CERPEN : aku seorang banci
| Print Cerpen
Posting cerpen by: r2z
Total cerpen di baca: 1099
Total kata dlm cerpen: 1672
Tanggal cerpen diinput: Sat, 10 Oct 2009 Jam cerpen diinput: 1:55 PM
2 Komentar cerpen
<!-- @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } -->
Nama asliku Nara. Tapi semenjak lulus SMA aku lebih suka dipanggil Dara.
Haha, tertawalah. Jika itu kalian anggap lucu.
Tapi aku takkan tertawa. Karena bagiku itu bukan hal yang patut untuk ditertawakan.
Kalian pasti takkan percaya kalau ayahku adalah seorang pelatih basket yang ganteng dan macho. Jago main trek-trekan waktu jaman SMA. Dan mata keranjang pula.
Beliau berharap aku bisa seperti dirinya yang terlahir untuk dipuja banyak gadis, pandai berolahraga, dan keren. Tapi kenyataannya berbeda 180 derajat. Aku justru lebih mirip ibu yang anggun dan pintar menari daripada ayah yang dikenal playboy cap kadal semenjak beliau SMA.
Ayah memaksaku untuk ikut klub olahraga. Beliau mengajariku basket, voli, sepak bola, takraw… Tapi aku tak pernah bisa. Aku lebih nyaman ikut praktek memasak bersama ibu daripada memaksakan diri berpanas-panas ria di ekskul pecinta alam. Itu bukan duniaku.
Duniaku berbeda…
****
Perasaan tak bisa diandalkan muncul saat aku kelas 3 SMP. Ayah mulai putus asa mengajariku berbagai macam hal berbau cowok setelah aku gagal melakukan tendangan bahkan penalti sekalipun. Beliau mulai menjulukiku lemotlah, lembeklah, mirip cewek, tidak bisa dibanggakan…
Dan semua kata-katanya itu berpengaruh pada perkembangan jiwaku. Akibatnya lama-lama aku mulai menganggap diriku ‘wanita’. Dan semenjak saat itu pula aku mulai berteman dengan cewek-cewek yang lebih bisa menerima keadaanku ketimbang geng cowok yang hanya bisa memandangku jijik dan takut.
Menginjak bangku SMA aku mulai mengenal bedak, maskara, dan segala macam alat tempur khusus cewek. Dimulai dari bedak tipis yang kupakai, lama-lama aku kebablasan sampai berani memakai lipgloss bahkan eyeshadow. Kejantananku lenyap seiring waktu. Bahkan aku mulai melupakan kodratku yang sebenarnya.
Bahwa aku seorang lelaki…
Lalu sosoknya muncul mewarnai hidupku. Yuna. Dia tetangga depan rumahku. Anaknya manis dan lembut. Dia gadis periang yang mau menerimaku apa adanya. Bahkan dia dengan baik hati mau mendengarkan semua keluh kesahku sebagai orang dari kelompok minoritas. Dia yang pertama kali aku beritahu saat aku punya cowok bernama Julian. Bagaimana kencan pertamaku dengannya, bagaimana perasaanku saat itu. Semuanya. Semuanya kuceritakan. Dia bahkan bilang kalau cowokku keren. Yuna adalah sahabatku yang terbaik. Cuma dia yang bisa mengerti aku. Cuma dia…
****
Suatu siang, saat kami sedang rujakan di depan rumah Yuna.
“Kamu pernah sadar akan satu hal, Ra?” ucapnya sambil melirikku.
“Hal apa?” tanyaku.
Yuna tersenyum.“Kamu ganteng lho kalau aku boleh jujur.”
Aku tertawa hambar.”Sayangnya aku lebih suka dibilang cantik daripada ganteng.”
“Kamu pernah terpikir untuk berubah sesuai takdir?” Yuna mulai menanyakan sesuatu yang selalu aku hindari. Aku tak pernah suka topik ini. Sampai kapanpun.
“Takdir? Takdir yang mana maksud kamu?” Aku berhenti mengunyah nanas.
“Ya takdir yang bilang kalau kamu itu cowok.”
Amarahku meledak. “Aku bukan cowok, Na!!! Aku cewek!!!”
Kukibaskan garpu yang tadi kupegang dan mulai menghujani Yuna dengan kata-kata kasar yang tak pantas didengar telinga. Yuna memandangku dalam diam. Jujur, aku kecewa padanya. Yuna yang selama ini kuanggap satu-satunya orang yang paling mengerti aku ternyata sama saja dengan yang lain. Dia sama dengan ayah yang selalu menganggap kalau aku itu COWOK!!!
