WELCOME Guest

| RSS

CERPEN.NET, kumpulan cerpen, tempat membaca cerpen, menulis cerpen online dan apresiasi kumpulan CERPEN
Teras Cerpen.net | Tulis Cerpen | Cerpen Terbaru | Contact Cerpen.net | Login to Cerpen.Net | Register To Cerpen.net | Members Cerpen.net
Mau Pasang Iklan di Cerpen.Net..? Silahkan Contact Admin atau kirim SMS ke 0852 391 89 333

CERPEN : Hadiah Buat Sumi

| Print Cerpen
Posting cerpen by: Odi Shalahuddin
Total cerpen di baca: 1167
Total kata dlm cerpen: 1056
Tanggal cerpen diinput: Sat, 6 Feb 2010 Jam cerpen diinput: 6:52 PM
0 Komentar cerpen

Cerpen: Odi Shalahuddin
 
Di dalam kamar sebuah Rumah, ujung selatan kampong Eng, gelap. Seorang laki-laki tergeragap. Bangun dari tidurnya. Ia menguap lebar. Terdengar helaan nafasnya yang berat. Tangannya meraba-raba meja dekat amben. Sekotak korek api teraih tangannya. Ia mengambil satu batang dan menggoreskannya. Wajah kamar terlihat. Matanya memandang sekeliling kamar. Hanya sejenak. Cahaya padam. Ia ambil lagi sebatang dan menggoreskan lagi.
 
Kakinya mulai turun ke tanah. Dibantu cahaya buram. Ia mendekati salah satu dinding di mana lampu teplok tercantel. Ia lekatkan api dengan sumbu. Kamar yang gelap mulai menampakkan wajahnya meski secara samar.Matanya memandang ke amben. Sumi masih terbaring. Berkali-kali tubuhnya bergerak tak terarah. Kepalanya sering kali bergoyang seakan melepaskan diri dari sesuatu yang menakutkan.  "Mimpi buruk lagi, dia,” desis lelaki itu.
 
Lelaki itu menghela nafas. Pikirannya melayang. Perasaannya bergetar. “Bangsat!” desisnya geram. 
 
Tangannya meraba wajah Sumi. Lalu membelai-belai rambut di keningnya. Masih terlihat mata Sumi yang sembab. Lelaki itu mendekatkan wajahnya ke wajah Sumi. Bibirnya mengecup kening Sumi dengan mesra.  “Tidak seharusnya kau bersedih terus,” bisiknya di telinga Sumi. Lelaki itu tidak perduli apakah Sumi mendengarnya ataukah tidak.“Kesedihanmu akan terhenti mulai pagi nanti, Sumi,” Lelaki itu berkata pelan sambil berdiri tegap. Perkataan yang diucapkan dengan serius yang muncul dari keinginan terdalam. Lelaki itu meletakkan lampu teplok di atas meja. 
 
“Kesedihanmu akan terhenti mulai pagi nanti, Sumi. Kita akan mulai membuka lembaran baru. Kita akan menjalani kehidupan ini dengan kebahagiaan bersama. Seperti dulu. Atau lebih indah lagi, Sumi. Aku akan hancurkan perusak kebahagiaan kita,” lelaki itu sambil menatap wajah Sumi, sebelum kemudian ia menyelinap ke luar kamar. 
 
* * *
 
Kampung Eng masih gelap gulita. Sisa air hujan semalam masih terdengar menetes dari genting dan pepohonan. Angin yang lewat menyebarkan hawa dingin. Menusuk. Suara anjing-anjing kampong sesekali menyalak seru. Terdengar kokokan ayam jantan. Mungkin yang pertama. Memecah keheningan. Bersamaan dengan itu sesosok tubuh kelihatan tergesa menuruni bukit. Kedua tangannya menyilang memegang pundak, menindih sarung yang menutupi tubuhnya. Ia berhenti sebentar. Memandang ke atas, masih sepi. Kembali ia melanjutkan perjalanannya. Kampung Eng telah lewat. Hanya hamparan sawah yang luas. Sepi. Sosok itu memandang sekeliling. Pikirannya menimbang-nimbang. “Ah, Sumi,” 
 
Diputuskan untuk melalui pematang. Setidaknya jarang orang melewati di pagi buta begini. Ia berjalan dengan hati-hati. Tanah pematang sangat licin, masih basah oleh sisa hujan. Beberapa kali ia tergelincir hamper jatuh. Udara dingin di luar, sedang panas di dalam. Sesekali ia menyumpah dengan cercauan yang tak jelas. “Ah, Sumi… Sumi.. Ah,” 
 
Otak bagaikan melesat menjejaki langkah-langkah perjalanan. Dan mengalirlah film-film masa lalu. Secara otomatis, ia lewat begitu saja bila tidak diinginkan. Sedang satu adegan bisa berulang-ulang tergantung pilihan. Sumi.. hai kembang desa kampong Eng. Siapa tak berbangga bila mampu meraihnya. Mengalahkan puluhan lelaki dari kampong Eng sendiri, dan kampong-kampung sekitarnya.
 
