WELCOME Guest

| RSS

CERPEN.NET, kumpulan cerpen, tempat membaca cerpen, menulis cerpen online dan apresiasi kumpulan CERPEN
Teras Cerpen.net | Tulis Cerpen | Cerpen Terbaru | Contact Cerpen.net | Login to Cerpen.Net | Register To Cerpen.net | Members Cerpen.net
Mau Pasang Iklan di Cerpen.Net..? Silahkan Contact Admin atau kirim SMS ke 0852 391 89 333

CERPEN : aku seorang banci

| Print Cerpen
Posting cerpen by: r2z
Total cerpen di baca: 1099
Total kata dlm cerpen: 1672
Tanggal cerpen diinput: Sat, 10 Oct 2009 Jam cerpen diinput: 1:55 PM
2 Komentar cerpen

<!-- @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } -->
Nama asliku Nara. Tapi semenjak lulus SMA aku lebih suka dipanggil Dara.
Haha, tertawalah. Jika itu kalian anggap lucu.
Tapi aku takkan tertawa. Karena bagiku itu bukan hal yang patut untuk ditertawakan.
Kalian pasti takkan percaya kalau ayahku adalah seorang pelatih basket yang ganteng dan macho. Jago main trek-trekan waktu jaman SMA. Dan mata keranjang pula.
Beliau berharap aku bisa seperti dirinya yang terlahir untuk dipuja banyak gadis, pandai berolahraga, dan keren. Tapi kenyataannya berbeda 180 derajat. Aku justru lebih mirip ibu yang anggun dan pintar menari daripada ayah yang dikenal playboy cap kadal semenjak beliau SMA.
Ayah memaksaku untuk ikut klub olahraga. Beliau mengajariku basket, voli, sepak bola, takraw… Tapi aku tak pernah bisa. Aku lebih nyaman ikut praktek memasak bersama ibu daripada memaksakan diri berpanas-panas ria di ekskul pecinta alam. Itu bukan duniaku.
Duniaku berbeda…
****
Perasaan tak bisa diandalkan muncul saat aku kelas 3 SMP. Ayah mulai putus asa mengajariku berbagai macam hal berbau cowok setelah aku gagal melakukan tendangan bahkan penalti sekalipun. Beliau mulai menjulukiku lemotlah, lembeklah, mirip cewek, tidak bisa dibanggakan…
Dan semua kata-katanya itu berpengaruh pada perkembangan jiwaku. Akibatnya lama-lama aku mulai menganggap diriku ‘wanita’. Dan semenjak saat itu pula aku mulai berteman dengan cewek-cewek yang lebih bisa menerima keadaanku ketimbang geng cowok yang hanya bisa memandangku jijik dan takut.
Menginjak bangku SMA aku mulai mengenal bedak, maskara, dan segala macam alat tempur khusus cewek. Dimulai dari bedak tipis yang kupakai, lama-lama aku kebablasan sampai berani memakai lipgloss bahkan eyeshadow. Kejantananku lenyap seiring waktu. Bahkan aku mulai melupakan kodratku yang sebenarnya.
Bahwa aku seorang lelaki…
Lalu sosoknya muncul mewarnai hidupku. Yuna. Dia tetangga depan rumahku. Anaknya manis dan lembut. Dia gadis periang yang mau menerimaku apa adanya. Bahkan dia dengan baik hati mau mendengarkan semua keluh kesahku sebagai orang dari kelompok minoritas. Dia yang pertama kali aku beritahu saat aku punya cowok bernama Julian. Bagaimana kencan pertamaku dengannya, bagaimana perasaanku saat itu. Semuanya. Semuanya kuceritakan. Dia bahkan bilang kalau cowokku keren. Yuna adalah sahabatku yang terbaik. Cuma dia yang bisa mengerti aku. Cuma dia…
****
Suatu siang, saat kami sedang rujakan di depan rumah Yuna.
“Kamu pernah sadar akan satu hal, Ra?” ucapnya sambil melirikku.
“Hal apa?” tanyaku.
Yuna tersenyum.“Kamu ganteng lho kalau aku boleh jujur.”
Aku tertawa hambar.”Sayangnya aku lebih suka dibilang cantik daripada ganteng.”
“Kamu pernah terpikir untuk berubah sesuai takdir?” Yuna mulai menanyakan sesuatu yang selalu aku hindari. Aku tak pernah suka topik ini. Sampai kapanpun.
“Takdir? Takdir yang mana maksud kamu?” Aku berhenti mengunyah nanas.
“Ya takdir yang bilang kalau kamu itu cowok.”
Amarahku meledak. “Aku bukan cowok, Na!!! Aku cewek!!!”
Kukibaskan garpu yang tadi kupegang dan mulai menghujani Yuna dengan kata-kata kasar yang tak pantas didengar telinga. Yuna memandangku dalam diam. Jujur, aku kecewa padanya. Yuna yang selama ini kuanggap satu-satunya orang yang paling mengerti aku ternyata sama saja dengan yang lain. Dia sama dengan ayah yang selalu menganggap kalau aku itu COWOK!!!
Padahal BUKAN!!!
Aku itu cewek!!! Aku bukan cowok!!!
Aku pergi dari halaman rumah Yuna dengan emosi yang meluap bak gunung api siap meletus. Yuna berlari. Dia memegang tanganku dan memaksaku untuk berbalik. Dia bilang.
“Aku cuma pengen liat kamu berubah, Ra. Cuma itu. Kamu tahu kenapa?” Yuna terdiam sesaat. Ditatapnya mataku lembut. Lembut sekali. Seperti mata malaikat…
“Karena aku sayang kamu.” Yuna meninggikan badan mungilnya sejenak untuk mengecup pipiku lalu berlari pergi.
Aku tergugu. Aku tenggelam dalam kebisuan semesta.
 
