WELCOME Guest

| RSS

CERPEN.NET, kumpulan cerpen, tempat membaca cerpen, menulis cerpen online dan apresiasi kumpulan CERPEN
Teras Cerpen.net | Tulis Cerpen | Cerpen Terbaru | Contact Cerpen.net | Login to Cerpen.Net | Register To Cerpen.net | Members Cerpen.net
Mau Pasang Iklan di Cerpen.Net..? Silahkan Contact Admin atau kirim SMS ke 0852 391 89 333

CERPEN : Duka Agus

| Print Cerpen
Posting cerpen by: Odi Shalahuddin
Total cerpen di baca: 618
Total kata dlm cerpen: 1388
Tanggal cerpen diinput: Thu, 4 Feb 2010 Jam cerpen diinput: 10:12 PM
0 Komentar cerpen

Agus melihat nomor rumah yang tertera di pagar depan. Nomor 37. Ia mengeluarkan kertas dari saku bajunya, melihat alamat untuk mencocokkannya. "Benar ini,".
 
Ia lihat lagi nomor rumah itu. Dan ia merasa sangat yakin. Ia melipat kembali kertas tersebut dan memasukkan ke saku baju.  Agus turun dari sepeda dan menyandarkan di tembok pagar dengan hati-hati. Wajahnya basah dengan keringat. Begitu pula pakaiannya terasa lekat. Ia mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya. Lalu mengeringkan keringat di wajahnya. Sambil menoleh kiri-kanan, merasa yakin tidak ada orang, ia membuka dua kancing baju bagian atas. Ia masukkan tangan yang masih memegang sapu tangan dan melap tubuh  sekenanya dengan cepat sambil meniup-niupkan udara dari mulutnya. Ia menoleh kiri-kanan lagi dan merasa lega. Masih tidak ada orang. Setidaknya tidak  ada yang menyaksikan apa yang dilakukannya tadi.  Ia mengancingkan lagi bajunya. Sapu tangan ia masukkan kembali  ke  dalam  saku celana. Hidungnya mengendus bagian ketiak. Tidak begitu bau. Wangi parfum milik kakaknya masih ada. Mampu menutupi bau keringat.
 
Ia memandang rumah itu. Pintu pagar masih tertutup. Pintu rumah juga. Sepi sekali rumah ini.  Ia  baru  saja  hendak melangkah, dadanya  tiba-tiba  terasa berdebar-debar  tak karuan. Kata-kata yang sudah disiapkan  sejak beberapa  hari yang lalu  seperti pecah menjadi puing-puing  yang tak terbaca lagi. Ia menjadi sangat gelisah. "Bagaimana  nanti?" keluhnya dalam hati.  
 
Hampir  saja  ia mengurungkan niatnya. Tangannya  yang  sudah meraih  stang sepeda dilepaskan kembali. "Sudah sampai  di  sini, percuma untuk pulang," katanya lagi dalam hati.   Ia amati dirinya sendiri. Sepatu hitam  yang  tadi disemir mengkilat kini sudah berdebu dan ada goresan tanah. Mungkin kena kotoran di pedal. Ia membungkuk dan membersihkan dengan tangan. Kotoran tidak hilang justru merata. Tangannya sendiri malah yang ikut-ikutan kotor sekarang. Kelihatan kerutan di kening Agus. Ia tersenyum. Lalu mengambil sapu tangan yang sudah basah oleh keringat. Ia lebarkan dan menggunakan satu sisi untuk membersihkan tangannya. Setelah itu bagian  yang  lain ia gunakan untuk  membersihkan sepatunya. Ia pandangi dengan seksama sampai merasa yakin tidak ada lagi kotoran berarti di sepatunya.  Kemudian ia perhatikan bajunya. Masih saja lekat dengan tubuh akibat keringat. Ia kibas-kibaskan sebentar. Kemudian ia  ratakan bagian yang sedikit kusut dengan tangan. 
 
