WELCOME Guest

| RSS

CERPEN.NET, kumpulan cerpen, tempat membaca cerpen, menulis cerpen online dan apresiasi kumpulan CERPEN
Teras Cerpen.net | Tulis Cerpen | Cerpen Terbaru | Contact Cerpen.net | Login to Cerpen.Net | Register To Cerpen.net | Members Cerpen.net
Mau Pasang Iklan di Cerpen.Net..? Silahkan Contact Admin atau kirim SMS ke 0852 391 89 333

CERPEN : My Sweet Seventeen

| Print Cerpen
Posting cerpen by: atenk
Total cerpen di baca: 1669
Total kata dlm cerpen: 1294
Tanggal cerpen diinput: Fri, 16 Jan 2009 Jam cerpen diinput: 9:47 PM
0 Komentar cerpen

Bila kau merencanakan sebuah perjalanan, pasti banyak orang yg akan bertanya padamu, kawan. Untuk apa kau lakukan itu semua? Apa kau tidak memiliki keinginan seperti kebanyakan orang? Ini kan hanya buang-buang duit dan waktu? Apa kau tidak sayang dengan itu semua? Dan sederet pertanyaan lainnya, yg pasti akan membuatmu jengah. Aku pun demikian, setiap kali kurencanakan sebuah perjalanan, orang-orang akan bertanya seperti itu.
Dan tak usah kau berargumen untuk menjawabnya. Cukup kau berikan saja sebuah senyum dan kebungkaman sebagai jawabannya. Ya, itu sudah cukup sebagai jawaban. Karena kau harus tahu, sebenarnya mereka tidak mengerti dan tak ingin mengerti. Entah apa maksud mereka bertanya seperti itu. Bahkan aku selalu ragu, apakah mereka benar-benar ingin mengerti dengan ini semua.
Apa yg harus kujelaskan pada mereka, tanyamu padaku tempo hari. Sementara, mereka tidak pernah berbuat seperti apa yg telah kau buat. Bahkan keinginan untuk berbuat hal yg serupa pun tak pernah ada. Jadi jelas bukan, mereka tidak pernah merasakan apa yg telah kau rasakan, begitu kau berargumen padaku.
Aku pun mengamini pernyataanmu. Lalu aku kuatkan argumenmu, sepertinya akan percuma saja semua penjelasanmu itu nantinya. Mereka belum tahu kenikmatan yg dirasakan saat datang kesadaran bahwa kita memang kecil, bukan apa-apa. Atau mungkin mereka tidak akan pernah tahu? Karena sepertinya, mereka pun tidak memiliki kesungguhan untuk memahami hal itu.
Jadi sudahlah, tak usah kau pedulikan semua pertanyaan dan keheranan mereka. Biarkan saja. Pergilah sebentar, dan tinggalkan rumahmu sejenak. Sisakanlah waktu dalam hidupmu, untuk melihat dan menikmati dunia ini. Terlalu banyak tempat indah yg sangat sayang untuk tak kau singgahi dan tak kau nikmati. Hidup ini tidak melulu cuma harta, tahta dan kehormatan. Dengan melakukan perjalanan dan bertualang banyak hal yg akan kau peroleh, yg tidak akan kau dapati di bangku sekolah. Ingatlah kawan, hidup ini adalah merangkai segala macam pengalaman. Hidup adalah menyiapkan diri untuk membawa bekal menuju perjalanan panjang sesungguhnya ; menuju Al-Khaliq.
Bukankah ini adalah sebuah keinginan yg telah lama kau pupuk dan kau persiapkan. Atau kau masih ragu untuk melakukan perjalanan ini kawan? Baiklah, aku akan ingatkan kau tentang perjalanan pertamaku yg pernah kuceritakan padamu tempo hari yg membuatmu iri padaku. Dan cerita inilah yg membuatmu ingin melakukan sebuah perjalanan. Sebuah petualangan.
