CERPEN : BEHIND THE SCENE
| Print Cerpen
Posting cerpen by: Ra2
Total cerpen di baca: 700
Total kata dlm cerpen: 2377
Tanggal cerpen diinput: 26 Jan 2010 Jam cerpen diinput: 11:11 PM
4 Komentar cerpen
<!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --> Sore itu di sisi selatan danau buatan kampus kita yang dikelilingi oleh hutan-hutan mini pepohonan akasia dan ki hujan, pada sebuah gazebo yang hampir roboh oleh ulah rayap yang menggerogoti tiang-tiang penyangganya,, engkau duduk menunduk dengan dua lutut yang merapat ke wajahmu dan dengan lengan yang melingkar memeluk lutut. Dari arah belakang kusaksikan pundak dan punggungmu naik turun dan terguncang seolah terdorong oleh rongga dada dan kedua lututmu. Awalnya kupikir engkau sedang terbahak untuk sesuatu yang entah apa, namun kemudian sayup terdengar suara isak tangismu membantah terkaanku. Sebuah deheman sengaja kubuat-buat untuk sekedar memberimu isyarat akan kehadiranku, namun tak jua kau hiraukan diriku. Pun ketika aku sudah duduk tepat disisi kirimu, seolah engkau tak merasakan keberadaanku. Akupun merasa serba salah dan penasaran dengan sesuatu yang asing dari dirimu,“kamu ndak sedang bercanda kan wi” Tanyaku menghalau terkaankutak ada jawaban dari dirimu yang membuatku mulai cemas“kamu kenapa wi” Tolong dong cerita ke aku”. namun tak jua kau respon.“Kamu boleh kok pinjam dadaku untuk menangis” tawarku sambil merangkulmu dan membenamkan wajahmu dalam dekapanku. Tak sepatah katapun yang terucap selaian tangismu yang memiriskan hati. Akupun larut dalam ritme duka yang kau hadirkan dan membuatku hanya mematung dan membiarkan air matamu membasahi kaosku yang kemudian merembes membasahi dadaku. Kurasakan hangat air matamu seolah membakar hatiku dan turut mencairkan rasa empatiku dengan buliran air mata. Akupun ikut menangis.“Wi kamu mau kan cerita ke aku” tanyaku setengah berbisik setelah kurasakan tangismu mulai meredaPerlahan kaupun mengangkat kepalamu dan mengrahkan pandanganmu ke hamparan danau dengan permukaan yang memantulkan sisa-sisa cahaya mentari yang akan segera berpamit untuk sepotong waktu yang bukan haknya“Aku tak apa-apa ri, kamu ndak usah mencemaskanku” ucapmu datar seolah aku anak kecil yang tak bisa membaca guratan masalah dari wajah dan air matamu“Wi kamu masih anggap aku sahabatkan? jadi tolong dong kamu jangan egois gitu dengan tidak mau membagi dukamu denganku”. Seruku dengan sedikit memelas.Sampai kapanpun kau adalah sahabat terbaikku ri, Cuma untuk kali ini aku mohon kau jangan memaksaku untuk berbagi ri, karena sungguh aku tak ingin membebanimu dengan masalah yang tak pantas untuk sekedar kau tahu. Cukup aku yang takluk ri, dan memang harusnya akulah sendiri yang harus menuai buah atas pilihanku dimasa lalu” sebuah jawaban yang semakin membuatku penasaran“Wi aku berhutang terlalu banyak padamu, kau sudah terlalu banyak membantuku, jadi tolong berikan aku kesempatan untuk membayar sedikit hutang budiku” Sebuah ungkapan jujur dan tulus meluncur tegas dari bibirku“Tidak ri kau tak perlu merasa berhutang padaku, aku justru berterima kasih kau mau menjadi sahabatku selama ini tanpa memperdulikan latar belakang masa laluku yang tak pernah kau tahu dan tak pernah kau pertanyakan” ucapmu dengan nafas yang berat“Wi aku tak mau tahu dengan masa lalumu, seandainyapun di masa lalu engkau pernah membunuhku, itu tak akan mengurangi rasa persahabatan kita saat ini dan saat-saat indah yang kita lewati dengan penuh kebahagiaan dan mimpi-mimpi masa depan yang akan kita rengkuh bersama” Ungkapku tulus mencoba mencairkan kerasnya hatimu.