WELCOME Guest

| RSS

CERPEN.NET, kumpulan cerpen, tempat membaca cerpen, menulis cerpen online dan apresiasi kumpulan CERPEN
Teras Cerpen.net | Tulis Cerpen | Cerpen Terbaru | Contact Cerpen.net | Login to Cerpen.Net | Register To Cerpen.net | Members Cerpen.net
Mau Pasang Iklan di Cerpen.Net..? Silahkan Contact Admin atau kirim SMS ke 0852 391 89 333

CERPEN : Bukan Rani Juliani

| Print Cerpen
Posting cerpen by: lilik koerniawan
Total cerpen di baca: 2991
Total kata dlm cerpen: 2035
Tanggal cerpen diinput: Fri, 15 Jan 2010 Jam cerpen diinput: 11:01 AM
1 Komentar cerpen

Warung Soto yu Painah yang biasanya ramai disambangi Kang Parto terlihat sepi. Biasanya jam segini ramai dikunjungi para blantik sapi. Entah pasar baru ramai atau sepi, menjelang hari kurban atau tidak, warung soto selalu penuh sesak. Tapi menjelang siang itu terlihat lengang. Hanya nampak yu Painah di dapur belakang. Karena hanya terbuat dari sekat bambu, gorengan tempe gembus dan tahu sumbat itu pun bisa terlihat menganga kekuningan dari luar. Dan bau gumpalan gandum yang benar-benar mengundang selera itu gampang tercium dari loket pasar. Pantas sekali tukang blantik demen jajan di sana.     Selain dalam urusan makanan yu Painah memang jago, dia juga belum lama ‘menjanda’. Suaminya yang hanya bisa nongkrong di warung lama kelamaan tidak betah kalau cuma ngatung dan sejak dua bulan lalu ia minggat tanpa pamit. Untung si Rani, anak semata wayang mereka sudah kawin dan tinggal di Medan. Tapi kadang yu Painah cemas memikirkan si Rani, jangan-jangan suaminya nyusul anaknya ke Lampung. “Kalau sampai bojoku berani nggoda anakku lagi, tak potong kemaluannya!” Yu Painah sering sesumbar ancaman tentang hal itu kepada para pelanggannya. Yah, memang tradisi nikah arisan sering terjadi di lingkungan Desa Njetak. Suaminya memang hanya ‘tubrukan’ orang tua yu Painah agar kehamilannya tidak membuat malu keluarga besar Haji Sanusi, orang terpandang di desa Njetak yang juga adalah kakek si Rani. Dan buntutnya, yu Painah hanya berjodoh dengan suami yang autis. Hanya bisa bersenang-senang dengan dunianya, main judi, mabuk perempuan, dan arak.
***
    “Pada kemana to Yu?” Suara kang Parto yang serak mengagetkan yu Painah yang baru asyik berdendang lagunya Hijau Daun.     “Wong edan kamu!! Ngagetin aja.” Bentaknya sambil mengacungkan sotil tinggi-tinggi. “Tuh, pada ke warung potong madura. Nonton tipi. Ndak tahu mereka lihat apa. Tapi kata Samiun ada berita heboh di Jakarta.” Jelasnya.    “Eleh yu, paling juga heboh tentang pemilu yang ngabisin biaya miliaran rupiah tapi tidak sebanding dengan hasilnya. Apa lagi ngitungnya lewat satelit, itu loh yu lewat internet dan dihubungkan dengan komputer, gagal to itu.” Kang Parto mencoba menjelaskan dengan seksama, padahal omongan yang dia sampaikan itu hasil curi dengar dari Pak RT sewaktu jagongan manten tadi malam.    “Bukan To! Berita itu tentang si Tukang Jagal Koruptor. Itu loh orangnya berkumis tebal, rambut item, badannya tegap, kalau bicara tegas, ceplas ceplos, dan guanteng. Tapi aku lupa namane.” Yu Painah sambil menerawang. Ia menghadap langit-langit warung. Ia menghela nafas. Nampaknya yang ada dipikirannya bukan orang yang dimaksud dalam berita. Tapi Pak Guru baru yang sering mampir ke warung dia saban pulang sekolah. Gunaryo namanya. Ia guru bantu di SD sebelah pasar. Dasar ‘janda’ kemayu.    “Oh, beliau to.” Kang Parto mengangguk sok tahu sambil menyerobot tempe panas yang menggoda air liurnya. Ia pun cepat duduk dan minta segera di buatkan es kampul –es teh diceplungin jeruk separuh–. Ia menjumput cabai lalap yang berada di dalam bungkusan Koran di depannya. Sedetik kemudian ia mengamati gambar orang di sobekan koran tersebut dengan cerita yu Painah. “Wah, sama persis. Apakah ini orangnya. Siapa namanya ya?” gumamnya dalam hati.     
***
    “Wah, kalo para petinggi ulahnya seperti itu, kemana bangsa kita mau dibawa?” teriak Maryoto kencang.    “Yo jangan ngepal dulu, ndak semua orang jakarta seperti itu.” Dullah cepat menimpali.    “Kamu jangan mbela Lah, dia dikenal bersih to. Tegas dalam menjalankan tugas. Bahkan besan presiden dimasukkan ke penjara, apalagi cuma cecunguk senayan. Tapi… ujung-ujungnya gantian dia masuk penjara. Orang macam apa itu? Ibarat menjilat ludah sendiri. Titik!” Samiun menyela dengan nada emosi. Maryoto pun mengangguk setuju.    “Tapi biasanya, kalau sudah kadung malu ketahuan belangnya. Ia akan menghalalkan segala cara untuk melindungi diri. Ndak usah jauh-jauh. Si Japra suaminya Painah, setelah dia ketahuan belangnya mau nggagahi Rani ia pun berbohong pura-pura hilang ingatan karena mabok. Padahal ia seharian mbantu aku nukang di rumah Pak RT.” Maryoto pun membuat argumentasi logis.    “Iya, tapi jangan keras-keras ah. Kasian yu Painah. Kalau dia dengar gimana?” Seloroh Dullah sambil melirik Maryoto dalam-dalam.    “Ah, biarin aja. Toh juga kemaren yu Painah nggelar tahlil dan yasin buat syukuran tepat 40 hari kepergian Japra.” Bela Maryoto.    “Hush, kamu ngaco! Kemaren acara buat saudara angkatnya yang baru saja meninggal. Aku yang nrima sms kematiannya dari Bandung kok.” Samiun mbungkam mulut Maryoto.    “Udah-udah! Gini saja yang penting setiap dari kita bisa mengambil hikmah dari sebuah peristiwa. Entah mau dari kisah si Japra, penggede-penggede dari Jakarta atau siapapun. Kita musti pinter membaca keadaan. Dan jangan mudah terpancing emosi.” Dullah mencoba melerai kecamuk perbincangan mereka. Ia beringsut duduk di bangku panjang warung yu Painah. Berpiring-piring gorengan hangat yang tersedia nampaknya ikut meredam kemarahan Maryoto dan Samiun. Mereka pun duduk berebut penganan yang masih menghangat disertai dengan cabai yang baru saja dibeli dari bakul pasar. Namun rasa cabai itu tetap masih kalah pedas dengan berita yang sempat membuat mereka kecewa dengan pejabat di Jakarta. Bukan tanpa sebab mereka bertingkah seperti itu, karena bisa saja harapan mereka hancur untuk memperkarakan Sarkono, lurah nakal yang telah menggelapkan dana BLT warga Njetak sebesar 50% dari dana seharusnya, bila saja mereka mempunyai aparat berotak udang di Jakarta sana. Kebetulan mereka bertiga sekarang menjadi pengurus inti PPL Desa Njetak, singkatan dari Paguyupan Penggugat Lurah.            