Kau tentu masih ingat dengan kisah yg pernah aku ceritakan padamu bukan, saat kali pertama aku melakukan perjalanan. Saat itu usiaku genap 17 tahun. Kau ingat itu? Saat itu aku nekat lari dari sekolah. Aku tinggalkan pelajaran. Aku katakan padamu bahwa aku benci sekolah, yg hanya membuatku seperti seorang koki penghapal menu-menu makanan di restoran. Dan saat itu kau mencoba untuk mencegah keputusanku dengan memberi pengertian. Tapi aku sudah terlanjur benci sekolah. Aku sudah terlanjur membenci teman-teman sekolahku yg serupa para penjilat, yg menghalalkan cara apapun untuk mendapatkan nilai yg baik, seolah-olah hal itu adalah segalanya. Aku terlanjur membenci guru-guruku yg tak memiliki dedikasi kepada profesinya, mereka seperti bermuka dua. Guru-guru yg aku rasa sudah tidak pantas menyandang gelar pahlawan tanpa tanda jasa. Guru-guru yg tidak seperti guru-guru SD-ku dahulu. Guru-guru yg sudah tak lagi seperti guru Oemar Bakrie. Dan itu semua membuatku muak. Aku apatis. Berbekal itu semua, aku memilih mengejar matahari ke timur.
Kau ingat bukan? Saat itu aku lupa segalanya. Yg ada dalam benakku saat itu hanyalah terus berjalan ke arah matahari terbit, menyongsongnya. Melakukan perjalanan dengan berliften. Ya, berliften menumpang berbagai macam kendaraan tanpa membayar ternyata mengasyikan, kawan. Tidur di stasiun kereta api, terminal bus, pos polisi, emperan pertokoan, dan teras masjid ternyata sangat menantang serta memberikan banyak pelajaran berharga. Bertemu dengan orang-orang baru, merangsang imajinasiku untuk terus melakukan perjalanan absurd pada usia sekolah. Dimana orang-orang seusiaku saat itu sedang tekun mempersiapkan ujian sekolahnya. Sebagaimana kau saat itu.
Betapa heroiknya, duduk di samping sopir truk pada malam hari, menemani kantuknya, mendengar ceritanya yg penuh derita, sehingga mengasah rasa sosialku. Begadang bersama preman di sebuah terminal bus, mendengarkan mimpi dan harapannya tentang sebuah keluarga kecil, lalu di ujung malam, seorang penusuk misterius menghabisi nyawanya. Mendengarkan cerita seorang pedagang rokok di stasiun kereta kecil yg mendambakan sebuah rumah kecil dengan sawah sepetak dua petak di mana kelak anak dan istrinya bisa berlindung. Semua peristiwa yg tidak ada di bangku sekolah itu memasuki relung jiwa remajaku. Mengendap dan mengerak di sana.
Lantas, semua peristiwa itu aku catat dalam catatan perjalananku. Bahkan bila sempat, aku pun menceritakannya dalam surat-suratku untukmu, kawan. Aku merasa sedang bersekolah. Gedungnya adalah dunia yg mahaluas ini. Kelas-kelasnya adalah kota-kota yg aku kunjungi. Guru-gurunya adalah orang-orang yg kutemui dalam perjalanan. Dan pelajarannya adalah belajar peduli kepada sesama. Berbuat baik kepada mereka, belajar peduli dengan segala kesusahan hidup mereka, dan berbagi beban hidup bersama mereka. Siapapun itu, kawan. Meski aku tak mengenalnya sama sekali. Aku hanyutkan diriku dalam arus kehidupan mereka, terlibat langsung dan bergumul di dalamnya.
Dan saat kau dengar semua cerita itu setelah kepulanganku, kau katakan, itulah yg telah merubah caraku berpikir. Sekarang kau tak lagi apatis, begitu kau membesarkan hatiku. Perjalanan itu telah menempamu menjadi seorang lelaki yg memiliki kepekaan sosial yg baik. Kau terus menghiburku. Sedikit banyak, kau telah mengetahui cara melihat kebaikan orang lain serta bagaimana menghargainya. Sepertinya kau telah sadar, betapa banyak kebaikan yg telah kau terima dari orang-orang terdekatmu yg belum sempat kau balas, yg dulu sama sekali tak kau hargai, begitulah kau terus mengomentariku, dan aku masih ingat tatapanmu saat itu. Aku lihat ada kebanggaan di sana. Ya, kau bangga kepadaku, kawan.