Merasa yakin barulah ia melangkah. Tapi baru dua langkah,  ia ingat akan  rambutnya. "Pasti acak-acakan," Ia  keluarkan  sisir kecil dari saku belakang. Disisirnya cepat seperti biasa.  Bagian tengah ia tarik sedikit.  Agak janggal sebenarnya. Entah ia  lupa memakai  minyak rambut  atau  tidak.  Bentuknya,  bagian  tengah terurai, tapi bagian lain mampat.  Sampai  di  pintu pagar yang tertutup  rapat,  Agus mencoba mencari kalau-kalau ada tombol bel. Tidak ada.  Bingunglah ia. Bagaimana masuk  ke dalam? Bagaimana mengetuk pintu  rumah itu? Persoalan masuk sih sesungguhnya gampang. Tinggal memasukkan satu tangan ke dalam, mengangkat besi panjang, lalu didorong, maka pintu pagar  akan segera terbuka. Tapi, ia  baru pertama  kali datang,  agak  ragu untuk melakukannya. Iya,  kalau benar? Keragu-raguan kembali hinggap di hatinya. Agak lama ia tercenung. Ia berharap ada orang yang keluar dari rumah itu. Pembantu misalnya. Atau ada salah satu penghuni yang sedang pergi, kembali ke  rumah  ini. Atau ada tamu yang sudah terbiasa datang.  Atau apalah. Yang penting ia bisa nunut masuk tanpa perlu ragu. Lama Agus tercenung. Pikirannya melayang-layang. "Adakah ia?" ucapnya dalam  hati. 
 
Sesosok wajah hadir. Sosok  gadis  bertubuh mungil  dengan rambut pendek  yang  selalu  mengenakan  celana panjang. Wajahnya bulat, dengan sorot mata yang bening. Alisnya lentik. Ada lesung pipit pula. Kulitnya  kuning  langsat.  Ah, dialah yang telah menggeleparkan diri Agus. Yang selalu  bermain di dalam kepala dan khayalan sepanjang waktu. 
 
Agus mengenalnya lantaran gadis itu sering berkunjung ke desanya di pelosok selatan kota Yogya.  Di sebuah perbukitan. Gadis itu sangat baik kepadanya. Oh, tidak! Gadis itu sangat baik kepada warga desanya. Terutama  anak-anak yang dibimbingnya untuk menggambar, mengarang, menyanyi dan rekreasi.
 
Tapi Agus merasakan perhatian gadis itu berlebih dibanding dengan yang lainnya. Tidak heran  bila selama ini Agus selalu giat membantu gadis itu.  Dari memotong kertas, mengumpulkan anak-anak sampai memboncengkan Heni dengan sepeda ke jalan raya bila ingin pulang.  Heni namanya. Dan Agus telah berdiri di depan rumahnya sekarang. Setidaknya di depan rumah dari alamat yang diberikan  kepadanya.
Agus telah memutuskan untuk datang ke rumahnya setelah menimbang-nimbang selama  satu minggu lebih. Ini  lantaran  Heni tidak datang lagi ke desanya sekitar dua bulan lebih. Agus merasa tersiksa. Ia merasakan rindu teramat sangat. Suaranya yang merdu. Senyumannya yang manis. Gayanya yang membuat gemas. Dan... pokoknya  semua yang melekat dalam diri Heni dirindukannya. 
 
Beruntung ia masih menyimpan alamat Heni. Agus benar-benar mempersiapkan diri dengan matang. Penampilan harus meyakinkan, minimal  tidak membuat  malu  Heni  di  depan keluarganya. Ia segera membeli sepatu baru,  menjahitkan  bahan baju yang dimilikinya, membeli semir sepatu, menyemprotkan parfum kakaknya tanpa bilang-bilang.  Dan  pada pukul 14.30, ia mulai meninggalkan rumahnya,  mengayuh sepeda menuju utara tanpa menghiraukan sengat matahari yang masih belum bersahabat. Satu setengah jam kemudian  barulah  ia sampai di sini.  
 
Sekitar setengah jam sudah berlalu. Agus masih saja tercenung di depan rumah Heni. Orang-orang yang lewat  hanya  memandangnya heran. Tapi tidak perduli lagi. Ngapain capek-capek ngurus orang. 
 
