CERPEN : MY STORY
| Print Cerpen
Posting cerpen by: dwipotter
Total cerpen di baca: 935
Total kata dlm cerpen: 2608
Tanggal cerpen diinput: 16 Nov 2009 Jam cerpen diinput: 8:31 AM
0 Komentar cerpen
<!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:85.05pt 85.05pt 85.05pt 113.4pt; mso-header-margin:35.45pt; mso-footer-margin:35.45pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} -->
Awan bergumul di langit. Cuaca cerah, matahari kian tersenyum ramah. Hari ini bagaikan mengambarkan hatiku sekarang ini. Aku akan kembali ke kampungku...ya, aku kembali. Tujuh tahun sudah aku berada jauh dari kampungku, orang-orangku, dan keluargaku, kini aku bisa kembali. Aku rindu pada bibiku, sepupuku, dan juga padanya,sahabatku.sudah seperti apakah dia sekarang? Wajahnya yang cantik dan senyumnya yang manis masih berada dalam anganku. Aku teringat kembali akan kenangan kami terdahulu.
Aku mengenalnya pada saat kami duduk di kelas 1 SMP. Sahabatku,Vidya, sangat pemalu. Dia duduk di kursi baris kedua sebelah kanan. Ia duduk termenung dan menatap teman-teman yang sedang bercanda. Anak-anak remaja memang begitu adanya. Mereka suka bergosip, bercanda, dan memiliki genk-genk mereka sendiri. Aku tak mengerti mengapa mereka begitu, meskipun aku salah satu dari remaja tersebut. Aku melihat Vidya diam sendiri. Aku mendekatinya perlahan dan menyapanya. Vidya tersenyum manis padaku. Dari situlah kami mulai berteman. Vidya, yang namanya diambil dari kata Vidyadari (artinya bidadari), wajah dan sifatnya sangat tak lepas seperti seorang bidadari yang aku tahu dari dongeng Jaka Tingkir. Sikapnya santun dan perhatian pada orang sekitarnya. Tak ayal jika ia disayangi banyak orang, termasuk aku sendiri. Saking lembut dan baik hatinya, ia selalu diganggu oleh teman-teman lelaki di kelas kami. Pada saat itulah aku menjadi penyelamatnya. Jika Vidya diibaratkan seorang bidadari, maka aku diibaratkan sebagai Cat Woman-nya. Aku selalu dimarahi oleh Bibiku karena sikapku yang keras dan bergaya selayaknya seorang lelaki yaitu senang berkelahi. Bibi selalu mengingatkanku bahwa seorang wanita, baik kecil maupun dewasa, dalam agama diharamkan bertingkah, berdandan, dan memotong rambut selayaknya laki-laki. Kotbahnya itu selalu teniang di telingaku. Aku memang suka berkelahi, tapi aku tak pernah ingin bergaya atau menyerupai seorang lelaki. Inilah akibat aku menonton film pada layar tancap yang diadakan di kampung kami pada saat musim panen atau hajatan.
Vidya selalu tersenyum melihatku menantang semua anak laki-laki yang mengganggunya. Ia selalu menjadikanku sebagai pahlawannya. Ya, aku sadar dengan jelas bahwa aku selalu menjadi bodyguard-nya, bukan sombong. Aku ingat, waktu itu sepatu Vidya di lempar ke atas pohon dan tersangkut di dahannya yang rimbun. Vidya hampir menangis waktu itu, karena baginya sepatu itu adalah harta satu-satunya yang ia miliki. Aku kasihan padanya, dan karena ia adalah sahabatku, maka aku naik ke pohon itu dan mengambil sepatunya. Setelah kejadian itu aku dihukum untuk menuliskan surat Al-Fatihah sampai satu buku dan menghafalkan surat Yassin yang aku harus aku hafalkan dalam waktu tiga hari. Vidya merasa tidak enak padaku. Sebagai gantinya, aku memintanya untuk membantuku menuliskan setengah surat Al-Fatihah dan membantuku menghafal. Di kampung kami, agama memang nomor satu dan betapa sangat diremehkannya bagi orang-orang yang seperti aku, bergaya diluar kodratnya. Vidya dan aku tumbuh bersama. Sampailah pada saat kami berpisah. Tiga tahun masa-masa SMP yang sangat menyenangkan kami lewati bersama. Aku dan Vidya bertekad untuk meneruskan sekolah, bahkan aku dan Vidya sudah merancanakan untuk masuk ke sekolah yang sama. Tapi takdir berkata lain, aku dikenalkan oleh kerabat Pamanku yang tinggal di Jakarta. Namanya Pak Mugi, ia bekerja di salah satu pabrik rokok terkemuka di Jakarta. Paman menginginkanku pergi ke Jakarta bersama Pak Mugi. Aku sedih karena dua alasan, yaitu mungkin aku tak bisa melanjutkan sekolahku dan aku akan berpisah dengan Vidya. Pak Mugi menatapku sambil tersenyum. Ia memegang bahuku sambil mengatakan sesuatu yang tak kuduga sama sekali.