Dan kau pun harus tahu, kawan, perjalanan itulah yg membuatku semakin mencintai mereka,--orang-orang yg telah memberikanku banyak kebaikan--, Ibu bapakku, adik-adikku, keluargaku, teman-teman dan sahabat-sahabatku dan tentu saja kau, kawan, serta setiap orang yg masih sanggup aku ingat kebaikannya. Dan saat itu, aku jadi tahu bagaimana rasanya merindukan mereka, orang-orang yg aku cintai. Rasa yg membuatku tak nyaman. Resah, gundah, dan gelisah.
Di akhir perjalanan itu aku homesick. Ya, aku ingat rumah. Aku merindukan suasananya. Sangat merindukannya. Dan perasaan itulah yg akhirnya mendasari keputusanku untuk mengakhiri perjalanan itu. Itupun sebuah pelajaran yg sangat berharga. Aku jadi sadar, betapa beruntungnya aku masih memiliki sebuah keluarga yg lengkap. Dan betapa beruntungnya pula memiliki orang-orang dekat yg mencintaiku. Serta, betapa beruntungnya memiliki sebuah rumah yg masih bisa aku rindukan untuk sebuah kepulangan.
Saat itu, berjam-jam hanya aku habiskan untuk melamun, merenung tepatnya. Mengingat semua hal yg telah aku buat. Bayang-bayang masa laluku berkelebatan di kepalaku. Aku seperti mengumpulkan puzzle-puzzle kehidupanku yg berserakan. Saat itulah aku sadar, kawan, betapa berharganya mereka semua. Dan aku pun sadar, ternyata tidak baik terlalu lama meninggalkan orang yg kita cintai dan mencintai kita. Sehingga aku berani menyimpulkan, aku harus pulang. Ya, sejauh apapun seorang lelaki pergi meninggalkan rumahnya, ia tetap harus pulang.
Adik-adik kecilku selalu memanggilku untuk pulang dalam mimpi. Mereka merindukanku, kakaknya. Begitu pula ibu dan bapakku, hampir setiap malam mereka tersenyum dalam tidurku, menyemangatiku, mereka tidak melarang keinginanku untuk bertualang, meski sebenarnya mereka pun merasa berat untuk selalu berjauhan denganku, aku tahu itu. Mereka merindukanku, anaknya yg paling besar. Yg mereka harapkan bisa menjadi seorang lelaki sejati yg akan menjadi tulang punggung keluarganya kelak. Seorang lelaki yg mampu memberikan teladan kepada adik-adiknya, serta menjaga mereka. Seorang lelaki yg mampu menjaga ahli wanita yg ada di rumahnya. Menjaga kehormatan mereka. Belum lagi si Manis yg aku kagumi, setiap malam wajah dan senyumnya yg memabukkan selalu tampak dalam tidurku. Aku benar-benar lelah dan kesepian saat itu, kawan. Setelah sekian jauh jarak yg kutempuh dalam perjalananku. Sebuah perjalanan panjang. Perjalanan yg melelahkan. Sangat melelahkan.
Tapi anehnya, begitu fajar menyingsing, aku tidak pernah merubah arah. Aku terus menuju matahari terbit, berjalan dengan sisa-sisa semangatku. Semakin jauh dari rumah. Dan kau pun bertanya, mengapa? Aku jawab, karena semakin jauh dari rumah, akan semakin banyak yg aku ketahui dan aku dapatkan sebagai bekal.
Saat itu kau angguk-anggukan kepalamu, sorot matamu memancarkan keyakinan, dan kau bergumam, aku harus melakukannya.
Populerkan, simpan atau kirim cerpen ini : Share/Save/Bookmark