****
Desir-desir hangat di hatiku bersarang kian hebat dari hari ke hari. Desir yang lebih lembut dari angin. Desir yang lebih manis dari gula. Aku selalu merasa bingung kala desir itu hadir. Karena ia hadir saat aku menatap Yuna. Bukan memandang Julian.
Ada apa denganku? Ada apa?
Sudah satu minggu aku tak bertegur sapa dengan gadis mungil itu. Ada rindu yang menyergap dalam diam. Dan aku tak bisa memungkirinya. Aku selalu merasakan hal itu setiap aku mengintip Yuna dari jendela kamarku. Seperti pagi ini. Aku hanya bisa memandang Yuna yang sedang menyiram bunga dari balik gorden kamarku yang kelabu. Selalu. Setiap pagi.
Lalu tiba-tiba perasaan itu muncul. Secara tersembunyi. Dan rahasia. Tanpa aku sadari darimana asalnya dan bagaimana caranya. Yang jelas aku merasa…
Aku merasa jiwa laki-laki dalam diriku mulai bangkit.
Perlahan… Dan perlahan…
****
Kubulatkan tekadku untuk berubah total keesokan harinya. Kubuang semua peralatan make-up ku, kubakar semua gaun malam yang pernah kubeli dan kuputuskan Julian.
Sudah saatnya aku memulai hidupku yang baru. Sekarang. Saat ini. Sebagai seorang lelaki yang sebenarnya. Sebagai seorang laki-laki yang ingin berubah demi wanitanya.
Ya. Aku harus berubah!!!
****
Semua mimpi untuk memberi Yuna kejutan tentang perubahanku porak poranda dalam hitungan detik. Saat aku pulang ke rumah dan menemui secarik kertas tertempel di depan pintu kamarku, aku merasa hatiku ikut tertelan kedalam badai tak bernama saat aku membacanya.
Ayah dan Ibu pergi ke rumah sakit. Keluarganya Yuna kecelakaan.
 