“ Bapak akan mengangkat kau sebagai anak...”, tuturnya
“ Dan Bapak akan berusaha untuk menyekolahkan kamu sampai ke perguruan tinggi, itu akan Bapak usahakan”, sambungnya
Aku tersenyum lebar mendengar hal itu. Bibi menyuruhku masuk ke dalam kamar. Aku benar-benar merasa bahagia sekalugus bingung untuk menyampaikan kabar ini pada Vidya atau tidak. Aku duduk termenung dalam kamar. Aku memutuskan untuk memberitahukan Vidya tentang kabar ini.
Vidya tersenyum manis padaku dan ia berkata bahwa ia ikut senang akan hal itu. Aku memeluknya erat-erat. Aku tahu ini sulit, tapi aku benar-benar harus memutuskan suatu pilihan. Hidup memang penuh pilihan.
Dua hari kemudian, Pak Mugi menjemputku di rumah. aku ingat, pada saat perpisahan yang menyedihkan itu, Paman, Bibi, sepupuku, dan...Vidya,berada di depan rumahku. Mereka melambaikan tangan dan menangis mengiringi kepergianku. Tak pelak air mataku mengalir, tapi aku tak melihat air mata jatuh dari mata Vidya yang tenang. Aku tahu, mungkin ia sudah berjanji pada dirinya sendiri, tidak akan menangisi kepergianku karena akan membuatku makin tak rela meninggalkannya. Pak Mugi menuntunku naik ke angkutan umum, dan berlalu dari kampung indah nan permai itu.
Di Jakarta, Pak Mugi mendaftarkanku di sekolah keperawatan, karena ia tahu bahwa aku selalu bercita-cita ingin menjadi dokter. Sebenarnya, cita-cita itu muncul di benakku pada saat meninggalkan kampung halamanku. Profesi dokter timbul dari benakku, karena aku bertekad untuk kembali ke sana dan merawat masyarakat di kampungku yang belum mengenal dengan kedokteran. Walau di kampungku agama nomor satu, mereka masih mempercayakan kesehatannya pada seorang dukun. Tiga tahun sudah telah aku lewati di sekolah keperawatan, akhirnya aku bisa kuliah di kedokteran. Aku mendapatkan beasiswa karena prestasiku, ditambah dengan uang bantuan dari pemerintah daerah bagi siswa yang tidak mampu. Tak kusia-siakan peluang itu. Akhirnya aku bersekolah di salah satu universitas terkemuka yang ujian masuknya mengiming-imingi gratis untuk uang gedung bagi mahasiswa yang tidak mampu. Dan sekarang aku kuliah sambil bekerja untuk membiayai hidupku dan keluargaku yang baru di Jakarta setelah Pak Mugi meninggal. Sampai sekarang aku selalu merasa bersyukur dan berterima kasih pada Pak Mugi yang telah mati-matian menyekolahkanku sampai sejauh ini. Dan kini, aku kembali ke kampung tercintaku.