"Mencari siapa, Mas?" seseorang telah berdiri di balik pagar. Agus tersentak dan buyarlah lamunannya.   
 
"Eh, he, sa-saya. Eh, he, benarkah ini rumah Heni, Bu?" 
 
“Heni?  Heni, siapa, ya,  Mas?"  ibu  di  balik  pagar  itu bertanya. 
 
"Heni...."  Agus  mengeluarkan  kertas  di  sakunya,  membuka lipatan dan membaca sebentar. "Heni  Kusumastuti, Bu,"  
 
"Heni Ku...Ku, siapa, Mas?"  
 
"Heni Kusumastuti, Bu," 
 
 "Heni  Kusumastuti.  Siapa, ya? Eh, tidak  ada yang  bernama seperti itu  di sini. Anaknya Bu Maya, tidak ada  yang  memiliki nama Heni. Ada juga yang namanya Reni,"  
 
Agus  kelihatan tertegun. Dadanya terasa berat.   "Eh, apakah Reni rambutnya pendek dan selalu memakai celana panjang, Bu?"   
 
"Oh, Reni  itu rambutnya panjang. Dia itu  perempuan  tulen. Selalu memakai rok atau pakaian terusan," 
 
"Oh," Agus kelihatan sedih sekali. Ia merasa terpukul  sekali dan merasa ditipu oleh Heni. Alamat yang diberikan adalah alamat palsu. Diremasnya  kertas  itu dan dibuang ke  jalan.  Ingin  ia menangis dan  menjerit.  Di dalam hatinya  merutuki  Heni.  "Ya, sudah, Bu. Maaf, Bu, sudah mengganggu,"  
 
Dengan lunglai Agus mengambil sepedanya. Mengangguk kepada ibu  itu, menuntun sepedanya beberapa  meter,  lalu  menaikinya. Senja terasa suram.  
 
Sekitar  seratus  meter Agus telah meninggalkan rumah  itu, seorang gadis mungil keluar dari rumah.
 
"Siapa itu tadi,  Mbok?" tanyanya.   Ibu  yang masih berada di dekat pagar, menoleh dan  memandang keponakan  ibu  Maya.
 
"Oh, Jeng Uti. Itu, ada orang  kesasar.  Ia mencari Heni Kusumastuti. Kasihan, kelihatannya dari jauh,"  
 
"Mbok!  Heni Kusumastuti, kan, saya Mbok,"  gadis itu setengah menjerit.  Ibu itu kelihatan bengong dan hatinya merasa bersalah.
 
"Oalah, jadi nama Jeng Uti itu Heni Kusumastuti, tho,".  
 
"Ah, Mbok, kok lupa. Kemana tadi orangnya, Mbok?"  
 
"Ke selatan,"
 
Gadis  itu setengah berlari, membuka pagar, memandang ke selatan. Sayang,  Agus sudah tidak tampak lagi. Sudah pergi menyeret dukanya. 
 
(Imogiri,  15 Juli 1995)
Populerkan, simpan atau kirim cerpen ini : Share/Save/Bookmark