Keberuntungan yang tak terhingga. Ia merasa mendapat kehormatan luar biasa untuk menapaki hidup. Bersama Sumi. Gigit jarilah si Sudin anak kepala Kampung. Terpukullah si Sunip anak kepala desa. Terlemparlah si Genot, pegawai bank pasar. Sakit hatilah si Mindun, orang terkaya se kecamatan.Mung tinggal tinggal di kampong Nging. Biarlah mereka begitu. Buat apa diurus. Demikian pikirnya. Ia pun tak peduli.
 
Hari-hari dilewati dengan kerja keras dan bercumbu dengan Sumi. Hari-hari lewat terus berganti. Percintaan mereka, terasa semakin lekat ketika pada suatu malam Sumi mengatakan dirinya telah hamil. Wahai, siapa lelaki yang tak berbangga menjadi calon seorang Bapak. Bergembiralah hati lelaki itu. Semangatlah ia bekerja. Mencari peluang kerja tambahan di luar kerja rutin.
 
Namun, siapa sangka, ketika kehamilan Sumi berjalan tiga bulan, Mindun telah memperkosa Sumi pada suatu malam ketika ia tengah berada di rumah Paiman bersama penduduk kampong yang lain, waktu ada selamatan.
 
Matanya merah, dadanya bergolak. Sumi yang duduk di lantai sudut kamar terus saja menangis dengan rambut yang berantakan. Di pahanya mengalir darah.
 
Diambilnya parang, ia bergegas keluar. Ia akan membalas perlakuan Mindun. Mindun, Bangsat Kau! Kau harus Mati!
 
Namun orang-orang keburu mencegahnya. Mencoba menenangkan dirinya. Memintanya untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Tak perlu ada darah yang tumpah.
 
“Tapi ini menyangkut harga diri,”
 
“Tapi juga demi stabilitas kecamatan ini,” kata Pardio, kepala Keamanan Kampung.
 
Lelaki itu memandang orang-orang di sekelilingnya. Beberapa mata kelihatan keras menghantamnya. Ya, lelaki itu tersadar. Banyak dari penduduk kampong, tergantung kehidupannya pada Mindun. Menggarap sawah-sawahnya yang tersebar luas di kecamatan ini. Lelaki itu mencoba menahan diri. Mencoba mengikuti permintaan mereka.
 
Geram lelaki itu. Dendam membara. Tuntutan kepada Mindun mengambang begitu saja. Tiga bulan lewat, pihak berwenang selalu mengatakan sedang diproses. Tapi mengapa Mindun bebas berkeliaran? Bahkan dengan bangga menceritakan kepada banyak orang.
 Dimana wahai, kau keadilan? Apakah orang kecil tidak berhak? Apakah orang kaya mampu menciptakan keadilan demi kepentingannya sendiri? Oh, harga dirinya terasa semakin terinjak-injak.
 Sumi dihantui rasa takut sepanjang perjalanan hidupnya setelah kejadian itu. Ia keguguran. Mimpi-mimpi selalu buruk. Lelaki itu menyimpan dendang teramat sangat. Benih yang ditanam dirusak dengan kekerasan. Hatinya yang luka, berusaha ia tidak tampakkan di depan Sumi. Ia mencoba menghibur Sumi. Agar Sumi tidak larut dalam kedukaannya.
 “Kinilah saatnya,” lelaki itu mendesis sambil meraba benda tajam di balik sarungnya.
 Pada sebuah Rumah, lelaki itu mengamati keadaan sekitar dengan seksama. Secara perlahan, termat berhati-hati, ia menyelinap masuk.
* * *
 “Sumi, Sumi, Sumi…. Bangunlah,” lelaki itu dengan nada riang. “Sumi, lihatlah apa yang kubawa,”
 Sumi mengeliat. Perlahan matanya mulai terbuka. Ia segera bangkit, spontan tubuhnya dirapatkan ke dinding. Mulutnya terbuka. Namun tak terdengar suara. Sumi kelihatan takut sekali.
 “Sekarang kau bisa bebas, Sumi. Hilangkan kesedihanmu. Kita jalani perjalanan hidup dengan tenang, bahagia, bukankah begitu Sumi? Sumi, kita akan raih kebahagiaan kita. Kita akan bahagia… Mampuslah Kau Mindun…! Ha..ha..ha..ha..” lelaki itu terbahak.
 Tangannya memegang kepala Mindun yang telah lepas dari tubuhnya. Darah segar masih terus menetes. Lama kemudian, jeritan panjang Sumi pecah. Lelaki itu masih saja terus tertawa.
 Yogyakarta, 1995
Populerkan, simpan atau kirim cerpen ini : Share/Save/Bookmark