Aku kini telah magang di sebuah rumah sakit Jakarta, dan kebetulan aku mendapatkan ijin cuti karena aku rindu pada kampungku. Kereta yang melaju cepat kini mulai pelan berjalan. Aku langsung berdiri dan mengambil ranselku karena sebentar lagi kereta akan berhenti melaju tepat di stasiun. Dari stasiun aku naik angkutan umum. Mobil penuh sesak dengan penumpang yang baru pulang dari kota Jakarta untuk mencari nafkah. Bawaan mereka sangat banyak dan ada beberapa penumpang yang membawa ayam jago. Kini mobil mulai melaju. Tanpa terasa aku telah tiba di kampungku. Tinggallah aku sendiri turun dari mobil itu, sebab kampungku letaknya paling ujung. Kampungku itu memang kampung. Aku menghirup udara segar yang tak pernah kudapatkan dari kerasnya kota Metropolitan. Kakiku melangkah menyusuri ladang pertanian. Kulihat petani yang sedang asyik menanam bibit padinya dan kerbau yang membajak ladang. Masih seperti dulu, seperti ketika aku meninggalkannya. Masih banyak pula anak-anak mandi dan ibu-ibu mencuci di sungai secara bersama-sama. Langkahku berhenti di sebuah rumah kecil yang aku kenal. Rumah ini dimana aku dirawat, dibesarkan, dan dididik oleh Paman dan Bibiku. Aku melihat gadis muda menyapu teras rumah. Ia menoleh padaku. Aku tersenyum padanya dan melambaikan tangan.tapi ia hanya menatapku dengan tubuh yang tegap seakan membatu. Tiba-tiba ia menjerit dan melemparkan sapunya. Garis senyumku memudar berganti sebuah garis kerutan di dahiku. Aku melangkah ragu-ragu menuju rumahku. Kemudian aku melihat gadis itu menarik seorang wanita paruh baya yang diikuti oleh seorang laki-laki yang juga paruh baya, itu Bibi dan Pamanku. Mereka menatap takjub padaku seakan-akan aku ini artis dari kota Jakarta. Tak lama ia memandangiku, Bibi langsung memelukku dan menangis haru. Bibi menepuk-nepuk pipiku pelan, seperti ingin memastikan bahwa gadis putih cantik berambut panjang hitam tergurai dan memakai jas dokter yang berdiri dihadapannya itu adalah benar-benar aku. Kemudian gadis itu maju dan menyalamiku. Aku benar-benar terkejut ketika ia memberitahukan bahwa ia adalah sepupu kecilku satu-satunya, Mira. Dulu ia masih berusia tujuh tahun dan kini ia telah menjadi gadis remaja yang sangat cantik. Mira dan Bibi kini mundur selangkah, kini giliran Pamanku. Ia tersenyum bangga padaku dan memelukku erat. Ia semakin tua, tetapi waktu tak bisa menggerogoti tubuhnya yang masih kekar. Beliau sangat berjasa bagi keberhasilanku setelah Pak Mugi.
Malam terasa begitu dingin, langitpun begitu cerah. Aku duduk di teras ruma sambil menatap betapa indahnya malam ini. Bulan yang terang dan ditemani oleh bintang-bintang yang setia menemaninya. Bulan itu begitu indah, rasanya lebih indah jika dilihat dari sini dibandingkan dari Jakarta. Mira keluar menemuiku dan kini ia duduk di sampingku. Kami hening karena terpesona oleh sang rembulan. Mira memecahkan keheningan dengan pertanyaannya tentang kota Jakarta.
“ Kakak, tahukah kau bagaimana kini nasib Kak Vidya ?” ujarnya
Aku menggeleng penuh rasa ingin tahu. Mira hening sejenak. Ia menundukan wajah cantiknya. Air mukanya kini berubah menjadi kesedihan. Aku duduk tegang, ingin mengetahui apa yang akan Mira ceritakan padaku.
“Lebih baik, nanti pagi Kakak ke rumahnya. Aku bersedia mengantar Kakak”, ujarnya
“Memangnya ada apa dengannya ?” tanyaku gelisah
Mira terdiam. Ia hanya menatapku dengan tatapan sendu.