TAG-CERPEN.NET

  gerimis   hamil   Kedua   pada   pensil   cerpen   islami   CERPEN   ROMANTIS   nembak   agus   motivasi   sumber   sumber motivasi   anak-anak   seno   gumira   Poligami   PutuWijaya   Cinta   Atas   PerahuCadik   Dilarang   JatuhCinta   Bidadari   Mengambil   Mata   Saya   Surat   dalam   Hujan   lucu   KKN   LURAH   humaor   obama   becak   tukang   taman   cinta   remaja   abg   CINTA   ibrahim   perempuan   rohyati sofyan   cerpen cinta   cerpen dewasa   sepak bola   SELAMAT TINGGAL DAN SELAMAT DATANG CITA-CITA   DINDA   kamera   lomo   lomografi   wanita   cinta semarga   nasir   mujahid   GERIMIS LANJUTAN   barzakh   ngobrolkosong   Dunia   tragedi   Pencuri   Motivasi   Aborsi   cerpen romantis   SalahJatuhCinta   Bersama Bintang   Mencuri   tobat   karma   islam   OJEK   TAK ADA   KABUT CINTA   Islami   setan   gerhana   cikal   tangsel   cerpen.mimpi   kerinduan   kesucianku   jatuh cinta   wartawan idealis   guru idealis   SINABUNG   hm...   Maulana Akbar alias Abel   Purple-niz   Lenny Yulia   pembunuhan   orcan   brother   sahabat   Cerpen   komedi   apes   bunda   pengorbanan   It's a great one...   fairy   123456   444   Rey   Menunggu   pelangi   Tito   balap   Tami   mama   ayah   motor   Hugo   rumah sakit   love   blind   tens   hurt   memoriam --> mas ohed stres...   download novel   pemuja rahasia   secreet admirer   kuliah   romantis   puisi   bunga   muslimah   cina   jilbab   airmata   CERITA KEHIDUPAN   (Cerpen ini kupersembahkan untuk seorang teman yang sedang bergulat melawan perihnya kehidupan bersama anak-anaknya   setelah perceraian dengan suaminya). Maju terus!Tetap semangat!   adesuryatii@blogspot.com   http://karimahcentre.blogspot.com/   -   Rahasia   Cerita Hari Ini Penuh Makna   suatu   hari   hidupku   dawn   felicity   gwynedd   east bay   cerpen remaja cerpen cinta cerpen dewasa cintaku di bumi madinah   cerpen abah abah cerpen   cerpen bilik mayat cerpen   cerpen islami   cerpen remaja   cermen gaul   cerita remaja dan cinta   cerita kehidupan   Renungan   mengharukan   semangat   ungu   dreaming vs action   stop dreaming start action   firmansyaharia1982   catatan   larung   misteri...   Ungu   POEM   ibu   lily   alya   Arina Jangan Pergi !   www.facebook/saifulbahri@rome.com   qqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqq   Dhea Tamara Short Story   hati   hari-hari   bahagia   hikmah   aku   cinta dan kepedihan   mohpn dikomentari.. Thx..   cinta terpendam   Suka Sayang Cinta   kasih   Diculik? Mau dong!   Langit   Gelap dan Cahaya (4)   Gelap dan Cahaya (1)   Gelap dan Cahaya (2)   Gelap dan Cahaya (3)   Gelap dan Cahaya (5)   Gelap dan Cahaya (6)   Gelap dan Cahaya (7)   Gelap dan Cahaya (8)   Gelap dan Cahaya (9) End   Gelap dan Cahaya (10) Extra   Labirin Hidup   Jasmine   langit   Kabut dan Kamu   www.mediasastra.com   www.mediasastraindonesia.net   lover   you   pelajar   dukun   comment please!   cerpen anak   cerpen islam   cerita misteri   cerita detektif   cerpen lucu   cerpen humor   cerpen anak muslim   mayat   cerpen humor   love junkies   saatnya hatiku pulang   tertinggal   hutan   petualangan   Aku Langit Asu Johanes Koen Prosa   Romantis.   Cerpen Cinta   Cerpen Motivasi   cerpen sains   cerpen horor   cerpen sadending   cergam   Janji   Malu Tapi Mau   Radioppidunia   Remaja   Giselle   1 hati 3 cinta part 1   1 hati 3 cinta part 2   semua awal asti ada akhirnya. sebelum semua berakhir jangan pernah menyianyiakan setiap kesempatan yang kita miliki.   