TAG-CERPEN.NET

  gerimis   hamil   Kedua   pada   pensil   cerpen   islami   CERPEN   ROMANTIS   nembak   agus   motivasi   sumber   sumber motivasi   anak-anak   seno   gumira   Poligami   PutuWijaya   Cinta   Atas   PerahuCadik   Dilarang   JatuhCinta   Bidadari   Mengambil   Mata   Saya   Surat   dalam   Hujan   lucu   KKN   LURAH   humaor   obama   becak   tukang   taman   cinta   remaja   abg   CINTA   ibrahim   perempuan   rohyati sofyan   cerpen cinta   cerpen dewasa   sepak bola   SELAMAT TINGGAL DAN SELAMAT DATANG CITA-CITA   DINDA   kamera   lomo   lomografi   wanita   cinta semarga   nasir   mujahid   GERIMIS LANJUTAN   barzakh   ngobrolkosong   Dunia   tragedi   Pencuri   Motivasi   Aborsi   cerpen romantis   SalahJatuhCinta   Bersama Bintang   Mencuri   tobat   karma   islam   OJEK   TAK ADA   KABUT CINTA   Islami   setan   gerhana   cikal   tangsel   cerpen.mimpi   kerinduan   kesucianku   jatuh cinta   wartawan idealis   guru idealis   SINABUNG   hm...   Maulana Akbar alias Abel   Purple-niz   Lenny Yulia   pembunuhan   orcan   brother   sahabat   Cerpen   komedi   apes   bunda   pengorbanan   It's a great one...   fairy   123456   444   Rey   Menunggu   pelangi   Tito   balap   Tami   mama   ayah   motor   Hugo   rumah sakit   love   blind   tens   hurt   memoriam --> mas ohed stres...   download novel   pemuja rahasia   secreet admirer   kuliah   romantis   puisi   bunga   muslimah   cina   jilbab   airmata   CERITA KEHIDUPAN   (Cerpen ini kupersembahkan untuk seorang teman yang sedang bergulat melawan perihnya kehidupan bersama anak-anaknya   setelah perceraian dengan suaminya). Maju terus!Tetap semangat!   adesuryatii@blogspot.com   http://karimahcentre.blogspot.com/   -   Rahasia   Cerita Hari Ini Penuh Makna   suatu   hari   hidupku   dawn   felicity   gwynedd   east bay   cerpen remaja cerpen cinta cerpen dewasa cintaku di bumi madinah   cerpen abah abah cerpen   cerpen bilik mayat cerpen   cerpen islami   cerpen remaja   cermen gaul   cerita remaja dan cinta   cerita kehidupan   Renungan   mengharukan   semangat   ungu   dreaming vs action   stop dreaming start action   firmansyaharia1982   catatan   larung   misteri...   Ungu   POEM   ibu   lily   alya   Arina Jangan Pergi !   www.facebook/saifulbahri@rome.com   qqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqq   Dhea Tamara Short Story   hati   hari-hari   bahagia   hikmah   aku   cinta dan kepedihan   mohpn dikomentari.. Thx..   cinta terpendam   Suka Sayang Cinta   kasih   Diculik? Mau dong!   Langit   Gelap dan Cahaya (4)   Gelap dan Cahaya (1)   Gelap dan Cahaya (2)   Gelap dan Cahaya (3)   Gelap dan Cahaya (5)   Gelap dan Cahaya (6)   Gelap dan Cahaya (7)   Gelap dan Cahaya (8)   Gelap dan Cahaya (9) End   Gelap dan Cahaya (10) Extra   Labirin Hidup   Jasmine   langit   Kabut dan Kamu   www.mediasastra.com   www.mediasastraindonesia.net   lover   you   pelajar   dukun   comment please!   cerpen anak   cerpen islam   cerita misteri   cerita detektif   cerpen lucu   cerpen humor   cerpen anak muslim   mayat   cerpen humor   love junkies   saatnya hatiku pulang   tertinggal   hutan   petualangan   Aku Langit Asu Johanes Koen Prosa   Romantis.   Cerpen Cinta   Cerpen Motivasi   cerpen sains   cerpen horor   cerpen sadending   cergam   Janji   Malu Tapi Mau   Radioppidunia   Remaja   Giselle   1 hati 3 cinta part 1   1 hati 3 cinta part 2   semua awal asti ada akhirnya. sebelum semua berakhir jangan pernah menyianyiakan setiap kesempatan yang kita miliki.   