“Seandainya aku bisa lepas sepenuhnya dari masa laluku tanpa ada konsekuensi yang mesti kutanggung di saat ini, tentulah hari ini aku takkan menangis ri. Dan hanya itu yang bisa aku katakan, selebihnya biarlah waktu yang menjelaskannya padamu” Jawabmu lirih dan sungguh tak dapat kutangkap maksudnya“Tidak wi, kau harus cerita, kau harus ingat dengan janji kita untuk sepenanggungan dikala senang maupun susah” sanggahku tak mau mengalah“Sudahlah ri, hari sudah gelap, nantilah saya ceritakan, sekarang kita pulang saja dulu”Tidak wi, kita tidak akan pulang sebelum kau ceritakan semua secara jujur dan terbuka akan masalahmu” ancamku untuk memaksamu terbukaKurasakan engkau menarik nafas panjang dan dalam keremangan senja masih dapat kutangkap guratan kesedihan yang menyelimuti jiwamu.Baiklah jika kau memaksa, aku akan cerita, tapi bukan di tempat ini” sebuah jawaban yang sesaat melegakan hatiku, karena kau kemudian berjanji untuk menceritakannnya secara tuntas 3 jam kemudian di sebuah kafe di pinggiran kampus di tempat kita pertama kali berkenalan.Aku takkan lupa wi dengan café itu. Karena dari situlah kisah persahabatan kita bermula. Di tempat itulah kau pertama kali memperkenalkan dirimu dan menawarkan diri untuk menjadi sahabatku, seolah-olah kau telah mengenal aku sebelumnya. Saat itu aku rasanya tak percaya seorang bidadari seanggun dirimu tiba-tiba muncul dan menawarkan persahabatan kepada seorang pecundang seperti diriku. Dan seiring waktu berjalan Kaupun menjelma menjadi dewi penolong dalam hidupku, hari-hariku kau warnai dengan pantulan energi positifmu sehingga hampir-hampir aku tak percaya dengan perubahan yang menyeruak dari diriku. Engkau mengajariku banyak hal tentang hidup dan sikap hidup, tentang ketulusan, tentang kegigihan dan kesabaran, tentang harapan dan mimpi-mimpi masa depan, tentang kemandirian dan kerja keras dan banyak hal yang sungguh mengisi hari-hariku dengan begitu optimis dan mengubur persoalan masa laluku yang tak pernah mau kau tahu dan kau tanyakan. Di mata orang-orang sekitar kita di kampus, di tempat kerja kita ataupun di mata orang-orang di sekitar pondokan selalu menyangka kita adalah sepasang kekasih karena eratnya persahabatan yang kita jalin, tentunyapun mereka akan selalu menganggap kita sebagai sepasang kekasih yang tidak serasi. Aku bisa memahami itu, dan mungkin saja hal itu merupakan bentuk kedengkian mereka terhadapku, bagaimana tidak, aku yang secara fisik sangat jauh untuk sekedar mendekati kriteria ganteng dan sangat bertolak belakang dengan dirimu yang elok laksana purnama dan memikat hati dan syahwat begitu banyak lelaki. Tak sedikit pria yang jauh lebih baik dan mapan dari diriku yang pernah mencoba mendapat cinta dan kasihmu namun selalu kau tolak dengan berbagai alasan. Akupun kemudian merasa spesial dihatimu walaupun kau sendiri selalu menolak diriku untuk menjadi kekasihmu, namun aku tak pernah kecewa karena sungguh kasih sayang yang engkau curahkan kepadaku melebihi curarahan kasih seorang kekasih sekalipun.***Waktu serasa berjalan sangat lambat malam itu dalam menantimu dan melayani segepok pertanyaan dalam benakku yang kuharap mendapatkan jawaban darimu, namun sampai lewat 30 menit dari waktu yang kau janjikan engkau belum juga muncul. Akupun menghubungi ponselmu, namun jawaban tanda tak aktif memupuskan kesabaranku dalam penantian. Akupun bergegas menyusulmu ke pondokanmu, namun yang kutemukan kamarmu sudah terkunci rapat tanpa ada pesan yang dapat aku baca. Pikirankupun mulai menerka-nerka keberadaanmu dan kembali dihinggapi kecemasan sampai kemudian sebuah sms aku terima