****
 
Yuna dan keluarga berangkat keluar kota tadi pagi. Mobil yang mereka tumpangi menabrak bis saat berbelok di tikungan. Adik Yuna meninggal saat itu juga. Orangtuanya mengalami patah tulang. Dan Yuna-ku?
Yunaku buta…
Aku nyaris tak mampu berdiri saat melihat Yuna terisak dengan mata tertutup perban. Aku ingin mendekat, tapi aku takut menangis di depannya. Aku sudah berubah. Dan aku bukan laki-laki cengeng.
Dengan berat hati terpaksa kutinggalkan gadisku yang tengah berselimutkan duka dalam linangan air matanya hari ini. Tapi aku berjanji. Aku berjanji akan kembali jika aku sudah siap menerima keadaan.
Menerima kalau Yunaku tak lagi dapat melihat dunia.
****
Hidupku hancur.
Mengapa? Mengapa di saat aku merasa ada cahaya yang mampu menuntunku berubah sesuai takdir, Tuhan justru mengaburkan cahaya itu dan membuatku kembali kehilangan pegangan untuk berjalan. Tuhan telah mencabut satu-satunya cahaya yang membuatku berani berubah. Yunaku…
Jujur, aku ingin sekali membantunya. Tapi aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Aku… aku bahkan tak pernah menjenguknya semenjak dia ada di rumah sakit hari itu. Aku tak berani. Aku terlalu pengecut…
Lalu pagi ini, entah datang dari mana bisikan itu. Tapi yang jelas aku menemukan, aku menemukan sebuah cara agar gadisku bisa melihat warna lagi.
Aku keluar rumah dengan langkah bisu. Hanya guguran daun dan Tuhan yang tahu benda apa yang kubawa untuk menyelamatkan Yuna. Aku ingin mata bidadarinya bisa melihatku lagi. Aku ingin…
***
Aku membuka pintu kamar Yuna dan masuk perlahan. Kudengar Yuna berkata. “Nara, itu kamu kan?”
Aku mendesah selemah desauan angin. “Iya. Ini aku.”
Dia menggapai-gapai ke segala arah dan aku mengulurkan tangan. Yuna menyambut tanganku dengan dahi mengernyit.
“Suara kamu kok beda? Kamu berubah?”
Kuremas tangannya dengan lidah kelu. “Iya. Aku berubah.”
Yuna reflek memeluk tubuhku sambil menangis. Dan aku kembali merasa desir itu kembali meraja disetiap pembuluh darahku. Membuatku limbung.
“Aku seneng kamu mau berubah. Seneeeng banget.” ujar Yuna. Kurengkuh tubuh mungilnya perlahan dan membiarkan Yuna menumpahkan air matanya didadaku sampai bajuku basah. Gadis itu terasa rapuh dalam pelukanku. Rapuh seperti kayu lapuk…
“Yuna, seandainya aku bisa membantumu melihat lagi. Menurutmu apa yang harus aku lakukan? Aku ingin kamu melihat aku berubah. Harus. Kamu harus melihat lagi.”