Story   kelas   Malaikat Putih   sakit jiwa   patah hati   Love the hard way   ceepen   cerpenafil.blogspot.com   alter ego kepribadian ganda polisi psycho pembunuh   Teman-teman baca cerpen Misfah   Romansa di Tebing Pelangi   baik   Luka   cerpenku   kesalahan bertingkat   permainan palsu   Baca cerpen terbaruku : Bandara Cinta Noella by Misfah Khairina   love you...   jurnal   jati diri   cinta sejati   gadis bisu   Caleg Gagal   misteri jerambah beringen lubay   thriller   samantha   Ali Reza   sayembara   Baca cerpen Misfah yg baru ya : School of Horror   Remaja.   cerita romantis   ali reza   hujan   aku penyegel fantasi genocode   Cerpen Islami   Perenungan   Qada dan Qadar   online   cerita yang cukup menginspirasi   cerita   cewek manis   gw ga mawu jadi jomblo teru   tsunami   banda aceh   yogyakarta   Cerpen Ali   Rofi miftahul amin   bernafas untuk Liana   pesta   perkawinan   Venia   cerita anak   Wandi   giande   Cinta Pertama   Tak cukup hanya cinta   Melepasmu   Gadis kecil dalam bus   cerpen ku   Derita Cinta   Mamaku - idiot - down syndrome   malta ikanova   fino   kisah penyendiri   cinta penyendiri   keputusan hati   PENYESALAN   Cerpenku   Masa remajaku hilang   alex   lagu   musik   percy   guru   cinta remaja   cinta romantis   eiji   kirei   dongeng   ??   Salah paham   Pernikahanku   Hampa   cerita cinta   Dia dan musik (last)   dia dan musik (8)   dia dan musik (7)   dia dan musik (6)   dia dan musik (5)   dia dan musik (4)   dia dan musik (1   2   3)   cerita remaja   diet   Pesan untuk untuk cintaku   Bahagia Arbi   Tak Ada Cinta di Pantai cermin   Bidadari Negeri Bunian   korupsi   bla bla bla   HEYREN   sebuah harapan   jiwa soul   Shandy   anak   cerpennet   surat   1000   free   gratis   soFY   Merry   cerita menyedihkan dan mengasikkan   1   kuhapus airmataku dengan kartu undangan ditanganku.hatiku bertanya akankah kurasakan lagi ini setelah aku menikah?   SMP   ulang tahun   perpustakaan   kutu buku   dikucilkan   Suara Hati   Kenyataan Pahit Yang Harus DiHadapi   exited   Siswa Baru Itu...   Kebahagiaan Yang Sirna   di Taman Sorga   igau desember   cerpen desember   6   DASAR HEP- (OVI)   HELP ME (OVI)   PARADISE (OVI)   KEMATIAN   amry   sahabat pelit   cerpen cinta chicha   hilang ingatan   just title   Lanjutan part 1 ..   Part 1 ..   sahabat pelit (part 2)   Tawuran   menunggu   sastra   ekonomi   januari   Aku hidup untuk kedua kalinya   Cinta Perlu Dikatakan   cinta takan pergi   pertemanan   Light novel   moe   sci-fi   drama   detektif   Solitude   bus kota   cerpen kehidupan   hantu   inspirasi   jurang   karyawan   kebakaran   kecelakaan   keluarga kecil   PHK   sopir   cerpen bersambung   cinta jarak jauh   kisah asmara   konflik   perpisahan   Arthur Samuel   odi shalahuddin   Terry   odi Shalahuddin   Odi Shalahuddin   gw   Karma   sekar ayu   Film   dokumenter   film dokumenter smpn 10 jakarta   vampire   the maine   lucia   rion   Laki-Laki Jatuh Cinta   story   perang   mimpi   pancoran   When you love someone   family   father   Cerita bersambung   EeEmMhHhh.....   ....................?????????   lima november   cerita cinta remaja   langkah   begitu menyakitkan   cerpen motivasi   cerita serem banget + lucu   Dhea Tamara's Short Story   POLAROID   gila   shevanna   andi   naya   Senyum Terakhir Kak Didot   Pertanyaan di Benak Lyra   hantu dalam sumur   yanah   Semangat   Sosial   MIRZA   foto seksi   Sahabat Selamanya   princes   Rasa itu   tiba-tiba saja hadir menghampiri hatiku   “aduuuuuuuuuuuuuh   ayah kaki oit   kaki oit terjepit” ayah yang mendengar suara itu langung melihat kebelakang ternyata Oit anakku