darimu“Maafkan aku ri jika aku tak menepati janjiku malam ini. Sungguh aku tak bermaksud melukaimu dan untuk itulah aku tak datang. Makasih ri untuk sepotong waktu yang begitu berarti yang kita lewati bersama. Kau tak usah menungguku lagi dan tak usah mencariku karena Aku tak pantas lagi menjadi sahabatmu, sekali lagi thanks and sorry ri” Kucoba menghubungi kembali nomormu namun lagi-lagi sudah tak aktifKepanikan, kecemasan dan segala rasa yang menggalaukan menguasaiku dan mendorongku berpacu dengan waktu. Kupacu lariku untuk mengejar dan mencarimu ke semua sudut ruang yang mungkin aku jangkau sampai akhirnya malam itu ragaku tak mampu berkompromi dan merubuhkanku di sebuah terminal tak sadarkan diri semalaman.***Hari-hari selanjutnya tanpa dirimu terasa begitu hambar. Kupatrikan tekad dalam diriku untuk terus mencarimu dan takkan membiarkanmu memikul bebanmu seorang diri. Sungguh aku mengutuk diriku yang tak mampu menerjemahkan arti dari perubahan sikapmu dan memudarnya keceriaan dirimu saat-saat terakhir kita bersama.Kebutaanku akan latarbelakang masa lalumu sungguh membuatku tak tahu kemana aku harus memulai mencarimu. Sampai akhirnya aku teringat tentang asal sekolahmu yang pernah aku baca dalam biodatamu. Sebuah SMA yang terletak jauh di luar kota. Dari SMA itulah aku berhasil mendapatkan alamat orangtuamu dan mengantarku kesana. Sebuah desa di daerah pesisir dengan lingkungan alam yang masih sangat ramah, namun keramahan alam tak seramah sambutan ayahmu padaku ketika dia tahu aku datang untuk mencarimu. Aku hampir saja tak kuasa menahan emosiku ketika dengan suara yang meninggi dan dengan air muka yang begitu dingin dia menegaskan bahwa kau telah dianggapnya mati. Harapan untuk memperoleh sedikit informasi tentang masa lalumu hampir saja pupus sebelum kemudian ibumu menghampiriku. Dari sorot matanya dapat kutangkap kasih sayang seorang ibu yang takkan pernah memudar. Dari ibumulah kemudian sepotong kisah kelam masa lalumu aku tahu. Tantang dirimu yang terusir dari keluarga dan kampung halamanmu akibat keluguanmu yang terpedaya oleh rayuan seorang pemuda yang kemudian menyebabkan engkau hamil di luar nikah yang menggoreskan aib bagi keluarga besarmu terutama ayahmu yang masih tergolong tokoh masyarakat di desamu padahal saat itu engkau baru saja bersiap-siap melanjutkan pendidikanmu ke perguruan tinggi. Dapat kutangkap kebahagiaan ibumu ketika dia tahu ternyata engkau mampu menjalani hidupmu lebih berarti bahkan mampu melanjutkan kuliahmu secara mandiri. Diapun menitipkan pesan jika aku menemukanmu bahwa beliau sangat rindu dan tak pernah membencimu serta senantiasa mendoakan keselelamatan dan kebahagiaanmu. Sebuah pesan yang memancarkan kasih tak bertepi seorang ibu.***Tekad dan upayaku untuk mencarimu mengantarku bertemu dengan seseorang yang mengaku pernah berteman denganmu. Namanya Lisa, dia menghubungiku setelah membaca sebuah iklan tentang dirimu yang sengaja aku pasang di hampir semua koran lokal. Dari lisa kemudian lanjutan kisahmu aku tahu. Tentang dirimu yang sempat berkubang dengan amoralitas dunia prostitusi selama setahun akibat ulah pacarmu yang menjualmu ke germo setelah memaksamu aborsi. Lisa sendiri mengaku pernah bersahabat denganmu sebagai seseorang yang sama sama terjebak dalam dunia yang tak pernah kalian inginkan bersama dan kemudian sama-sama berjuang untuk lepas dari jeratan dunia tersebut. Diapun mengaku telah lama mencarimu setelah kau tinggalkan dirinya tanpa pesan, sesaat ketika kalian berhasil keluar dari jeratan dunia prostitusi. Namun sampai disitu aku belum juga menemukan titik terang