***
    “Ada berita apa to Mas Miun?” Parto mencoba lirih bertanya.    “Ah, kamu To, Parto! Biar kamu ndak bisa mbaca tapi kan bisa mendengar. Apa ndak lihat di tipi berita tentang Pak Antasari?” Samiun berusaha menjelaskan dengan majas ironi.     “Hya, hya Mas. Memang siapa dia Mas, orang Jakarta yang katanya yu Painah Seorang Jagal Koruptor?” Parto berusaha untuk belajar mengerti.    “Lah itu tau…!” Maryoto menambai dan sedikit memberi semangat.    “Dia ketua KPK To, alias Komisi Pemberantasan Korupsi. Nah, KPK itu kerjanya memberangus pejabat-pejabat, anggota dewan, atau siapapun yang telah berlaku tidak halal memakan apapun yang bukan hak mereka. Kamu tahu korupsi itu apa to?” Terang Dullah sambil sesekali meneguk serbat yang baru saja dia pesan dari yu Painah. “Nah, selama ini dia bekerja dengan bagus. Memberantas tanpa pandang bulu dalam menangkap pelaku korupsi. Tentu dia tidak bekerja sendiri. Tapi di bawah kepemimpinannya KPK menjadi momok bagi para koruptor.” Imbuh Dullah.    “Nah, tetapi… ada tetapinya… .” Sergah Maryoto buru-buru.    “Apa Mar, tetapi mengapa?” Parto mendekat ke muka Maryoto dengan cepat.     “Tetapi sekarang dia menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap sahabatnya yang juga seorang Kepala BUMN alias Badan Usaha Milik negara. Namanya Nasrudin. Karena cuma seorang perempuan… ya to.”  Maryoto menjelaskan dengan mimik menyesal.    “Perempuan…??” Parto nampak bingung. “Perempuan gimana to Mas Miun?”    “Gini lo To, si Ansatari itu bersahabat dekat dengan Nasrudin. Dan si Nasrudin telah menikahi siri si perempuan. Tapi karena nafsu bejat, Antasari selingkuh dengan perempuan itu. Dan dikonangi si Nasrudin. Karena si Nasrudin mengancam membeberkan semuanya ke koran dan tipi, maka si Antasari ketakutan dan akhirnya membunuh Nasrudin. Ngerti kamu To?” Jelas Samiun panjang lebar.    “Terus…?” Parto menghela nafas.    “Terus ya dengerin saja televisi To, kamu juga bakal tahu. Tapi inget kita harus tetap menegakkan azaz praduga tak bersalah.” Dullah menambahkan.    “Kok gitu to Lah! Kan harus nunggu nanti sore. Dan kalau sore kamu tahu sendiri aku kemana?” Muka Parto cemberut.    “Ke sawah kan?” Dullah mengejek. “Gini saja To, kamu coba dengerin apapun nanti malam. Kamu nyalakan tipi dan hidupkan radio. Jika kamu mendengarkan dengan baik. Kamu akan tahu kasus ini! Dan sekarang, ayo kita makan nasi kare buatan yu Painah ini! Daripada ngomongin pejabat yang ndak jelas seperti mereka. Yang penting kasus kita dengan pak Lurah Sarkono jangan sampai terhenti. Toh KPK tidak harus identik dengan Pak Antasari. Ya to?”    “Dan sekarang aku butuh cabe di depanmu To… Tolong kamu ambilkan semua, biar aku bisa pilih sendiri. Sini…!” Celetuk Samiun.    “Yowis, monggo Mas. Diambil aja.” Parto mengangkat secuil kertas koran pembungkus cabai ke hadapan Samiun.    “Terimakasih…” Samiun sambil mengayunkan kepala. Dia pun menaruh bungkusan kertas koran yang menjadi alas cabai yang tinggal beberapa batang. Ia memilih-milih cabai yang ranum. Ia mainkan jemari tangannya sambil mengorek-korek beberapa batang cabai dengan pelan-pelan dan kemudian berteriak keras, “Edan Parto… Kamu edan To!”    