Yuna menggeleng dengan senyum duka. “Terimakasih, Ra. Tapi itu nggak mungkin.”
“Kenapa?” kataku dengan ekspresi sedih yang sempurna.
“Nggak ada harapan lagi. Kecuali ada orang yang mau mendonorkan matanya untukku. Tapi itu nggak mungkin…”
“Aku bisa bantu kamu melihat lagi.”
“Sudahlah, Ra.. aku…”
Kututup bibir buah cerinya dengan jari telunjuk. Aku berbisik. “Ssst… aku nggak bercanda. Aku serius.”
“Tapi bagaimana caranya?” Yuna mengernyit bingung.
Kukeluarkan sebuah benda dari balik punggungku perlahan. Benda yang jadi rahasia aku, Tuhan, dan guguran daun pagi itu.
Sebuah pisau dapur.
Aku menggenggamnya erat. Erat sekali. Seperti berlian yang takut dirampok orang. Tapi aku masih bingung. Bingung. Bingung…
Lalu bisikan aneh itu pun kembali merajam hati terkecilku.
Apa yang kau tunggu, hah? Dasar bodoh!!! Cepat lakukan. Cuma ini yang bisa membantu gadismu melihat lagi. Apa lagi yang kau tunggu?? Dasar tolol, tolol, tolol!!! Cepat lakukan !!!
Hati kecilku mendadak bimbang. Oh, aku kalut…
Tapi ini demi Yuna, hatiku kembali berontak. Ini demi malaikatku. Aku harus kuat. Aku harus melakukannya. Aku …
Yuna terenyak. “Kok diem Nar…a… ”
Lalu tanpa pikir panjang segera kutancapkan pisau dapur itu ke dada Yuna kuat-kuat.
JLEB.
Dan kalimat yang dia ucapkan pun terputus. Darahnya memancar ke mukaku. Terasa amis dan hangat. Aku bisa merasakan jantung kecil Yuna bocor. Tubuhnya berontak dalam dekapanku. Seperti ayam yang tak rela nyawanya dicabut secara paksa. Kubungkam mulutnya cepat dan kupeluk tubuhnya erat-erat. Yuna meregang nyawa selama beberapa detik.
Ada senyum senang terkembang di bibirku saat guncangan tubuh Yuna melemah.
Hahahahahahahaha….
Tawaku bergema dalam lorong-lorong dosa yang sunyi dan busuk.
Ada ribuan setan berpesta pora disana. Mereka berteriak. Bernyanyi. Merayakan kebodohan anak manusia yang terbutakan oleh cinta.
Aku. Nara yang tolol.
Misiku berhasil. Misiku berhasil. Aku bergumam dengan bodohnya.
Sekarang Yuna bisa melihat dunia lagi. Dia bisa menatap pelangi. Menatap bintang. Menatap bulan. Menatap aku…
Dia bisa terbang menatap semuanya.
Aku yakin Yuna senang.
“Iya kan, Na ?” tanyaku.
Yuna membisu dalam dekapanku.
Kukecup Yuna dengan segenap perasaan cinta yang menyesaki dada.
Aku menangis dalam genangan darah bidadariku.
Aku tenggelam dalam pusaran penyesalan tak berujung.
 