keberadaanmu.Penggalan kisah yang kurangkai dari dua sumber tersebut tak jua mampu mengantarku pada sebuah jawaban tentang sesuatu yang membuatmu menyerah dan pamit dari hidupku. Engkau yang kukenal begitu tegar tidak mungkin terpuruk dan takluk oleh rentetan kejadian masa lalu setelah kau mampu bangkit dan menjadi sosok yang begitu aku kagumi. Bahkan kekelaman kisah masa lalumu tak jua mengurangi sedikitpun kekaguman dan simpatiku padamu. Toh engkau yang selalu mengajariku untuk berprinsip don’t look back. Tentang masa lalu yang tak boleh kita ratapi dan tak perlu kita ungkit-ungkit.***Sampai pada suatu hari aku menerima sebuah surat tanpa alamat pengirim yang ternyata suratmu. Sebuah surat panjang setebal 30 halaman yang lebih mirip novel yang bercerita panjang dan detil tentang kisah kelam masa lalumu dan saat-saat indah yang kita ukir bersama. Sungguh aku larut dalam kesedihan melahap lembar demi lembar suratmu. dan jawaban atas pertanyaan yang selama ini menggantung dalam benakku akhirnya kau jawab dalam suratmu. Akupun kemudian tahu jikalau konsekuensi masa lalumu tersebut ternyata berupa penyakit AIDS yang menggerogoti tubuhmu yang secara perlahan memulai kembali lembaran pilu hidupmu. Namun serta merta engkau meluluhlantahkan segenap pertahanan jiwaku dengan penegasanmu di akhir suratmu agar aku tak usah mencarimu lagi karena di saat aku membaca suratmu engkau telah mengambil sebuah keputusan untuk mengkhiri hidupmu dan takluk atas tangan takdir yang tak pernah mau menjabat tanganmu.jiwaku ambruk, satu-satunya alasan yang selama ini menopangku adalah harapan untuk kembali dapat bersua denganmu dan mengarungi hidup bersama dengan saling berbagi dan saling menopang.Seandainya kau tahu wi masa lalukupun adalah hamparan kisah kelam yang memilukan dan memalukan. Mestinya kau tahu akupun terusir dari keluargaku akibat ketergantunganku pada putaw yang kemudian menghilangkan namaku dari daftar ahli waris keluarga dan membuatku bergelandang ria sebelum engkau hadir merubah segalanya..Harusnya kau tahu wi seminggu sebelum engkau menghilang akupun baru saja memperoleh hasil tes darahku yang memvonisku positif HIV seperti penyakitmu wi dan juga merupakan akibat masalaluku sebagai pecandu putaw.Mestinya kau tahu kalau takdir sejatinya mempertemukan kita untuk saling menguatkan.Separuh jiwaku serta merta melayang bersama keputusanmu, aku ambruk dalam keterpurukan, aku meraung sejadi-jadinya mengutuk nasib yang hanya memberikan kita sepotong waku yang begitu singkat untuk menjalani hidup yang lebih bemakna. Alam bawah sadarku berontak sejadi-jadinya sehingga kesadaran dan akal sehatkupun tak mampu lagi menjadi acuan tindakanku.***Mereka kemudian menyeretku pada sebuah lingkungan baru yang justru kuanggap sebagai tempat yang lebih tenang bagiku mengisi sisa-sisa hidupku di sebuah rumah sakit jiwa. Aku dianggap sudah membahayakan dan mengganggu keselamatan dan ketentraman orang-orang di sekitarku. Kau harus tahu wi, aku sebenarnya sama sekali tidak gila, keberadaanku saat itu di rumah sakit jiwa adalah bagian dari skenarioku. Terus terang aku lebih senang divonis gila daripada aku harus tetap berada ditengah orang-orang yang kelak jijik menerimaku dengan apa adanya diriku yang seperti dirimu sebagai penderita AIDS. Biarlah aku mencoba berdamai dengan tangan takdir yang terus menamparku. Siang malam berganti menggulung hamparan waktuku di rumah sakit jiwa ini dengan menuliskan semua kisah kita. Menambal kisah hidupmu yang kau goreskan dengan begitu jujur dalam surat terakhirmu dengan kisahku yang setali tiga uang. Virus HIV semakin hari melemahkan pertahanan ragaku dan dengan sisa waktu yang kumiliki aku terus dan terus menuliskan setiap detik yang kulalui. Biar dunia bisa mengambil hikmah dari apa yang menimpa kita. Biar dunia tahu bahwa dalam penggalan sejarahnya dua orang sahabat pernah dimanjakan oleh takdir dalam balutan persahabatan yang begitu bermakna sebelum akhirnya takluk dan terhempas oleh tangan takdir.