Mereka semua terperanjat tak terkecuali yu Painah menghambur dari dapur belakang sambil berteriak, “Ada apa, ada apa…!”    “Gila yu, dari tadi dia sudah melihat beritanya tentang si Antasari. Bahkan lebih dulu tahu dari aku, Kang Dullah, dan Mas Maryoto bahkan kamu Yu. Tapi dia ndak ngerti Yu.” Sambil ia menghentakkan kakinya beberapa kali ke tanah dengan mata membelalak kepada Parto. Dan dengan lugu Parto menjawab, “Apa to Mas, tentang orang dalam gambar itu? Orang yang mirip Gunaryo guru baru SD Njetak 1? Memang dia masih saudara dengan orang yang berada dalam foto itu?” Samiun menggelengkan kepala. Andai saja Kang Parto dapat membaca. Karena secuil kertas koran untuk bungkus cabai itu kebetulan memuat berita tentang sang Penjagal Koruptor. Dan jelas kelihatan sekali bahwa headline news mengatakan: Antasari Ditetapkan Menjadi Tersangka. Sayang kang Parto yang hanya lulusan Sekolah Dasar kelas satu tidak bisa menerjemahkan dengan baik gambar itu.    “Kamu… Satro …” Bentak Samiun. “Ini adalah Pak Antasari. Dialah ketua KPK itu. Beritanya lengkap di sini. Dan bahkan perempuan yang dalam berita tipi tadi disebutkan dengan berinisial R, di sini ditulis lengkap bahwa namanya RANI.”    “Siapa? Rani?” Bentak yu Painah sambil merebut koran bungkus cabai itu. Secepat itu ia langsung teringat dengan anak perempuannya yang bernama Rani. Ia pun cepat berpikir apakah anak semata wayangnya itu telah dijual oleh Japra mantan suaminya kepada ketua KPK itu untuk menjadi selingkuhannya. Yu Painah nampak kacau. Mukanya memerah.    “Bukan yu… bukan Rani anakmu. Tapi ini Rani yang lain. Dia anak kuliahan semester dua. Profesinya sebagai tukang ambil bola golf… . Dan ini ada fotonya, nih lihat!” Mereka berlima mengamati dalam-dalam gambar Antasari dan insert foto Rani di kertas koran itu.    Dan dengan memelas Parto berucap, “Ya maafkan aku Kang, Mas, Yu… gara-gara aku tidak bisa membaca kalian menjadi ribut begini.” Dan mereka berempat pun berderai tawa melihat tingkah Parto yang langsung beringsut menjauh sambil menunduk dan sesekali melirik mereka berempat.    Yu Painah berujar pelan, “Andai bukan Rani yang digagahi oleh bapaknya, aku tidak akan semarah ini…. Andai saja orang lain.” Ia pun menghela nafas panjang. “Aku kadung tresno dengannya meski ia hanya sampah bagiku. Tapi dia tetap suamiku. Meski bukan ayah kandung Rani. Sebenarnya aku kangeen dengan Japra. Kangen dengan goblok dan setianya.” Ujar yu Painah sambil masuk ke dalam. Sosoknya yang setia kepada sang suami mirip dengan sosok istri Sang Penjagal Koruptor, seperti Laksmi.      Dullah, Samiun, dan Maryoto pun saling berpandang mata. “Ternyata, yu Painah sama dengan Kang Parto, mereka mengartikan apa yang ada di depan mata mereka bukan dengan membaca peristiwa yang terjadi, tetapi mengartikan hanya dengan peristiwa yang mereka alami.” Ujar Dullah.    Mereka bertiga duduk kembali dan meneruskan siang itu dengan berdiskusi tentang rencana PPL Desa Njetak yang akan tetap memejahijaukan Sarkono meskipun Antasari tidak lagi menjabat sebagai ketua KPK. Karena mereka percaya, pamor pemberantas kejahatan tindak pidana korupsi bukan terletak pada diri pimpinannya, tapi pada kesolidan organisasinya. 
***