TAG-CERPEN.NET

  gerimis   hamil   Kedua   pada   pensil   cerpen   islami   CERPEN   ROMANTIS   nembak   agus   motivasi   sumber   sumber motivasi   anak-anak   seno   gumira   Poligami   PutuWijaya   Cinta   Atas   PerahuCadik   Dilarang   JatuhCinta   Bidadari   Mengambil   Mata   Saya   Surat   dalam   Hujan   lucu   KKN   LURAH   humaor   obama   becak   tukang   taman   cinta   remaja   abg   CINTA   ibrahim   perempuan   rohyati sofyan   cerpen cinta   cerpen dewasa   sepak bola   SELAMAT TINGGAL DAN SELAMAT DATANG CITA-CITA   DINDA   kamera   lomo   lomografi   wanita   cinta semarga   nasir   mujahid   GERIMIS LANJUTAN   barzakh   ngobrolkosong   Dunia   tragedi   Pencuri   Motivasi   Aborsi   cerpen romantis   SalahJatuhCinta   Bersama Bintang   Mencuri   tobat   karma   islam   OJEK   TAK ADA   KABUT CINTA   Islami   setan   gerhana   cikal   tangsel   cerpen.mimpi   kerinduan   kesucianku   jatuh cinta   wartawan idealis   guru idealis   SINABUNG   hm...   Maulana Akbar alias Abel   Purple-niz   Lenny Yulia   pembunuhan   orcan   brother   sahabat   Cerpen   komedi   apes   bunda   pengorbanan   It's a great one...   fairy   123456   444   Rey   Menunggu   pelangi   Tito   balap   Tami   mama   ayah   motor   Hugo   rumah sakit   love   blind   tens   hurt   memoriam --> mas ohed stres...   download novel   pemuja rahasia   secreet admirer   kuliah   romantis   puisi   bunga   muslimah   cina   jilbab   airmata   CERITA KEHIDUPAN   (Cerpen ini kupersembahkan untuk seorang teman yang sedang bergulat melawan perihnya kehidupan bersama anak-anaknya   setelah perceraian dengan suaminya). Maju terus!Tetap semangat!   adesuryatii@blogspot.com   http://karimahcentre.blogspot.com/   -   Rahasia   Cerita Hari Ini Penuh Makna   suatu   hari   hidupku   dawn   felicity   gwynedd   east bay   cerpen remaja cerpen cinta cerpen dewasa cintaku di bumi madinah   cerpen abah abah cerpen   cerpen bilik mayat cerpen   cerpen islami   cerpen remaja   cermen gaul   cerita remaja dan cinta   cerita kehidupan   Renungan   mengharukan   semangat   ungu   dreaming vs action   stop dreaming start action   firmansyaharia1982   catatan   larung   misteri...   Ungu   POEM   ibu   lily   alya   Arina Jangan Pergi !   www.facebook/saifulbahri@rome.com   qqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqq   Dhea Tamara Short Story   hati   hari-hari   bahagia   hikmah   aku   cinta dan kepedihan   mohpn dikomentari.. Thx..   cinta terpendam   Suka Sayang Cinta   kasih   Diculik? Mau dong!   Langit   Gelap dan Cahaya (4)   Gelap dan Cahaya (1)   Gelap dan Cahaya (2)   Gelap dan Cahaya (3)   Gelap dan Cahaya (5)   Gelap dan Cahaya (6)   Gelap dan Cahaya (7)   Gelap dan Cahaya (8)   Gelap dan Cahaya (9) End   Gelap dan Cahaya (10) Extra   Labirin Hidup   Jasmine   langit   Kabut dan Kamu   www.mediasastra.com   www.mediasastraindonesia.net   lover   you   pelajar   dukun   comment please!   cerpen anak   cerpen islam   cerita misteri   cerita detektif   cerpen lucu   cerpen humor   cerpen anak muslim   mayat   cerpen humor   love junkies   saatnya hatiku pulang   tertinggal   hutan   petualangan   Aku Langit Asu Johanes Koen Prosa   Romantis.   Cerpen Cinta   Cerpen Motivasi   cerpen sains   cerpen horor   cerpen sadending   cergam   Janji   Malu Tapi Mau   Radioppidunia   Remaja   Giselle   1 hati 3 cinta part 1   1 hati 3 cinta part 2   semua awal asti ada akhirnya. sebelum semua berakhir jangan pernah menyianyiakan setiap kesempatan yang kita miliki.   