***EPILOGLiputan Khusus Sebuah Tabloid Sastra NasionalDunia kesusastraan indonesia yang akhir akhir ini sering dibanjiri oleh karya karya fiksi realis kembali dibuat tercengang oleh sebuah novel yang menyita perhatian hampir seluruh kalangan masyarakat akibat berbagai dimensi fifkif dan faktual yang disajikannya. Sebuah novel yang berjudul jejak-jejak makna dinilai oleh banyak pakar sebagai refleksi kejujuran dalam berkarya tanpa sebuah muatan manipulasi kesadaran massa untuk membenarkan atau menyalahkan setiap penggambaran yang disajikannya. Kalangan lain menilai novel tersebut lebih tepat dikatakan autobiografi dari dwitunggal penulisnya. Dalam waktu hanya setahun penjualan novel tersebut sudah menembus angka 500 ribu kopi. Sebuah angka yang fantastik untuk sebuah karya tulis yang tak pernah diniatkan oleh penulisnya untuk diterbitkan dalam bentuk novel. Sebuah karya yang didekasikan untuk kehidupan yang sarat akan pesan-pesan moral dan psikoligi sosial yang begitu nyata dan menyentuh keseharian kita. Terlebih lagi novel yang diedit oleh seorang psikiater rumah sakit jiwa tersebut merupakan buah tangan dari dua orang sahabat yang sekaligus menjadi aktor utama dalam cerita novel tersebut. Dan seperti akhir dari kisahnya yang begitu tragis menyebabkan karya mereka menjadi sebuah persembahan pertama sekaligus terakhir, karena keduanya kini telah gugur oleh penyakit yang sama walaupun dengan cara yang berbeda. Namun demikian dwitunggal penulis ini (Dewi Mappiasse’ dan Ari Kamase) akan selalu mendapatkan tempat yang khusus di hati para pembaca novel mereka
Populerkan, simpan atau kirim cerpen ini :
TAG-CERPEN.NET
gerimis hamil Kedua pada pensil cerpen islami CERPEN ROMANTIS nembak agus motivasi sumber sumber motivasi anak-anak seno gumira Poligami PutuWijaya Cinta Atas PerahuCadik Dilarang JatuhCinta Bidadari Mengambil Mata Saya Surat dalam Hujan lucu KKN LURAH humaor obama becak tukang taman cinta remaja abg CINTA ibrahim perempuan rohyati sofyan cerpen cinta cerpen dewasa sepak bola SELAMAT TINGGAL DAN SELAMAT DATANG CITA-CITA DINDA kamera lomo lomografi wanita cinta semarga nasir mujahid GERIMIS LANJUTAN barzakh ngobrolkosong Dunia tragedi Pencuri Motivasi Aborsi cerpen romantis SalahJatuhCinta Bersama Bintang Mencuri tobat karma islam OJEK TAK ADA KABUT CINTA Islami setan gerhana cikal tangsel cerpen.mimpi kerinduan kesucianku jatuh cinta wartawan idealis guru idealis SINABUNG hm... Maulana Akbar alias Abel Purple-niz Lenny Yulia pembunuhan orcan brother sahabat Cerpen komedi apes bunda pengorbanan It's a great one... fairy 123456 444 Rey Menunggu pelangi Tito balap Tami mama ayah motor Hugo rumah sakit love blind tens hurt memoriam --> mas ohed stres... download novel pemuja rahasia secreet admirer kuliah romantis puisi bunga muslimah cina jilbab airmata CERITA KEHIDUPAN (Cerpen ini kupersembahkan untuk seorang teman yang sedang bergulat melawan perihnya kehidupan bersama anak-anaknya setelah perceraian dengan suaminya). Maju terus!Tetap semangat! adesuryatii@blogspot.com http://karimahcentre.blogspot.com/ - Rahasia Cerita Hari Ini Penuh Makna suatu hari hidupku dawn felicity gwynedd east bay cerpen remaja cerpen cinta cerpen