Padahal BUKAN!!!
Aku itu cewek!!! Aku bukan cowok!!!
Aku pergi dari halaman rumah Yuna dengan emosi yang meluap bak gunung api siap meletus. Yuna berlari. Dia memegang tanganku dan memaksaku untuk berbalik. Dia bilang.
“Aku cuma pengen liat kamu berubah, Ra. Cuma itu. Kamu tahu kenapa?” Yuna terdiam sesaat. Ditatapnya mataku lembut. Lembut sekali. Seperti mata malaikat…
“Karena aku sayang kamu.” Yuna meninggikan badan mungilnya sejenak untuk mengecup pipiku lalu berlari pergi.
Aku tergugu. Aku tenggelam dalam kebisuan semesta.
****
Desir-desir hangat di hatiku bersarang kian hebat dari hari ke hari. Desir yang lebih lembut dari angin. Desir yang lebih manis dari gula. Aku selalu merasa bingung kala desir itu hadir. Karena ia hadir saat aku menatap Yuna. Bukan memandang Julian.
Ada apa denganku? Ada apa?
Sudah satu minggu aku tak bertegur sapa dengan gadis mungil itu. Ada rindu yang menyergap dalam diam. Dan aku tak bisa memungkirinya. Aku selalu merasakan hal itu setiap aku mengintip Yuna dari jendela kamarku. Seperti pagi ini. Aku hanya bisa memandang Yuna yang sedang menyiram bunga dari balik gorden kamarku yang kelabu. Selalu. Setiap pagi.
Lalu tiba-tiba perasaan itu muncul. Secara tersembunyi. Dan rahasia. Tanpa aku sadari darimana asalnya dan bagaimana caranya. Yang jelas aku merasa…
Aku merasa jiwa laki-laki dalam diriku mulai bangkit.
Perlahan… Dan perlahan…
****
Kubulatkan tekadku untuk berubah total keesokan harinya. Kubuang semua peralatan make-up ku, kubakar semua gaun malam yang pernah kubeli dan kuputuskan Julian.
Sudah saatnya aku memulai hidupku yang baru. Sekarang. Saat ini. Sebagai seorang lelaki yang sebenarnya. Sebagai seorang laki-laki yang ingin berubah demi wanitanya.
Ya. Aku harus berubah!!!
****
Semua mimpi untuk memberi Yuna kejutan tentang perubahanku porak poranda dalam hitungan detik. Saat aku pulang ke rumah dan menemui secarik kertas tertempel di depan pintu kamarku, aku merasa hatiku ikut tertelan kedalam badai tak bernama saat aku membacanya.
Ayah dan Ibu pergi ke rumah sakit. Keluarganya Yuna kecelakaan.
****
Yuna dan keluarga berangkat keluar kota tadi pagi. Mobil yang mereka tumpangi menabrak bis saat berbelok di tikungan. Adik Yuna meninggal saat itu juga. Orangtuanya mengalami patah tulang. Dan Yuna-ku?
Yunaku buta…
Aku nyaris tak mampu berdiri saat melihat Yuna terisak dengan mata tertutup perban. Aku ingin mendekat, tapi aku takut menangis di depannya. Aku sudah berubah. Dan aku bukan laki-laki cengeng.
Dengan berat hati terpaksa kutinggalkan gadisku yang tengah berselimutkan duka dalam linangan air matanya hari ini. Tapi aku berjanji. Aku berjanji akan kembali jika aku sudah siap menerima keadaan.
Menerima kalau Yunaku tak lagi dapat melihat dunia.
****
Hidupku hancur.
Mengapa? Mengapa di saat aku merasa ada cahaya yang mampu menuntunku berubah sesuai takdir, Tuhan justru mengaburkan cahaya itu dan membuatku kembali kehilangan pegangan untuk berjalan. Tuhan telah mencabut satu-satunya cahaya yang membuatku berani berubah. Yunaku…
Jujur, aku ingin sekali membantunya. Tapi aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Aku… aku bahkan tak pernah menjenguknya semenjak dia ada di rumah sakit hari itu. Aku tak berani. Aku terlalu pengecut…
Lalu pagi ini, entah datang dari mana bisikan itu. Tapi yang jelas aku menemukan, aku menemukan sebuah cara agar gadisku bisa melihat warna lagi.