Populerkan, simpan atau kirim cerpen ini : Share/Save/Bookmark

TAG-CERPEN.NET

  gerimis   hamil   Kedua   pada   pensil   cerpen   islami   CERPEN   ROMANTIS   nembak   agus   motivasi   sumber   sumber motivasi   anak-anak   seno   gumira   Poligami   PutuWijaya   Cinta   Atas   PerahuCadik   Dilarang   JatuhCinta   Bidadari   Mengambil   Mata   Saya   Surat   dalam   Hujan   lucu   KKN   LURAH   humaor   obama   becak   tukang   taman   cinta   remaja   abg   CINTA   ibrahim   perempuan   rohyati sofyan   cerpen cinta   cerpen dewasa   sepak bola   SELAMAT TINGGAL DAN SELAMAT DATANG CITA-CITA   DINDA   kamera   lomo   lomografi   wanita   cinta semarga   nasir   mujahid   GERIMIS LANJUTAN   barzakh   ngobrolkosong   Dunia   tragedi   Pencuri   Motivasi   Aborsi   cerpen romantis   SalahJatuhCinta   Bersama Bintang   Mencuri   tobat   karma   islam   OJEK   TAK ADA   KABUT CINTA   Islami   setan   gerhana   cikal   tangsel   cerpen.mimpi   kerinduan   kesucianku   jatuh cinta   wartawan idealis   guru idealis   SINABUNG   hm...   Maulana Akbar alias Abel   Purple-niz   Lenny Yulia   pembunuhan   orcan   brother   sahabat   Cerpen   komedi   apes   bunda   pengorbanan   It's a great one...   fairy   123456   444   Rey   Menunggu   pelangi   Tito   balap   Tami   mama   ayah   motor   Hugo   rumah sakit   love   blind   tens   hurt   memoriam --> mas ohed stres...   download novel   pemuja rahasia   secreet admirer   kuliah   romantis   puisi   bunga   muslimah   cina   jilbab   airmata   CERITA KEHIDUPAN   (Cerpen ini kupersembahkan untuk seorang teman yang sedang bergulat melawan perihnya kehidupan bersama anak-anaknya   setelah perceraian dengan suaminya). Maju terus!Tetap semangat!   adesuryatii@blogspot.com   http://karimahcentre.blogspot.com/   -   Rahasia   Cerita Hari Ini Penuh Makna   suatu   hari   hidupku   dawn   felicity   gwynedd   east bay   cerpen remaja cerpen cinta cerpen dewasa cintaku di bumi madinah   cerpen abah abah cerpen   cerpen bilik mayat cerpen   cerpen islami   cerpen remaja   cermen gaul   cerita remaja dan cinta   cerita kehidupan   Renungan   mengharukan   semangat   ungu   dreaming vs action   stop dreaming start action   firmansyaharia1982   catatan   larung   misteri...   Ungu   POEM   ibu   lily   alya   Arina Jangan Pergi !   www.facebook/saifulbahri@rome.com   qqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqq   Dhea Tamara Short Story   hati   hari-hari   bahagia   hikmah   aku   cinta dan kepedihan   mohpn dikomentari.. Thx..   cinta terpendam   Suka Sayang Cinta   kasih   Diculik? Mau dong!   Langit   Gelap dan Cahaya (4)   Gelap dan Cahaya (1)   Gelap dan Cahaya (2)   Gelap dan Cahaya (3)   Gelap dan Cahaya (5)   Gelap dan Cahaya (6)   Gelap dan Cahaya (7)   Gelap dan Cahaya (8)   Gelap dan Cahaya (9) End   Gelap dan Cahaya (10) Extra   Labirin Hidup   Jasmine   langit   Kabut dan Kamu   www.mediasastra.com   www.mediasastraindonesia.net   lover   you   pelajar   dukun   comment please!   cerpen anak   cerpen islam   cerita misteri   cerita detektif   cerpen lucu   cerpen humor   cerpen anak muslim   mayat   cerpen humor   love junkies   saatnya hatiku pulang   tertinggal   hutan   petualangan   Aku Langit Asu Johanes Koen Prosa   Romantis.   Cerpen Cinta   Cerpen Motivasi   cerpen sains   cerpen horor   cerpen sadending   cergam   Janji   Malu Tapi Mau   Radioppidunia   Remaja   Giselle   1 hati 3 cinta part 1   1 hati 3 cinta part 2   semua awal asti ada akhirnya. sebelum semua berakhir jangan pernah menyianyiakan setiap kesempatan yang kita miliki.   