Story   kelas   Malaikat Putih   sakit jiwa   patah hati   Love the hard way   ceepen   cerpenafil.blogspot.com   alter ego kepribadian ganda polisi psycho pembunuh   Teman-teman baca cerpen Misfah   Romansa di Tebing Pelangi   baik   Luka   cerpenku   kesalahan bertingkat   permainan palsu   Baca cerpen terbaruku : Bandara Cinta Noella by Misfah Khairina   love you...   jurnal   jati diri   cinta sejati   gadis bisu   Caleg Gagal   misteri jerambah beringen lubay   thriller   samantha   Ali Reza   sayembara   Baca cerpen Misfah yg baru ya : School of Horror   Remaja.   cerita romantis   ali reza   hujan   aku penyegel fantasi genocode   Cerpen Islami   Perenungan   Qada dan Qadar   online   cerita yang cukup menginspirasi   cerita   cewek manis   gw ga mawu jadi jomblo teru   tsunami   banda aceh   yogyakarta   Cerpen Ali   Rofi miftahul amin   bernafas untuk Liana   pesta   perkawinan   Venia   cerita anak   Wandi   giande   Cinta Pertama   Tak cukup hanya cinta   Melepasmu   Gadis kecil dalam bus   cerpen ku   Derita Cinta   Mamaku - idiot - down syndrome   malta ikanova   fino   kisah penyendiri   cinta penyendiri   keputusan hati   PENYESALAN   Cerpenku   Masa remajaku hilang   alex   lagu   musik   percy   guru   cinta remaja   cinta romantis   eiji   kirei   dongeng   ??   Salah paham   Pernikahanku   Hampa   cerita cinta   Dia dan musik (last)   dia dan musik (8)   dia dan musik (7)   dia dan musik (6)   dia dan musik (5)   dia dan musik (4)   dia dan musik (1   2   3)   cerita remaja   diet   Pesan untuk untuk cintaku   Bahagia Arbi   Tak Ada Cinta di Pantai cermin   Bidadari Negeri Bunian   korupsi   bla bla bla   HEYREN   sebuah harapan   jiwa soul   Shandy   anak   cerpennet   surat   1000   free   gratis   soFY   Merry   cerita menyedihkan dan mengasikkan   1   kuhapus airmataku dengan kartu undangan ditanganku.hatiku bertanya akankah kurasakan lagi ini setelah aku menikah?   SMP   ulang tahun   perpustakaan   kutu buku   dikucilkan   Suara Hati   Kenyataan Pahit Yang Harus DiHadapi   exited   Siswa Baru Itu...   Kebahagiaan Yang Sirna   di Taman Sorga   igau desember   cerpen desember   6   DASAR HEP- (OVI)   HELP ME (OVI)   PARADISE (OVI)   KEMATIAN   amry   sahabat pelit   cerpen cinta chicha   hilang ingatan   just title   Lanjutan part 1 ..   Part 1 ..   sahabat pelit (part 2)   Tawuran   menunggu   sastra   ekonomi   januari   Aku hidup untuk kedua kalinya   Cinta Perlu Dikatakan   cinta takan pergi   pertemanan   Light novel   moe   sci-fi   drama   detektif   Solitude   bus kota   cerpen kehidupan   hantu   inspirasi   jurang   karyawan   kebakaran   kecelakaan   keluarga kecil   PHK   sopir   cerpen bersambung   cinta jarak jauh   kisah asmara   konflik   perpisahan   Arthur Samuel   odi shalahuddin   Terry   odi Shalahuddin   Odi Shalahuddin   gw   Karma   sekar ayu   Film   dokumenter   film dokumenter smpn 10 jakarta   vampire   the maine   lucia   rion   Laki-Laki Jatuh Cinta   story   perang   mimpi   pancoran   When you love someone   family   father   Cerita bersambung   EeEmMhHhh.....   ....................?????????   lima november   cerita cinta remaja   langkah   begitu menyakitkan   cerpen motivasi   cerita serem banget + lucu   Dhea Tamara's Short Story   POLAROID   gila   shevanna   andi   naya   Senyum Terakhir Kak Didot   Pertanyaan di Benak Lyra   hantu dalam sumur   yanah   Semangat   Sosial   MIRZA   foto seksi   Sahabat Selamanya   princes   Rasa itu   tiba-tiba saja hadir menghampiri hatiku   “aduuuuuuuuuuuuuh   ayah kaki oit   kaki oit terjepit” ayah yang mendengar suara itu langung melihat kebelakang ternyata Oit anakku   “kamu punya saudara yang namanya Yuli” “punya teeh kenapa?” “kamu disuruh baca yasin buat kakakmu Yuli   sms dari keluargamu” aku terdiam   didalam benakku ada apa gerangan   ULTAH DI RUMAH HANTU