Aku keluar rumah dengan langkah bisu. Hanya guguran daun dan Tuhan yang tahu benda apa yang kubawa untuk menyelamatkan Yuna. Aku ingin mata bidadarinya bisa melihatku lagi. Aku ingin…
***
Aku membuka pintu kamar Yuna dan masuk perlahan. Kudengar Yuna berkata. “Nara, itu kamu kan?”
Aku mendesah selemah desauan angin. “Iya. Ini aku.”
Dia menggapai-gapai ke segala arah dan aku mengulurkan tangan. Yuna menyambut tanganku dengan dahi mengernyit.
“Suara kamu kok beda? Kamu berubah?”
Kuremas tangannya dengan lidah kelu. “Iya. Aku berubah.”
Yuna reflek memeluk tubuhku sambil menangis. Dan aku kembali merasa desir itu kembali meraja disetiap pembuluh darahku. Membuatku limbung.
“Aku seneng kamu mau berubah. Seneeeng banget.” ujar Yuna. Kurengkuh tubuh mungilnya perlahan dan membiarkan Yuna menumpahkan air matanya didadaku sampai bajuku basah. Gadis itu terasa rapuh dalam pelukanku. Rapuh seperti kayu lapuk…
“Yuna, seandainya aku bisa membantumu melihat lagi. Menurutmu apa yang harus aku lakukan? Aku ingin kamu melihat aku berubah. Harus. Kamu harus melihat lagi.”
Yuna menggeleng dengan senyum duka. “Terimakasih, Ra. Tapi itu nggak mungkin.”
“Kenapa?” kataku dengan ekspresi sedih yang sempurna.
“Nggak ada harapan lagi. Kecuali ada orang yang mau mendonorkan matanya untukku. Tapi itu nggak mungkin…”
“Aku bisa bantu kamu melihat lagi.”
“Sudahlah, Ra.. aku…”
Kututup bibir buah cerinya dengan jari telunjuk. Aku berbisik. “Ssst… aku nggak bercanda. Aku serius.”
“Tapi bagaimana caranya?” Yuna mengernyit bingung.
Kukeluarkan sebuah benda dari balik punggungku perlahan. Benda yang jadi rahasia aku, Tuhan, dan guguran daun pagi itu.
Sebuah pisau dapur.
Aku menggenggamnya erat. Erat sekali. Seperti berlian yang takut dirampok orang. Tapi aku masih bingung. Bingung. Bingung…
Lalu bisikan aneh itu pun kembali merajam hati terkecilku.
Apa yang kau tunggu, hah? Dasar bodoh!!! Cepat lakukan. Cuma ini yang bisa membantu gadismu melihat lagi. Apa lagi yang kau tunggu?? Dasar tolol, tolol, tolol!!! Cepat lakukan !!!
Hati kecilku mendadak bimbang. Oh, aku kalut…
Tapi ini demi Yuna, hatiku kembali berontak. Ini demi malaikatku. Aku harus kuat. Aku harus melakukannya. Aku …
Yuna terenyak. “Kok diem Nar…a… ”
Lalu tanpa pikir panjang segera kutancapkan pisau dapur itu ke dada Yuna kuat-kuat.
JLEB.
Dan kalimat yang dia ucapkan pun terputus. Darahnya memancar ke mukaku. Terasa amis dan hangat. Aku bisa merasakan jantung kecil Yuna bocor. Tubuhnya berontak dalam dekapanku. Seperti ayam yang tak rela nyawanya dicabut secara paksa. Kubungkam mulutnya cepat dan kupeluk tubuhnya erat-erat. Yuna meregang nyawa selama beberapa detik.
Ada senyum senang terkembang di bibirku saat guncangan tubuh Yuna melemah.
Hahahahahahahaha….
Tawaku bergema dalam lorong-lorong dosa yang sunyi dan busuk.
Ada ribuan setan berpesta pora disana. Mereka berteriak. Bernyanyi. Merayakan kebodohan anak manusia yang terbutakan oleh cinta.
Aku. Nara yang tolol.
Misiku berhasil. Misiku berhasil. Aku bergumam dengan bodohnya.
Sekarang Yuna bisa melihat dunia lagi. Dia bisa menatap pelangi. Menatap bintang. Menatap bulan. Menatap aku…
Dia bisa terbang menatap semuanya.
Aku yakin Yuna senang.
“Iya kan, Na ?” tanyaku.
Yuna membisu dalam dekapanku.
Kukecup Yuna dengan segenap perasaan cinta yang menyesaki dada.
Aku menangis dalam genangan darah bidadariku.