Populerkan, simpan atau kirim cerpen ini : Share/Save/Bookmark

TAG-CERPEN.NET

  gerimis   hamil   Kedua   pada   pensil   cerpen   islami   CERPEN   ROMANTIS   nembak   agus   motivasi   sumber   sumber motivasi   anak-anak   seno   gumira   Poligami   PutuWijaya   Cinta   Atas   PerahuCadik   Dilarang   JatuhCinta   Bidadari   Mengambil   Mata   Saya   Surat   dalam   Hujan   lucu   KKN   LURAH   humaor   obama   becak   tukang   taman   cinta   remaja   abg   CINTA   ibrahim   perempuan   rohyati sofyan   cerpen cinta   cerpen dewasa   sepak bola   SELAMAT TINGGAL DAN SELAMAT DATANG CITA-CITA   DINDA   kamera   lomo   lomografi   wanita   cinta semarga   nasir   mujahid   GERIMIS LANJUTAN   barzakh   ngobrolkosong   Dunia   tragedi   Pencuri   Motivasi   Aborsi   cerpen romantis   SalahJatuhCinta   Bersama Bintang   Mencuri   tobat   karma   islam   OJEK   TAK ADA   KABUT CINTA   Islami   setan   gerhana   cikal   tangsel   cerpen.mimpi   kerinduan   kesucianku   jatuh cinta   wartawan idealis   guru idealis   SINABUNG   hm...   Maulana Akbar alias Abel   Purple-niz   Lenny Yulia   pembunuhan   orcan   brother   sahabat   Cerpen   komedi   apes   bunda   pengorbanan   It's a great one...   fairy   123456   444   Rey   Menunggu   pelangi   Tito   balap   Tami   mama   ayah   motor   Hugo   rumah sakit   love   blind   tens   hurt   memoriam --> mas ohed stres...   download novel   pemuja rahasia   secreet admirer   kuliah   romantis   puisi   bunga   muslimah   cina   jilbab   airmata   CERITA KEHIDUPAN   (Cerpen ini kupersembahkan untuk seorang teman yang sedang bergulat melawan perihnya kehidupan bersama anak-anaknya   setelah perceraian dengan suaminya). Maju terus!Tetap semangat!   adesuryatii@blogspot.com   http://karimahcentre.blogspot.com/   -   Rahasia   Cerita Hari Ini Penuh Makna   suatu   hari   hidupku   dawn   felicity   gwynedd   east bay   cerpen remaja cerpen cinta cerpen dewasa cintaku di bumi madinah   cerpen abah abah cerpen   cerpen bilik mayat cerpen   cerpen islami   cerpen remaja   cermen gaul   cerita remaja dan cinta   cerita kehidupan   Renungan   mengharukan   semangat   ungu   dreaming vs action   stop dreaming start action   firmansyaharia1982   catatan   larung   misteri...   Ungu   POEM   ibu   lily   alya   Arina Jangan Pergi !   www.facebook/saifulbahri@rome.com   qqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqq   Dhea Tamara Short Story   hati   hari-hari   bahagia   hikmah   aku   cinta dan kepedihan   mohpn dikomentari.. Thx..   cinta terpendam   Suka Sayang Cinta   kasih   Diculik? Mau dong!   Langit   Gelap dan Cahaya (4)   Gelap dan Cahaya (1)   Gelap dan Cahaya (2)   Gelap dan Cahaya (3)   Gelap dan Cahaya (5)   Gelap dan Cahaya (6)   Gelap dan Cahaya (7)   Gelap dan Cahaya (8)   Gelap dan Cahaya (9) End   Gelap dan Cahaya (10) Extra   Labirin Hidup   Jasmine   langit   Kabut dan Kamu   www.mediasastra.com   www.mediasastraindonesia.net   lover   you   pelajar   dukun   comment please!   cerpen anak   cerpen islam   cerita misteri   cerita detektif   cerpen lucu   cerpen humor   cerpen anak muslim   mayat   cerpen humor   love junkies   saatnya hatiku pulang   tertinggal   hutan   petualangan   Aku Langit Asu Johanes Koen Prosa   Romantis.   Cerpen Cinta   Cerpen Motivasi   cerpen sains   cerpen horor   cerpen sadending   cergam   Janji   Malu Tapi Mau   Radioppidunia   Remaja   Giselle   1 hati 3 cinta part 1   1 hati 3 cinta part 2   semua awal asti ada akhirnya. sebelum semua berakhir jangan pernah menyianyiakan setiap kesempatan yang kita miliki.   