Tentang Penulis Cerpen

LIHAT CERPEN Odi Shalahuddin YANG LAIN
Rating: Not yet rated

Comments

No comments posted.

Add Comment


Enter the code shown

Visual CAPTCHA


Untuk memperindah dan mempercantik blog/web kamu maka silahkan pasang kode di bawah, untuk menampilkan gambar animasi keci ini dan mempermudah oranglain untuk memasukkan cerpen mu yang ditulis di blog/webmu ke Cerpen.net
Masukkan cerpen ini ke Cerpen.net
Copy This code below, Paste in to your web/blog


CERPEN TERPOPULER

1: persahabatan
dibaca 162044 kali
2: SATU PERSAHABATAN DALAM HIDUPKU
dibaca 51742 kali
3: Menunggu Pelangi
dibaca 49079 kali
4: Dilarang Jatuh Cinta
dibaca 48548 kali
5: Untuk Sahabat
dibaca 44321 kali
6: GERIMIS
dibaca 38452 kali
7: OBAMA dan TUKANG BECAK
dibaca 35158 kali
8: Surat dalam Hujan
dibaca 27729 kali
9: impian
dibaca 27721 kali
10: Cerpen Penjual Pensil
dibaca 23811 kali

KOMENTAR CERPEN TERBARU

cerpen :MAAF
yu kalo zhinta elo dan yakin ^^ aku dukung kmu berangus pelacur intelektualitas ber nick name joe
Comment By: Ricky Luck

cerpen :persahabatan
http://www.facebook.com/profile.php?v=app_2347471856&ref=profile&id=1815757899#!/notes/cerpen/persahabatan/153574601228 ini alamat dimana plagiat ini ...
Comment By: Ricky Luck

cerpen :persahabatan
tapi sayang seribu sayang penulis cerpen ini hanyalah plagiat. hak intelektualitas adalah berwajah ciri.http://www.facebook.com/profile.php?v=app_2347 ...
Comment By: Ricky Luck

cerpen :persahabatan
Kaliannnnnnnnnnn cerpen ga melulu tentang cerita unik. Kejadian sehari-hari yang bisa bikin orang tertegun membacanya disimpulkan hebat yang bikin cer ...
Comment By: Ricky Luck

cerpen :persahabatan
Tak habis pikir,kenapa ada orang yang pede nge-share cerpen model beginian. Sudah jelek,bangga dianggap populer pula. Kasihan kamu Nak..!
Comment By: Guest

cerpen :WARAS (sms cerpen mode)...
keren boss....
Comment By: Guest

cerpen :saat cinta merah kuning hijau

Comment By: Guest

cerpen :WAKTU
iya bener... ni cewe/cowo?? om/tante... cerpennya bagus banget :) suatu pelajaran buat aku.. makasih yaa :)
Comment By: Guest

cerpen :SETIA
ceritanya keren.... sedih... oke banget :)
Comment By: Guest

cerpen :persahabatan
seru baca komen2nya,,heheheh :p
Comment By: Guest

cerpen :ULTAH DI RUMAH HANTU
crpen na lumayn nie bwt blu kuduk mrinding. hehehe
Comment By: Guest

cerpen :KECANDUAN DUNIA MAYA!!
good
Comment By: Guest

SPONSOR

INFO LOWONGAN KERJA

BERLANGGANAN CERPEN TERBARU ? GRATIS

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

CERPEN INFO

Cara nulis cerpen di cerpen.net : registrasi dulu, trus masuk ke menu Tulis Cerpen (kalo gak registrasi gak bisa akses menu ini ), setelah nulis cerpen silahkan di publish.. dan bimsalabim.. lihat hasilnya.. silahkan bereksplorasi pada menu cerpen.net lainnyaa.... misalnya : profileku dsb...:)




LINK-CERPEN.NET

Populerkan Cerpenmu, COPY dan PASTE kode HTML di bawah ini di BLOG kamu, lihat hasilnya...
lihat cerpenku di cerpen.net

PENGUNJUNG CERPEN.NET

  • 106 users Cerpen.Net online.