dewasa cintaku di bumi madinah cerpen abah abah cerpen cerpen bilik mayat cerpen cerpen islami cerpen remaja cermen gaul cerita remaja dan cinta cerita kehidupan Renungan mengharukan semangat ungu dreaming vs action stop dreaming start action firmansyaharia1982 catatan larung misteri... Ungu POEM ibu lily alya Arina Jangan Pergi ! www.facebook/saifulbahri@rome.com qqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqq Dhea Tamara Short Story hati hari-hari bahagia hikmah aku cinta dan kepedihan mohpn dikomentari.. Thx.. cinta terpendam Suka Sayang Cinta kasih Diculik? Mau dong! Langit Gelap dan Cahaya (4) Gelap dan Cahaya (1) Gelap dan Cahaya (2) Gelap dan Cahaya (3) Gelap dan Cahaya (5) Gelap dan Cahaya (6) Gelap dan Cahaya (7) Gelap dan Cahaya (8) Gelap dan Cahaya (9) End Gelap dan Cahaya (10) Extra Labirin Hidup Jasmine langit Kabut dan Kamu www.mediasastra.com www.mediasastraindonesia.net lover you pelajar dukun comment please! cerpen anak cerpen islam cerita misteri cerita detektif cerpen lucu cerpen humor cerpen anak muslim mayat cerpen humor love junkies saatnya hatiku pulang tertinggal hutan petualangan Aku Langit Asu Johanes Koen Prosa Romantis. Cerpen Cinta Cerpen Motivasi cerpen sains cerpen horor cerpen sadending cergam Janji Malu Tapi Mau Radioppidunia Remaja Giselle 1 hati 3 cinta part 1 1 hati 3 cinta part 2 semua awal asti ada akhirnya. sebelum semua berakhir jangan pernah menyianyiakan setiap kesempatan yang kita miliki. Story kelas Malaikat Putih sakit jiwa patah hati Love the hard way ceepen cerpenafil.blogspot.com alter ego kepribadian ganda polisi psycho pembunuh Teman-teman baca cerpen Misfah Romansa di Tebing Pelangi baik Luka cerpenku kesalahan bertingkat permainan palsu Baca cerpen terbaruku : Bandara Cinta Noella by Misfah Khairina love you... jurnal jati diri cinta sejati gadis bisu Caleg Gagal misteri jerambah beringen lubay thriller samantha Ali Reza sayembara Baca cerpen Misfah yg baru ya : School of Horror Remaja. cerita romantis ali reza hujan aku penyegel fantasi genocode Cerpen Islami Perenungan Qada dan Qadar online cerita yang cukup menginspirasi cerita gw ga mawu jadi jomblo teru tsunami banda aceh yogyakarta Cerpen Ali Rofi miftahul amin bernafas untuk Liana pesta perkawinan Venia cerita anak Wandi giande Cinta Pertama Tak cukup hanya cinta Melepasmu Gadis kecil dalam bus cerpen ku Derita Cinta Mamaku - idiot - down syndrome keputusan hati PENYESALAN Cerpenku Masa remajaku hilang alex lagu musik percy guru cinta remaja cinta romantis eiji kirei dongeng ?? Salah paham Pernikahanku Hampa cerita cinta Dia dan musik (last) dia dan musik (8) dia dan musik (7) dia dan musik (6) dia dan musik (5) dia dan musik (4) dia dan musik (1 2 3) cerita remaja diet Pesan untuk untuk cintaku Bahagia Arbi Tak Ada Cinta di Pantai cermin Bidadari Negeri Bunian korupsi bla bla bla HEYREN sebuah harapan jiwa soul Shandy anak cerpennet surat 1000 free gratis soFY Merry cerita menyedihkan dan mengasikkan 1 kuhapus airmataku dengan kartu undangan ditanganku.hatiku bertanya akankah kurasakan lagi ini setelah aku menikah? SMP ulang tahun perpustakaan kutu buku dikucilkan Suara Hati Kenyataan Pahit Yang Harus DiHadapi exited Siswa Baru Itu... Kebahagiaan Yang Sirna di Taman Sorga igau desember cerpen desember 6 DASAR HEP- (OVI) HELP ME (OVI) PARADISE (OVI) KEMATIAN amry sahabat pelit cerpen cinta chicha hilang ingatan just title Lanjutan part 1 .. Part 1 .. sahabat pelit (part 2) Tawuran menunggu sastra ekonomi januari Aku hidup untuk kedua kalinya Cinta Perlu Dikatakan cinta takan pergi pertemanan Light