Story   kelas   Malaikat Putih   sakit jiwa   patah hati   Love the hard way   ceepen   cerpenafil.blogspot.com   alter ego kepribadian ganda polisi psycho pembunuh   Teman-teman baca cerpen Misfah   Romansa di Tebing Pelangi   baik   Luka   cerpenku   kesalahan bertingkat   permainan palsu   Baca cerpen terbaruku : Bandara Cinta Noella by Misfah Khairina   love you...   jurnal   jati diri   cinta sejati   gadis bisu   Caleg Gagal   misteri jerambah beringen lubay   thriller   samantha   Ali Reza   sayembara   Baca cerpen Misfah yg baru ya : School of Horror   Remaja.   cerita romantis   ali reza   hujan   aku penyegel fantasi genocode   Cerpen Islami   Perenungan   Qada dan Qadar   online   cerita yang cukup menginspirasi   cerita   cewek manis   gw ga mawu jadi jomblo teru   tsunami   banda aceh   yogyakarta   Cerpen Ali   Rofi miftahul amin   bernafas untuk Liana   pesta   perkawinan   Venia   cerita anak   Wandi   giande   Cinta Pertama   Tak cukup hanya cinta   Melepasmu   Gadis kecil dalam bus   cerpen ku   Derita Cinta   Mamaku - idiot - down syndrome   malta ikanova   fino   kisah penyendiri   cinta penyendiri   keputusan hati   PENYESALAN   Cerpenku   Masa remajaku hilang   alex   lagu   musik   percy   guru   cinta remaja   cinta romantis   eiji   kirei   dongeng   ??   Salah paham   Pernikahanku   Hampa   cerita cinta   Dia dan musik (last)   dia dan musik (8)   dia dan musik (7)   dia dan musik (6)   dia dan musik (5)   dia dan musik (4)   dia dan musik (1   2   3)   cerita remaja   diet   Pesan untuk untuk cintaku   Bahagia Arbi   Tak Ada Cinta di Pantai cermin   Bidadari Negeri Bunian   korupsi   bla bla bla   HEYREN   sebuah harapan   jiwa soul   Shandy   anak   cerpennet   surat   1000   free   gratis   soFY   Merry   cerita menyedihkan dan mengasikkan   1   kuhapus airmataku dengan kartu undangan ditanganku.hatiku bertanya akankah kurasakan lagi ini setelah aku menikah?   SMP   ulang tahun   perpustakaan   kutu buku   dikucilkan   Suara Hati   Kenyataan Pahit Yang Harus DiHadapi   exited   Siswa Baru Itu...   Kebahagiaan Yang Sirna   di Taman Sorga   igau desember   cerpen desember   6   DASAR HEP- (OVI)   HELP ME (OVI)   PARADISE (OVI)   KEMATIAN   amry   sahabat pelit   cerpen cinta chicha   hilang ingatan   just title   Lanjutan part 1 ..   Part 1 ..   sahabat pelit (part 2)   Tawuran   menunggu   sastra   ekonomi   januari   Aku hidup untuk kedua kalinya   Cinta Perlu Dikatakan   cinta takan pergi   pertemanan   Light novel   moe   sci-fi   drama   detektif   Solitude   bus kota   cerpen kehidupan   hantu   inspirasi   jurang   karyawan   kebakaran   kecelakaan   keluarga kecil   PHK   sopir   cerpen bersambung   cinta jarak jauh   kisah asmara   konflik   perpisahan   Arthur Samuel   odi shalahuddin   Terry   odi Shalahuddin   Odi Shalahuddin   gw   Karma   sekar ayu   Film   dokumenter   film dokumenter smpn 10 jakarta   vampire   the maine   lucia   rion   Laki-Laki Jatuh Cinta   story   perang   mimpi   pancoran   When you love someone   family   father   Cerita bersambung   EeEmMhHhh.....   ....................?????????   lima november   cerita cinta remaja   langkah   begitu menyakitkan   cerpen motivasi   cerita serem banget + lucu   Dhea Tamara's Short Story   POLAROID   gila   shevanna   andi   naya   Senyum Terakhir Kak Didot   Pertanyaan di Benak Lyra   hantu dalam sumur   yanah   Semangat   Sosial   MIRZA   foto seksi   Sahabat Selamanya   princes   Rasa itu   tiba-tiba saja hadir menghampiri hatiku   “aduuuuuuuuuuuuuh   ayah kaki oit   kaki oit terjepit” ayah yang mendengar suara itu langung melihat kebelakang ternyata Oit anakku