Tentang Penulis Cerpen

LIHAT CERPEN Odi Shalahuddin YANG LAIN
Rating: Not yet rated

Comments

No comments posted.

Add Comment


Enter the code shown

Visual CAPTCHA


Untuk memperindah dan mempercantik blog/web kamu maka silahkan pasang kode di bawah, untuk menampilkan gambar animasi keci ini dan mempermudah oranglain untuk memasukkan cerpen mu yang ditulis di blog/webmu ke Cerpen.net
Masukkan cerpen ini ke Cerpen.net
Copy This code below, Paste in to your web/blog


CERPEN TERPOPULER

1: persahabatan
dibaca 160651 kali
2: SATU PERSAHABATAN DALAM HIDUPKU
dibaca 50986 kali
3: Menunggu Pelangi
dibaca 48810 kali
4: Dilarang Jatuh Cinta
dibaca 48165 kali
5: Untuk Sahabat
dibaca 44001 kali
6: GERIMIS
dibaca 38192 kali
7: OBAMA dan TUKANG BECAK
dibaca 34960 kali
8: impian
dibaca 27546 kali
9: Surat dalam Hujan
dibaca 27545 kali
10: Cerpen Penjual Pensil
dibaca 23700 kali

KOMENTAR CERPEN TERBARU

cerpen :Love It Must Have
this story make me confusing... hehe... I'm so sorry to say this...
Comment By: gw

cerpen :Pertanyaan di Benak Lyra
keren banget....
Comment By: Guest

cerpen :Sahabat Dunia Maya
emang iya,hehehehehe
Comment By: dreadnought

cerpen :Tentang Nama Belakang
bagus bagus.. endingnya bagus haha
Comment By: Guest

cerpen :Pertanyaan di Benak Lyra
Versi update-an nih! Mnurut kalian lbh bgs yg awal ato yg ini?
Comment By: sikhod

cerpen :Surat Untuk Suamiku
ini kisah nyata ya???
Comment By: Guest

cerpen :Surat Untuk Suamiku
sedih.... jempol deh :-)
Comment By: Riana

cerpen :Menunggu Pelangi
Ga OKeeeeh
Comment By: Guest

cerpen :my autis BoyFriend
cerpen yg simple tapi menarik. seru deh. keren keren ceritanya juga ga banyak nemu yg begini nih. good job
Comment By: Guest

cerpen :Cinta Terpendam
teima kasih kalau rekan2 berkenan untuk mengomentari cerpen ini
Comment By: Guest

cerpen :Artisku Pembohong
wew... beneran kisah nyata tuh? dahsyat :)
Comment By: Loli Lita

cerpen :Apel Tanpa Bendera
bahasa yang kurang bagus, tidak patut di contoh, masak Merah Putih di tulis "merah putih", itu melecehkan negara kita, sekolah negri apa itu....?
Comment By: Guest

SPONSOR

INFO LOWONGAN KERJA

BERLANGGANAN CERPEN TERBARU ? GRATIS

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

CERPEN INFO

Cara nulis cerpen di cerpen.net : registrasi dulu, trus masuk ke menu Tulis Cerpen (kalo gak registrasi gak bisa akses menu ini ), setelah nulis cerpen silahkan di publish.. dan bimsalabim.. lihat hasilnya.. silahkan bereksplorasi pada menu cerpen.net lainnyaa.... misalnya : profileku dsb...:)




LINK-CERPEN.NET

Populerkan Cerpenmu, COPY dan PASTE kode HTML di bawah ini di BLOG kamu, lihat hasilnya...
lihat cerpenku di cerpen.net

PENGUNJUNG CERPEN.NET

  • 30 users Cerpen.Net online.