novel moe sci-fi drama detektif Solitude bus kota cerpen kehidupan hantu inspirasi jurang karyawan kebakaran kecelakaan keluarga kecil PHK sopir cerpen bersambung cinta jarak jauh kisah asmara konflik perpisahan Arthur Samuel odi shalahuddin Terry odi Shalahuddin Odi Shalahuddin gw Karma sekar ayu Film dokumenter film dokumenter smpn 10 jakarta vampire the maine lucia rion Laki-Laki Jatuh Cinta story perang mimpi pancoran When you love someone family father Cerita bersambung EeEmMhHhh..... ....................????????? lima november cerita cinta remaja langkah begitu menyakitkan cerpen motivasi cerita serem banget + lucu Dhea Tamara's Short Story POLAROID gila shevanna andi naya Senyum Terakhir Kak Didot Pertanyaan di Benak Lyra hantu dalam sumur yanah Semangat Sosial MIRZA foto seksi Sahabat Selamanya princes Rasa itu tiba-tiba saja hadir menghampiri hatiku “aduuuuuuuuuuuuuh ayah kaki oit kaki oit terjepit” ayah yang mendengar suara itu langung melihat kebelakang ternyata Oit anakku “kamu punya saudara yang namanya Yuli” “punya teeh kenapa?” “kamu disuruh baca yasin buat kakakmu Yuli sms dari keluargamu” aku terdiam didalam benakku ada apa gerangan ULTAH DI RUMAH HANTU humor cerita lucu garing vampir Sungguh diluar dugaan Nita tidak menyangka kalausibisu itu yang terpilih menjadi the best speaker. Nita betul-betul tidak percaya sehingga terjadi keributan kecil memprotes keputusan juri ???? Cerpen Remaja Tak ada yang tak mungkin Jika Tuhan menghendaki. Maju terus pantang keLOk.... cinta si anak manja komputer 13 yang aktif. rah_manies : ow iya ya pak aktif apa anak-anak lupa mematikannya ya jawabku Edi_78 : tadi saya fikir ibu yang dilab karena tadi saya bilang halo dibalas halo rah_manies : terus siapa ya pak Edi_78 : udah jam 12 bu masak mau ngecek ke lab komputer 13 yang aktif.rah manies : ow iya jawabkuEdi 78 : tadi saya fikir karena tadi saya bilang halo dibalas halorah manies : terus siapa ya pakEdi 78 : udah jam 12 bu masak mau ngecek ke lab ah manies : ow iya jawabku Edi 78 : tadi saya fikir karena tadi saya bilang halo dibalas halo rah manies : terus siapa ya pak Edi 78 : udah jam 12 bu masak mau ngecek ke lab kisah ku. Alice in Neverland cerita cintaku cerita cintaku 2 Alice in Neverland 2 komentari Aulia tersenyum padaku aku membalas senyumnya. Ayo lagi ustadzah lagi ustadzah ucap Aldo sekarang pakai irama lagu “ketahuan’ (mata band) a aku bukan aib Trio Detektif Dadakan apa kauu http://cerpen.net" target=" blank" title="lihat cerpenku di cerpen.net"><img border="0" alt="lihat cerpenku di cerpen.net" “saya bu” Larasati mengacungkan tanganya sesaat aku terdiam wajah itu tidak sama dengan Laras yang bersamaku kemaren lama aku terdiam siswa – siswa menyapaku “bu bu Rahmah” “ada apa bu sekarang kita kerjakan apa” tanya mereka lamunanku buyar seketika kutepiskan sesaat rasa penasaran itu sambil melanjutkan pelajaran. Persib Jack Anjing dokter steik gaun untuk nadia nada-nada cinta Kisah cinta nada-nada musik metronom. cerpen enak mantap!!! asd Kevin is Genious And Handsome Boy quinn serial tv Fan Fiction bunda i love u musik cinta nada cinta menyatukan cinta lewat musik metronom ulang tahun apa ini Sirgina creative 123nd4 pernikahan pelaminan masih sayang sedih kematian Dua Sosok Satu Hati cinta fitri di bulan fitri persahabatan kehidupan impian harapan Kakek Geppetong vs Jerry Mouse lesbian uya1211 eira Echa apin cerpen kemakan omongan sendiri diketawain tante kunti dalinsyi.blogspot.com facebook blind date 3 ika menghilang di gerbong hantu HAPPY ENDING Allah membungkam mulutku Cerita Wisuda Takut Hamil up to