Aku tenggelam dalam pusaran penyesalan tak berujung.
Populerkan, simpan atau kirim cerpen ini :
TAG-CERPEN.NET
gerimis hamil Kedua pada pensil cerpen islami CERPEN ROMANTIS nembak agus motivasi sumber sumber motivasi anak-anak seno gumira Poligami PutuWijaya Cinta Atas PerahuCadik Dilarang JatuhCinta Bidadari Mengambil Mata Saya Surat dalam Hujan lucu KKN LURAH humaor obama becak tukang taman cinta remaja abg CINTA ibrahim perempuan rohyati sofyan cerpen cinta cerpen dewasa sepak bola SELAMAT TINGGAL DAN SELAMAT DATANG CITA-CITA DINDA kamera lomo lomografi wanita cinta semarga nasir mujahid GERIMIS LANJUTAN barzakh ngobrolkosong Dunia tragedi Pencuri Motivasi Aborsi cerpen romantis SalahJatuhCinta Bersama Bintang Mencuri tobat karma islam OJEK TAK ADA KABUT CINTA Islami setan gerhana cikal tangsel cerpen.mimpi kerinduan kesucianku jatuh cinta wartawan idealis guru idealis SINABUNG hm... Maulana Akbar alias Abel Purple-niz Lenny Yulia pembunuhan orcan brother sahabat Cerpen komedi apes bunda pengorbanan It's a great one... fairy 123456 444 Rey Menunggu pelangi Tito balap Tami mama ayah motor Hugo rumah sakit love blind tens hurt memoriam --> mas ohed stres... download novel pemuja rahasia secreet admirer kuliah romantis puisi bunga muslimah cina jilbab airmata CERITA KEHIDUPAN (Cerpen ini kupersembahkan untuk seorang teman yang sedang bergulat melawan perihnya kehidupan bersama anak-anaknya setelah perceraian dengan suaminya). Maju terus!Tetap semangat! adesuryatii@blogspot.com http://karimahcentre.blogspot.com/ - Rahasia Cerita Hari Ini Penuh Makna suatu hari hidupku dawn felicity gwynedd east bay cerpen remaja cerpen cinta cerpen dewasa cintaku di bumi madinah cerpen abah abah cerpen cerpen bilik mayat cerpen cerpen islami cerpen remaja cermen gaul cerita remaja dan cinta cerita kehidupan Renungan mengharukan semangat ungu dreaming vs action stop dreaming start action firmansyaharia1982 catatan larung misteri... Ungu POEM ibu lily alya Arina Jangan Pergi ! www.facebook/saifulbahri@rome.com qqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqq Dhea Tamara Short Story hati hari-hari bahagia hikmah aku cinta dan kepedihan mohpn dikomentari.. Thx.. cinta terpendam Suka Sayang Cinta kasih Diculik? Mau dong! Langit Gelap dan Cahaya (4) Gelap dan Cahaya (1) Gelap dan Cahaya (2) Gelap dan Cahaya (3) Gelap dan Cahaya (5) Gelap dan Cahaya (6) Gelap dan Cahaya (7) Gelap dan Cahaya (8) Gelap dan Cahaya (9) End Gelap dan Cahaya (10) Extra Labirin Hidup Jasmine langit Kabut dan Kamu www.mediasastra.com www.mediasastraindonesia.net lover you pelajar dukun comment please! cerpen anak cerpen islam cerita misteri cerita detektif cerpen lucu cerpen humor cerpen anak muslim mayat cerpen humor love junkies saatnya hatiku pulang tertinggal hutan petualangan Aku Langit Asu Johanes Koen Prosa Romantis. Cerpen Cinta Cerpen Motivasi cerpen sains cerpen horor cerpen sadending cergam Janji Malu Tapi Mau Radioppidunia Remaja Giselle 1 hati 3 cinta part 1 1 hati 3 cinta part 2 semua awal asti ada akhirnya. sebelum semua berakhir jangan pernah menyianyiakan setiap kesempatan yang kita miliki. Story kelas Malaikat Putih sakit jiwa patah hati Love the hard way ceepen cerpenafil.blogspot.com alter ego kepribadian ganda polisi psycho pembunuh Teman-teman baca cerpen Misfah Romansa di Tebing Pelangi baik Luka cerpenku kesalahan bertingkat permainan palsu Baca cerpen terbaruku : Bandara Cinta Noella by Misfah Khairina love you... jurnal jati diri cinta sejati gadis bisu Caleg Gagal misteri jerambah beringen lubay thriller