Tentang Penulis Cerpen

mahasiswi semester 1 yang demen monyet, suka dibilang gila, dudul, dan pikun. yaaah, bagaimanapun bentuk penulisnya, saya harap anda menikmati cerpen ini ketika membaca. hehehe. enjoy read it !!!

LIHAT CERPEN r2z YANG LAIN
Rating: 5.0

Comments

Sat, 10 Oct 2009 6:30 PM, by Guest
ceritanya bgs tp aneh, masa dia cinta sama yuna tp malah di bunuh harusnya dia nyari orang yg mau donorkan kornea nya ke yuna.

Sat, 10 Oct 2009 8:02 PM, by tania
iya seharusnya nara itu cari pendonor mata buat yuna,bukannya malah membunuh yuna,kalau yuna mati nantik nara jadi banci lagi dong!

Add Comment


Enter the code shown

Visual CAPTCHA


Untuk memperindah dan mempercantik blog/web kamu maka silahkan pasang kode di bawah, untuk menampilkan gambar animasi keci ini dan mempermudah oranglain untuk memasukkan cerpen mu yang ditulis di blog/webmu ke Cerpen.net
Masukkan cerpen ini ke Cerpen.net
Copy This code below, Paste in to your web/blog


CERPEN TERPOPULER

1: persahabatan
dibaca 161208 kali
2: SATU PERSAHABATAN DALAM HIDUPKU
dibaca 51293 kali
3: Menunggu Pelangi
dibaca 48935 kali
4: Dilarang Jatuh Cinta
dibaca 48316 kali
5: Untuk Sahabat
dibaca 44128 kali
6: GERIMIS
dibaca 38316 kali
7: OBAMA dan TUKANG BECAK
dibaca 35062 kali
8: Surat dalam Hujan
dibaca 27638 kali
9: impian
dibaca 27625 kali
10: Cerpen Penjual Pensil
dibaca 23756 kali

KOMENTAR CERPEN TERBARU

cerpen :Diva dan Daffa
fiksi c fiksi tp buat crtana pke otak jg donk.. malu2in islam aja..g ad yg blh nkah klo sdara kandung..sm sepu2 yg msh tblg wali aj g blh..ap lg kandu ...
Comment By: Guest

cerpen :miss dance part 3
klo jelek comment klo bgs comment yyyaaaa
Comment By: shavira

cerpen :persahabatan
keren banget...
Comment By: Guest

cerpen :Tentang Nama Belakang
makasih ya, di comment dunk cerpennya, kritik saran ato apa ja deh, member baru niy..xixixi salam kenal smua
Comment By: Feria

cerpen :eureka!
ga greget tuh di bumbu donk biar ngakak
Comment By: Guest

cerpen :Artisku Pembohong
Pengalaman unik tuh. . .
Comment By: Guest

cerpen :Love It Must Have
this story make me confusing... hehe... I'm so sorry to say this...
Comment By: gw

cerpen :Pertanyaan di Benak Lyra
keren banget....
Comment By: Guest

cerpen :Sahabat Dunia Maya
emang iya,hehehehehe
Comment By: dreadnought

cerpen :Tentang Nama Belakang
bagus bagus.. endingnya bagus haha
Comment By: Guest

cerpen :Pertanyaan di Benak Lyra
Versi update-an nih! Mnurut kalian lbh bgs yg awal ato yg ini?
Comment By: sikhod

cerpen :Surat Untuk Suamiku
ini kisah nyata ya???
Comment By: Guest

SPONSOR

INFO LOWONGAN KERJA

BERLANGGANAN CERPEN TERBARU ? GRATIS

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

CERPEN INFO

Cara nulis cerpen di cerpen.net : registrasi dulu, trus masuk ke menu Tulis Cerpen (kalo gak registrasi gak bisa akses menu ini ), setelah nulis cerpen silahkan di publish.. dan bimsalabim.. lihat hasilnya.. silahkan bereksplorasi pada menu cerpen.net lainnyaa.... misalnya : profileku dsb...:)




LINK-CERPEN.NET

Populerkan Cerpenmu, COPY dan PASTE kode HTML di bawah ini di BLOG kamu, lihat hasilnya...
lihat cerpenku di cerpen.net

PENGUNJUNG CERPEN.NET

  • 56 users Cerpen.Net online.