“Nanti juga Kakak akan tahu”,sambungnya
Keesokan paginya, aku dan Mira pergi kerumah Vidya. Hatiku senang sekaligus berdebar-debar, apa yang terjadi pada sahabat cantikku itu selama aku tak ada ? Apakah ia sekarang menjadi wanita dewasa yang makin cantik ? Aku sungguh-sungguh tak sabar. Kami berjalan melewati pematang sawah. Kulihat para petani sudah menanamkan bibit padinya, mungkin sejak subuh tadi. Di perjalanan tak henti-hentinya warga yang mengenalku menyalamiku. Bagi mereka, akulah satu-satunya warga asli kampung ini yang akan merubah hidup mereka. Aku hanya tersenyum palsu, pikiranku melayang jauh ke rumah Vidya. Aku dan Mira akhirnya sampai di rumah Vidya. Rumah itu masih tetap sama, kecil tetapi bersih, dan pagarnya terbuat dari bambu yang ditancapkan asal. Kami mulengkah memasuki halamannya. Aku melihat sekeliling halaman, tak ada lagi bunga-bunga yang dulu ditanam oleh Vidya. Mira mengetuk pintu dengan keras. Terdengar suara kaki melangkah dari dalam rumah. Bu Marni, ibu Vidya, tampak dari dalam rumah. Wajahnya kini penuh keriput, tubuhnya semakin kurus. Ia mengenakan kebaya tempo dulu berwarna biru dan rambutnya disanggul rapih. Ia mempersilahkan kami masuk. Tanpa basa-basi, aku langsung menanyakan di mana Vidya. Ku tatap setiap sudut-sudut rumah, masih seperti dulu, dan tak tampak wajah manis seorang gadis yang telah kutinggalkan selama tujuh tahun itu. Bu Marni tak menjawab pertanyaanku. Ia langsung membimbingku keluar rumah. Air mukanya tampak sedih. Aku bingung, mau dibawa kemana aku ini. Bu Marni membimbingku dan Mira menuju ke suatu tempat di belakang rumahnya. Di sana aku melihat sebuah gubuk kecil yang hampir tertutup oleh pohon-pohon besar. Di depan pintu gubuk itu, Bu Marni mengambil sesuatu dalam kantongnya. Sebuah kunci. Pintu itu terdapat sebuah rantai yang berukuran besar yang melilit tubuh pintu. Di rantai tersebut terdapat dua gembok besar bergelantung. Bu Marni membuka gembok itu satu per satu dan berusaha untuk menyingkirkan rantai itu ke samping pintu. Aku terdiam dan tak bisa kubanyangkan apa isi di dalam gubuk tersebut. Pintu mulai terbuka, aku masuk terlebih dahulu. Aku melihat sesosok wanita duduk di atas bale. Wajahnya menghadap ke arah jendela, tapi aku bisa melihat rambutnya yang terpangkas tak beraturan. Aku menoleh ke arah Bu Marni dan Mira. Tanpa terucap, mereka menyuruhku untuk mendekati wanita itu. Perlahan aku mendekati wanita itu. Aku kini mulai berada di hadapannya. Tiba-tiba dadaku terasa sesak, nafasku seakan berhenti. Aku jatuh berlutut, kakiku terasa lumpuh. Air mataku jatuh melihat sosok wanita di hadapanku. Aku menangis dan memeluk tubuhnya. Sahabatku, Vidya, kini bukanlah seorang wanita dewasa, tetapi menjadi wanita yang mati.
Aku duduk di sampingnya dan menatap tajam matanya. Tatapannya kini kosong, hanya kulit yang membaluti tubuhnya. Tulang pipinya terlihat jelas menonjol. Tak kulihat sosok Vidya yang dulu. Aku memanggil namanya, ia tak menjawab. Bahkan, ia tak menoleh sedikitpun kepada ku. Bu Marni mulai angkat bicara memecahkan keheningan. Ia menjelaskan padaku tentang kondisi Vidya saat ini dan menceritakan penyebab Vidya menjadi seperti sekarang. Pada saat Vidya duduk di bangku kelas 2 SMA, ia menikah dengan saudagar kaya di kampung sebelah. Vidya berhenti sekolah dan menikah demi membayar lunas hutang-hutang orang tuanya kepada lintah darat tersebut. Akhirnya Vidya diboyong ke kampung sebelah, tinggal bersama tiga istri saudagar tersebut. Awalnya Vidya baik-baik saja keadaannya, meski ia berubah menjadi seorang introvert (orang yang pemurung). Tetapi beberapa minggu kemudian, Vidya bercerita pada ibunya tentang penyiksaan yang dialaminya. Saudagar itu ternyata tak senang dengan Vidya karena ia tak pernah tersenyum sedikitpun untuknya. Ia selalu memukul Vidya dan memperkosanya. Tiga minggu kemudian, Vidya putus asa dan berniat untuk mengakhiri hidupnya. Tetapi usaha itu gagal karena istri kedua saudagar tersebut menghentikannya. Akhirnya dengan berat hati, saudagar tersebut mau memulangkan Vidya ke rumah orang tuanya. Meski begitu, Vidya terlanjur mengalami depresi berat atas kejadian yang dialaminya sehingga ia menjadi seperti sekarang ini.