you sepupu KADO Wina Neil i;m new in hear so please give me comment to improve me everyone fighting!!! Diiean hantu toilet Short story defender kali ini aku menyerah iklan Uang akses Sukse cerpennet.com arwah Bayu Riska Mistik kesejukan-mimpi Ritual arah bayu juru kunci makam HI NINDY !! JABRIK dakwah kartu mati kamis 11 mei 2009 Cerpen markcung malam Widyastuti Paramita apple band ss aa Madrasah Hati Cerita Misteri days Awal Persahabatan untukku dan untuknya cerpen remaja teman perempuan cewek cowok sekolah Risa Cory Rio Nindhi Perpustakaan kelas MangAniMania horor korban perkosaan pilihan hidup ff lirik BLOODSUCK!. PESAN AHIR AIR MATA BULAN SABIT light novel Invasion Clotehan Pulang kantor Light Novle The Invasion KAB rio ify nilai sekeping harga diri planet neptunus 3 girls abc beban iri dendam Love in Blog jodoh Jepang lama perjuangan sebuah cinta Fic bola Tema kesedihan memori memories hantu iblis pembaca jankis saqyuchika sekolah 123 Tuan Muda Gadis Arang dan Kupu-Kupu Kuning Ceue Rummidia Untuk Dwina Edelweis Papandayan Cerpen Dewasa When Stars Make The Moon Smiles Nawairga . .. Narkoba Giande http://www.facebook.com/profile.php?id=100000769273638&v=photos#!/eddie.cheever Anak Surga Surga 13 tahun pengalaman personal Grace Dunia Maya Cerpen Kecelakaan Andri gaRdenia lupa putus cinta gila foto dinda cerpen remaja cinta komedi hujan sekolah kehidupan gosip ceritanya keren teenlit Teenlit Gossip pianis friendship hujan lagu wanita kartu nama kinan ayah pelecehan cowok brengsek aishiteru cerpen anak anak ayah ibu belum ada judul cerpen cinta monyong manyun cerpen Ali Hamzah cerpen terbaru cerpen populer cerpen walau habis terang kasih yang lenyap cerpen teenlit cerpen ABG cerpen sastra cerpen melangkolis Ali Hamzah indahnya SMA iboem i don't know cerita pendek entrepreneur Rizky Lkmc bidadari untuk papa perfect Dedicated to My Brother perjuangan hidup Rucita Rahma indigoindigoindigo never ending love story rhe rhe rhe our heart will always touch Mentari di Kaki Merapi sepenggal maaf untuk mama Cerita Pendek perjalanan pengalaman cerita pendek malam bintang langit CINTA PERTAMA CINTA seven (tujuh) anak smp Dua Malaikat Berbagi Sepasang Sayap 1 Dua Malaikat Berbagi Sepasang Sayap 2 Emangnye enaak Hakikat Cinta first love 10111989 john and sam 7 dongeng dalam mimpi REMAJA PLASTIK APRIADI rugi kalau gak baca LUNAR PigBunny My Heart: Aniez Dyarta padahal dia bukan pacarku apa lagi saudara ku Aku Aries JaimBum UNPAD iseng cengengesan <a href="http://cerpen.net" target="_blank" title="lihat cerpenku di cerpen.net"><img border="0" alt="lihat cerpenku di cerpen.net" src="http://cerpen.net/images/mata1.gif"/></a> <a href="http://cerpen.net" target=" blank" title="lihat cerpenku di cerpen.net"><img border="0" alt="lihat cerpenku di cerpen.net" src="http://cerpen.net/images/mata1.gif"/></a> apriTentang Penulis Cerpen
LIHAT CERPEN Ra2 YANG LAIN
Rating: Not yet rated
Comments 
BENGAK X PUN KAU YANG KOMEN...
UDAH CERPEN KAU YG POSTING,KAU PULA YG KOMEN,,
BIKIN MALU AJA!!!
Tuk Ra2.. ni karya pertama ya yg diposting..sampe komen sendiri...hehehe.. btw bagus kok cerpennya.. terus berkarya ya.. tuk Zuko ; mengapresiasi karya sendiri itu jauh lebih baik dr menrendahkan karya orang laen.. orang yg komen kok lu yg malu sih..kaya dah penulis besar aja lo....
Add Comment
Untuk memperindah dan mempercantik blog/web kamu maka silahkan pasang kode di bawah, untuk menampilkan gambar animasi keci ini dan mempermudah oranglain untuk memasukkan cerpen mu yang ditulis di blog/webmu ke Cerpen.net
Copy This code below, Paste in to your web/blog