Story   kelas   Malaikat Putih   sakit jiwa   patah hati   Love the hard way   ceepen   cerpenafil.blogspot.com   alter ego kepribadian ganda polisi psycho pembunuh   Teman-teman baca cerpen Misfah   Romansa di Tebing Pelangi   baik   Luka   cerpenku   kesalahan bertingkat   permainan palsu   Baca cerpen terbaruku : Bandara Cinta Noella by Misfah Khairina   love you...   jurnal   jati diri   cinta sejati   gadis bisu   Caleg Gagal   misteri jerambah beringen lubay   thriller   samantha   Ali Reza   sayembara   Baca cerpen Misfah yg baru ya : School of Horror   Remaja.   cerita romantis   ali reza   hujan   aku penyegel fantasi genocode   Cerpen Islami   Perenungan   Qada dan Qadar   online   cerita yang cukup menginspirasi   cerita   cewek manis   gw ga mawu jadi jomblo teru   tsunami   banda aceh   yogyakarta   Cerpen Ali   Rofi miftahul amin   bernafas untuk Liana   pesta   perkawinan   Venia   cerita anak   Wandi   giande   Cinta Pertama   Tak cukup hanya cinta   Melepasmu   Gadis kecil dalam bus   cerpen ku   Derita Cinta   Mamaku - idiot - down syndrome   malta ikanova   fino   kisah penyendiri   cinta penyendiri   keputusan hati   PENYESALAN   Cerpenku   Masa remajaku hilang   alex   lagu   musik   percy   guru   cinta remaja   cinta romantis   eiji   kirei   dongeng   ??   Salah paham   Pernikahanku   Hampa   cerita cinta   Dia dan musik (last)   dia dan musik (8)   dia dan musik (7)   dia dan musik (6)   dia dan musik (5)   dia dan musik (4)   dia dan musik (1   2   3)   cerita remaja   diet   Pesan untuk untuk cintaku   Bahagia Arbi   Tak Ada Cinta di Pantai cermin   Bidadari Negeri Bunian   korupsi   bla bla bla   HEYREN   sebuah harapan   jiwa soul   Shandy   anak   cerpennet   surat   1000   free   gratis   soFY   Merry   cerita menyedihkan dan mengasikkan   1   kuhapus airmataku dengan kartu undangan ditanganku.hatiku bertanya akankah kurasakan lagi ini setelah aku menikah?   SMP   ulang tahun   perpustakaan   kutu buku   dikucilkan   Suara Hati   Kenyataan Pahit Yang Harus DiHadapi   exited   Siswa Baru Itu...   Kebahagiaan Yang Sirna   di Taman Sorga   igau desember   cerpen desember   6   DASAR HEP- (OVI)   HELP ME (OVI)   PARADISE (OVI)   KEMATIAN   amry   sahabat pelit   cerpen cinta chicha   hilang ingatan   just title   Lanjutan part 1 ..   Part 1 ..   sahabat pelit (part 2)   Tawuran   menunggu   sastra   ekonomi   januari   Aku hidup untuk kedua kalinya   Cinta Perlu Dikatakan   cinta takan pergi   pertemanan   Light novel   moe   sci-fi   drama   detektif   Solitude   bus kota   cerpen kehidupan   hantu   inspirasi   jurang   karyawan   kebakaran   kecelakaan   keluarga kecil   PHK   sopir   cerpen bersambung   cinta jarak jauh   kisah asmara   konflik   perpisahan   Arthur Samuel   odi shalahuddin   Terry   odi Shalahuddin   Odi Shalahuddin   gw   Karma   sekar ayu   Film   dokumenter   film dokumenter smpn 10 jakarta   vampire   the maine   lucia   rion   Laki-Laki Jatuh Cinta   story   perang   mimpi   pancoran   When you love someone   family   father   Cerita bersambung   EeEmMhHhh.....   ....................?????????   lima november   cerita cinta remaja   langkah   begitu menyakitkan   cerpen motivasi   cerita serem banget + lucu   Dhea Tamara's Short Story   POLAROID   gila   shevanna   andi   naya   Senyum Terakhir Kak Didot   Pertanyaan di Benak Lyra   hantu dalam sumur   yanah   Semangat   Sosial   MIRZA   foto seksi   Sahabat Selamanya   princes   Rasa itu   tiba-tiba saja hadir menghampiri hatiku   “aduuuuuuuuuuuuuh   ayah kaki oit   kaki oit terjepit” ayah yang mendengar suara itu langung melihat kebelakang ternyata Oit anakku   “kamu punya saudara yang namanya Yuli” “punya teeh kenapa?” “kamu disuruh baca yasin buat kakakmu Yuli   sms dari keluargamu” aku terdiam   didalam benakku ada apa gerangan   ULTAH DI RUMAH HANTU

