cerpen silahkan di publish.. dan bimsalabim.. lihat hasilnya.. silahkan bereksplorasi pada menu cerpen.net lainnyaa.... misalnya : profileku dsb...:)




LINK-CERPEN.NET

Populerkan Cerpenmu, COPY dan PASTE kode HTML di bawah ini di BLOG kamu, lihat hasilnya...
lihat cerpenku di cerpen.net

PENGUNJUNG CERPEN.NET

  • 33 users Cerpen.Net online.