Story   kelas   Malaikat Putih   sakit jiwa   patah hati   Love the hard way   ceepen   cerpenafil.blogspot.com   alter ego kepribadian ganda polisi psycho pembunuh   Teman-teman baca cerpen Misfah   Romansa di Tebing Pelangi   baik   Luka   cerpenku   kesalahan bertingkat   permainan palsu   Baca cerpen terbaruku : Bandara Cinta Noella by Misfah Khairina   love you...   jurnal   jati diri   cinta sejati   gadis bisu   Caleg Gagal   misteri jerambah beringen lubay   thriller   samantha   Ali Reza   sayembara   Baca cerpen Misfah yg baru ya : School of Horror   Remaja.   cerita romantis   ali reza   hujan   aku penyegel fantasi genocode   Cerpen Islami   Perenungan   Qada dan Qadar   online   cerita yang cukup menginspirasi   cerita   cewek manis   gw ga mawu jadi jomblo teru   tsunami   banda aceh   yogyakarta   Cerpen Ali   Rofi miftahul amin   bernafas untuk Liana   pesta   perkawinan   Venia   cerita anak   Wandi   giande   Cinta Pertama   Tak cukup hanya cinta   Melepasmu   Gadis kecil dalam bus   cerpen ku   Derita Cinta   Mamaku - idiot - down syndrome   malta ikanova   fino   kisah penyendiri   cinta penyendiri   keputusan hati   PENYESALAN   Cerpenku   Masa remajaku hilang   alex   lagu   musik   percy   guru   cinta remaja   cinta romantis   eiji   kirei   dongeng   ??   Salah paham   Pernikahanku   Hampa   cerita cinta   Dia dan musik (last)   dia dan musik (8)   dia dan musik (7)   dia dan musik (6)   dia dan musik (5)   dia dan musik (4)   dia dan musik (1   2   3)   cerita remaja   diet   Pesan untuk untuk cintaku   Bahagia Arbi   Tak Ada Cinta di Pantai cermin   Bidadari Negeri Bunian   korupsi   bla bla bla   HEYREN   sebuah harapan   jiwa soul   Shandy   anak   cerpennet   surat   1000   free   gratis   soFY   Merry   cerita menyedihkan dan mengasikkan   1   kuhapus airmataku dengan kartu undangan ditanganku.hatiku bertanya akankah kurasakan lagi ini setelah aku menikah?   SMP   ulang tahun   perpustakaan   kutu buku   dikucilkan   Suara Hati   Kenyataan Pahit Yang Harus DiHadapi   exited   Siswa Baru Itu...   Kebahagiaan Yang Sirna   di Taman Sorga   igau desember   cerpen desember   6   DASAR HEP- (OVI)   HELP ME (OVI)   PARADISE (OVI)   KEMATIAN   amry   sahabat pelit   cerpen cinta chicha   hilang ingatan   just title   Lanjutan part 1 ..   Part 1 ..   sahabat pelit (part 2)   Tawuran   menunggu   sastra   ekonomi   januari   Aku hidup untuk kedua kalinya   Cinta Perlu Dikatakan   cinta takan pergi   pertemanan   Light novel   moe   sci-fi   drama   detektif   Solitude   bus kota   cerpen kehidupan   hantu   inspirasi   jurang   karyawan   kebakaran   kecelakaan   keluarga kecil   PHK   sopir   cerpen bersambung   cinta jarak jauh   kisah asmara   konflik   perpisahan   Arthur Samuel   odi shalahuddin   Terry   odi Shalahuddin   Odi Shalahuddin   gw   Karma   sekar ayu   Film   dokumenter   film dokumenter smpn 10 jakarta   vampire   the maine   lucia   rion   Laki-Laki Jatuh Cinta   story   perang   mimpi   pancoran   When you love someone   family   father   Cerita bersambung   EeEmMhHhh.....   ....................?????????   lima november   cerita cinta remaja   langkah   begitu menyakitkan   cerpen motivasi   cerita serem banget + lucu   Dhea Tamara's Short Story   POLAROID   gila   shevanna   andi   naya   Senyum Terakhir Kak Didot   Pertanyaan di Benak Lyra   hantu dalam sumur   yanah   Semangat   Sosial   MIRZA   foto seksi   Sahabat Selamanya   princes