Aku menatap tubuh Vidya yang masih tampak bekas memar akibat pukulan saudagar itu. Dalam hati aku mengutuk keras-keras dan berdoa agar lelaki bejat itu di tempatkan di neraka Jahanam. Aku termenung sesaat, lalu kupegang tangannya erat-erat. aku berjanji dalam hati, takkan aku tinggalkan ia sendiri. Terbesit sebuah ide dalam otakku. Tanpa berpikir panjang, aku mengatakan ideku itu pada Bu Marni.
“Aku akan membawa Vidya ke Jakarta untuk pengobatan”, ujarku
“Vidya akan seperti gadis dulu lagi, aku janji”
Bu Marni memelukku dan menangis. Ia menyetujui ideku. Vidya, aku akan mengembalikan senyummu yang telah lama hilang, janjiku.
Selama satu minggu aku di kampung ini. Aku mulai berkemas karena masa cutiku telah habis. Bu Marni dan suaminya telah muncul di depan rumahku, bersama Vidya tentunya. Aku bersalaman dengan Paman dan Bibiku. Mira menyalamiku dan aku membisikan sesuatu padanya yaitu jika ia telah lulus SMP aku akan membawanya ke Jakarta untuk bersekolah di sana. Wajahnya sumringah mendengar perkataanku. Aku, dan Vidya bersama orang tuanya, berpamitan dengan Paman dan Bibiku.
Kami tiba di stasiun kereta. Ketika kereta telah tiba, aku membimbing Vidya masuk ke dalam kereta. Bu Marni dan suaminya melambaikan tangan ke arah kami. Kereta mulai melaju perlahan dan semakin cepat. Di perjalanan, aku berusaha untuk mengajak Vidya berbincang-bincang seperti dulu, tetapi ia tak menanggapi perkataanku. Tetapi kini ia mulai menoleh kepadaku dan menatapku. Aku merasa senang meski ia hanya menatapku. Beberapa jam kemudian, kereta mulai melaju pelan dan berhenti di stasiun Jakarta. Setelah kami keluar dari kereta, aku memanggil taksi dan menuju ke Rumah Sakit Jiwa. Sesampainya di sana, aku menemui seorang dokter jiwa yang telah lam kukenal, dr. Wahyu. dr. Wahyu adalah sahabat dekatku. Aku bertemu dengannya pada acara ulang tahun teman kerjaku. Ia terkejut akan kedatanganku bersama seorang wanita muda yang kini menjadi mayat hidup. Aku menjelaskan duduk perkara padanya. Ia mulai mengerti, lalu ia berjalan melewati lorong-lorong rumah sakit didikuti oleh kami yang berjalan dibelakangnnya. Aku melihat banyaknya pasien sakit jiwa yang berada di lorong dan taman rumah sakit. Aku merasa tak tega meninggalkan Vidya di sini, bahkan tak dapat aku bayangkan jika ia berada di sekitar lorong rumah sakit atau di sekitar taman bersama pasien lainnya. dr. Wahyu menghentikan langkahnya di depan sebuah ruangan. Aku mengikutinya dari belakang. Ruangan itu adalah sebuah kamar yang hanya berisikan tempat tidur, sebuah kursi, dan sebuah meja kecil tanpa kain taplak di atasnya. Jendelanya bukan dari kaca, melainkan sebuah jeruji yang terpasang kuat berwarna hijau. Vidya duduk di atas kasur kamar itu. Aku dan dr. Wahyu mendiskusikan tentang pengobatan yang akan dilakukan oleh Vidya. Menurutnya, Vidya belum mengalami tahap gila. Vidya hanya depresi karena trauma yang ia hadapi selama ini. dr. Wahyu menjelaskan bahwa untuk kasus seperti Vidya tidak boleh di tempatkan dengan orang-orang yang mengalami gangguan jiwa yang parah, karena ini akan mempengaruhinya. Aku bernafas lega mendengar itu. Vidya akan ditangani oleh seorang psikiater. Setelah satu jam kami berbincang-bincang, aku segera mengambil ranselku dan pulang ke rumah.