Tentang Penulis Cerpen

LIHAT CERPEN lilik koerniawan YANG LAIN
Rating: 4.0

Comments

Wed, 20 Jan 2010 2:14 PM, by Guest
KEPAANJANGAN CERPENNYA,CERPEN APA NOVEL NICC

Add Comment


Enter the code shown

Visual CAPTCHA


Untuk memperindah dan mempercantik blog/web kamu maka silahkan pasang kode di bawah, untuk menampilkan gambar animasi keci ini dan mempermudah oranglain untuk memasukkan cerpen mu yang ditulis di blog/webmu ke Cerpen.net
Masukkan cerpen ini ke Cerpen.net
Copy This code below, Paste in to your web/blog


CERPEN TERPOPULER

1: persahabatan
dibaca 162044 kali
2: SATU PERSAHABATAN DALAM HIDUPKU
dibaca 51742 kali
3: Menunggu Pelangi
dibaca 49079 kali
4: Dilarang Jatuh Cinta
dibaca 48548 kali
5: Untuk Sahabat
dibaca 44321 kali
6: GERIMIS
dibaca 38452 kali
7: OBAMA dan TUKANG BECAK
dibaca 35158 kali
8: Surat dalam Hujan
dibaca 27729 kali
9: impian
dibaca 27721 kali
10: Cerpen Penjual Pensil
dibaca 23811 kali

KOMENTAR CERPEN TERBARU

cerpen :MAAF
yu kalo zhinta elo dan yakin ^^ aku dukung kmu berangus pelacur intelektualitas ber nick name joe
Comment By: Ricky Luck

cerpen :persahabatan
http://www.facebook.com/profile.php?v=app_2347471856&ref=profile&id=1815757899#!/notes/cerpen/persahabatan/153574601228 ini alamat dimana plagiat ini ...
Comment By: Ricky Luck

cerpen :persahabatan
tapi sayang seribu sayang penulis cerpen ini hanyalah plagiat. hak intelektualitas adalah berwajah ciri.http://www.facebook.com/profile.php?v=app_2347 ...
Comment By: Ricky Luck

cerpen :persahabatan
Kaliannnnnnnnnnn cerpen ga melulu tentang cerita unik. Kejadian sehari-hari yang bisa bikin orang tertegun membacanya disimpulkan hebat yang bikin cer ...
Comment By: Ricky Luck

cerpen :persahabatan
Tak habis pikir,kenapa ada orang yang pede nge-share cerpen model beginian. Sudah jelek,bangga dianggap populer pula. Kasihan kamu Nak..!
Comment By: Guest

cerpen :WARAS (sms cerpen mode)...
keren boss....
Comment By: Guest

cerpen :saat cinta merah kuning hijau

Comment By: Guest

cerpen :WAKTU
iya bener... ni cewe/cowo?? om/tante... cerpennya bagus banget :) suatu pelajaran buat aku.. makasih yaa :)
Comment By: Guest

cerpen :SETIA
ceritanya keren.... sedih... oke banget :)
Comment By: Guest

cerpen :persahabatan
seru baca komen2nya,,heheheh :p
Comment By: Guest

cerpen :ULTAH DI RUMAH HANTU
crpen na lumayn nie bwt blu kuduk mrinding. hehehe
Comment By: Guest

cerpen :KECANDUAN DUNIA MAYA!!
good
Comment By: Guest

SPONSOR

INFO LOWONGAN KERJA

BERLANGGANAN CERPEN TERBARU ? GRATIS

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

CERPEN INFO

Cara nulis cerpen di cerpen.net : registrasi dulu, trus masuk ke menu Tulis Cerpen (kalo gak registrasi gak bisa akses menu ini ), setelah nulis cerpen silahkan di publish.. dan bimsalabim.. lihat hasilnya.. silahkan bereksplorasi pada menu cerpen.net lainnyaa.... misalnya : profileku dsb...:)




LINK-CERPEN.NET

Populerkan Cerpenmu, COPY dan PASTE kode HTML di bawah ini di BLOG kamu, lihat hasilnya...
lihat cerpenku di cerpen.net

PENGUNJUNG CERPEN.NET

  • 105 users Cerpen.Net online.