Tentang Penulis Cerpen

LIHAT CERPEN atenk YANG LAIN
Rating: Not yet rated

Comments

No comments posted.

Add Comment


Enter the code shown

Visual CAPTCHA


Untuk memperindah dan mempercantik blog/web kamu maka silahkan pasang kode di bawah, untuk menampilkan gambar animasi keci ini dan mempermudah oranglain untuk memasukkan cerpen mu yang ditulis di blog/webmu ke Cerpen.net
Masukkan cerpen ini ke Cerpen.net
Copy This code below, Paste in to your web/blog


CERPEN TERPOPULER

1: persahabatan
dibaca 159126 kali
2: SATU PERSAHABATAN DALAM HIDUPKU
dibaca 50197 kali
3: Menunggu Pelangi
dibaca 48448 kali
4: Dilarang Jatuh Cinta
dibaca 47789 kali
5: Untuk Sahabat
dibaca 43624 kali
6: GERIMIS
dibaca 37875 kali
7: OBAMA dan TUKANG BECAK
dibaca 34753 kali
8: Surat dalam Hujan
dibaca 27344 kali
9: impian
dibaca 27319 kali
10: Cerpen Penjual Pensil
dibaca 23560 kali

KOMENTAR CERPEN TERBARU

cerpen :aku ya..kamu!!!!!
curhatan fksi dunk..hehe..tp nsuk bgt k aq..kena bgt crtana ma aq..
Comment By: Guest

cerpen :HANYA SEKALI KAU RASAKAN INI
cerpen ini menyadarkan aku akan kematian.Thanks ya.
Comment By: Guest

cerpen :Menunggu Pelangi
bagus kok cerpennya
Comment By: Guest

cerpen :Cerita & Cinta
baguzzz.z.....
Comment By: gw

cerpen :Cinderella Mencari Sepatu Kaca
WAH, KREATIF BOANGET.....!!
Comment By: Guest

cerpen :FACEBOOK II
Cerpennya bagus...cukup deh...kalau disambung jadi CERPAN>>>>CERita PANjang..ok wett
Comment By: Guest

cerpen :Cinta Terindah
yeahh menangggggg
Comment By: Guest

cerpen :minggu yang begitu menyakitkan hati
Apa ini, kau pertaruhkan namamu, si pembuat cerpen dengan memposting hal seperti ini. Tempat ini adalah tempat bagi semua orang untuk berkarya, bukan ...
Comment By: Guest

cerpen :dongeng tanpa huruf D
mantaf.... kreatfff!!... 4 jempol gw bwt lo... hehehehe
Comment By: Guest

cerpen :Sahabat yang Berubah
hha.. lmayan lah.. pasti ank btam ni hha.. tgl dmna?
Comment By: fivi95

cerpen :FACEBOOK II
Ni crita sbnrnya penyampaiannya bgus...tp agak ga jls juntrungannya. Mksudnya ga jls bnang merah critanya itu gmn! Maap, just comment!
Comment By: sikhod

cerpen :FACEBOOK II
thx bwd cmua yg udh bca crpen aqw...
Comment By: gw

SPONSOR

INFO LOWONGAN KERJA

BERLANGGANAN CERPEN TERBARU ? GRATIS

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

CERPEN INFO

Cara nulis cerpen di cerpen.net : registrasi dulu, trus masuk ke menu Tulis Cerpen (kalo gak registrasi gak bisa akses menu ini ), setelah nulis cerpen silahkan di publish.. dan bimsalabim.. lihat hasilnya.. silahkan bereksplorasi pada menu cerpen.net lainnyaa.... misalnya : profileku dsb...:)




LINK-CERPEN.NET

Populerkan Cerpenmu, COPY dan PASTE kode HTML di bawah ini di BLOG kamu, lihat hasilnya...
lihat cerpenku di cerpen.net

PENGUNJUNG CERPEN.NET

  • 121 users Cerpen.Net online.