samantha Ali Reza sayembara Baca cerpen Misfah yg baru ya : School of Horror Remaja. cerita romantis ali reza hujan aku penyegel fantasi genocode Cerpen Islami Perenungan Qada dan Qadar online cerita yang cukup menginspirasi cerita cewek manis gw ga mawu jadi jomblo teru tsunami banda aceh yogyakarta Cerpen Ali Rofi miftahul amin bernafas untuk Liana pesta perkawinan Venia cerita anak Wandi giande Cinta Pertama Tak cukup hanya cinta Melepasmu Gadis kecil dalam bus cerpen ku Derita Cinta Mamaku - idiot - down syndrome malta ikanova fino kisah penyendiri cinta penyendiri keputusan hati PENYESALAN Cerpenku Masa remajaku hilang alex lagu musik percy guru cinta remaja cinta romantis eiji kirei dongeng ?? Salah paham Pernikahanku Hampa cerita cinta Dia dan musik (last) dia dan musik (8) dia dan musik (7) dia dan musik (6) dia dan musik (5) dia dan musik (4) dia dan musik (1 2 3) cerita remaja diet Pesan untuk untuk cintaku Bahagia Arbi Tak Ada Cinta di Pantai cermin Bidadari Negeri Bunian korupsi bla bla bla HEYREN sebuah harapan jiwa soul Shandy anak cerpennet surat 1000 free gratis soFY Merry cerita menyedihkan dan mengasikkan 1 kuhapus airmataku dengan kartu undangan ditanganku.hatiku bertanya akankah kurasakan lagi ini setelah aku menikah? SMP ulang tahun perpustakaan kutu buku dikucilkan Suara Hati Kenyataan Pahit Yang Harus DiHadapi exited Siswa Baru Itu... Kebahagiaan Yang Sirna di Taman Sorga igau desember cerpen desember 6 DASAR HEP- (OVI) HELP ME (OVI) PARADISE (OVI) KEMATIAN amry sahabat pelit cerpen cinta chicha hilang ingatan just title Lanjutan part 1 .. Part 1 .. sahabat pelit (part 2) Tawuran menunggu sastra ekonomi januari Aku hidup untuk kedua kalinya Cinta Perlu Dikatakan cinta takan pergi pertemanan Light novel moe sci-fi drama detektif Solitude bus kota cerpen kehidupan hantu inspirasi jurang karyawan kebakaran kecelakaan keluarga kecil PHK sopir cerpen bersambung cinta jarak jauh kisah asmara konflik perpisahan Arthur Samuel odi shalahuddin Terry odi Shalahuddin Odi Shalahuddin gw Karma sekar ayu Film dokumenter film dokumenter smpn 10 jakarta vampire the maine lucia rion Laki-Laki Jatuh Cinta story perang mimpi pancoran When you love someone family father Cerita bersambung EeEmMhHhh..... ....................????????? lima november cerita cinta remaja langkah begitu menyakitkan cerpen motivasi cerita serem banget + lucu Dhea Tamara's Short Story POLAROID gila shevanna andi naya Senyum Terakhir Kak Didot Pertanyaan di Benak Lyra hantu dalam sumur yanah Semangat Sosial MIRZA foto seksi Sahabat Selamanya princes Rasa itu tiba-tiba saja hadir menghampiri hatiku “aduuuuuuuuuuuuuh ayah kaki oit kaki oit terjepit” ayah yang mendengar suara itu langung melihat kebelakang ternyata Oit anakkuTentang Penulis Cerpen
mahasiswi semester 1 yang demen monyet, suka dibilang gila, dudul, dan pikun. yaaah, bagaimanapun bentuk penulisnya, saya harap anda menikmati cerpen ini ketika membaca. hehehe. enjoy read it !!!
LIHAT CERPEN r2z YANG LAINRating: 5.0
Comments 
ceritanya bgs tp aneh, masa dia cinta sama yuna tp malah di bunuh harusnya dia nyari orang yg mau donorkan kornea nya ke yuna.
iya seharusnya nara itu cari pendonor mata buat yuna,bukannya malah membunuh yuna,kalau yuna mati nantik nara jadi banci lagi dong!
Add Comment
Untuk memperindah dan mempercantik blog/web kamu maka silahkan pasang kode di bawah, untuk menampilkan gambar animasi keci ini dan mempermudah oranglain untuk memasukkan cerpen mu yang ditulis di blog/webmu ke Cerpen.net
Copy This code below, Paste in to your web/blog