“Wahyu, tolong jaga Vidya selama ia berada di sini”, pintaku
Ia hanya mengangguk. Aku berpamitan padanya. Kemudian aku berpamitan pada Vidya. Aku mencium keningnya. Aku keluar dari ruangan itu dan berlalu. Senyummu, pasi akan kembali merekah di wajahmu yang cantik, kawanku, itu janjiku.
Populerkan, simpan atau kirim cerpen ini :
TAG-CERPEN.NET
gerimis hamil Kedua pada pensil cerpen islami CERPEN ROMANTIS nembak agus motivasi sumber sumber motivasi anak-anak seno gumira Poligami PutuWijaya Cinta Atas PerahuCadik Dilarang JatuhCinta Bidadari Mengambil Mata Saya Surat dalam Hujan lucu KKN LURAH humaor obama becak tukang taman cinta remaja abg CINTA ibrahim perempuan rohyati sofyan cerpen cinta cerpen dewasa sepak bola SELAMAT TINGGAL DAN SELAMAT DATANG CITA-CITA DINDA kamera lomo lomografi wanita cinta semarga nasir mujahid GERIMIS LANJUTAN barzakh ngobrolkosong Dunia tragedi Pencuri Motivasi Aborsi cerpen romantis SalahJatuhCinta Bersama Bintang Mencuri tobat karma islam OJEK TAK ADA KABUT CINTA Islami setan gerhana cikal tangsel cerpen.mimpi kerinduan kesucianku jatuh cinta wartawan idealis guru idealis SINABUNG hm... Maulana Akbar alias Abel Purple-niz Lenny Yulia pembunuhan orcan brother sahabat Cerpen komedi apes bunda pengorbanan It's a great one... fairy 123456 444 Rey Menunggu pelangi Tito balap Tami mama ayah motor Hugo rumah sakit love blind tens hurt memoriam --> mas ohed stres... download novel pemuja rahasia secreet admirer kuliah romantis puisi bunga muslimah cina jilbab airmata CERITA KEHIDUPAN (Cerpen ini kupersembahkan untuk seorang teman yang sedang bergulat melawan perihnya kehidupan bersama anak-anaknya setelah perceraian dengan suaminya). Maju terus!Tetap semangat! adesuryatii@blogspot.com http://karimahcentre.blogspot.com/ - Rahasia Cerita Hari Ini Penuh Makna suatu hari hidupku dawn felicity gwynedd east bay cerpen remaja cerpen cinta cerpen dewasa cintaku di bumi madinah cerpen abah abah cerpen cerpen bilik mayat cerpen cerpen islami cerpen remaja cermen gaul cerita remaja dan cinta cerita kehidupan Renungan mengharukan semangat ungu dreaming vs action stop dreaming start action firmansyaharia1982 catatan larung misteri... Ungu POEM ibu lily alya Arina Jangan Pergi ! www.facebook/saifulbahri@rome.com qqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqq Dhea Tamara Short Story hati hari-hari bahagia hikmah aku cinta dan kepedihan mohpn dikomentari.. Thx.. cinta terpendam Suka Sayang Cinta kasih Diculik? Mau dong! Langit Gelap dan Cahaya (4) Gelap dan Cahaya (1) Gelap dan Cahaya (2) Gelap dan Cahaya (3) Gelap dan Cahaya (5) Gelap dan Cahaya (6) Gelap dan Cahaya (7) Gelap dan Cahaya (8) Gelap dan Cahaya (9) End Gelap dan Cahaya (10) Extra Labirin Hidup Jasmine langit Kabut dan Kamu www.mediasastra.com www.mediasastraindonesia.net lover you pelajar dukun comment please! cerpen anak cerpen islam cerita misteri cerita detektif cerpen lucu cerpen humor cerpen anak muslim mayat cerpen humor love junkies saatnya hatiku pulang tertinggal hutan petualangan Aku Langit Asu Johanes Koen Prosa Romantis. Cerpen Cinta Cerpen Motivasi cerpen sains cerpen horor cerpen sadending cergam Janji Malu Tapi Mau Radioppidunia Remaja Giselle 1 hati 3 cinta part 1 1 hati 3 cinta part 2 semua awal asti ada akhirnya. sebelum semua berakhir jangan pernah menyianyiakan setiap kesempatan yang kita miliki. Story kelas Malaikat Putih sakit jiwa patah hati Love the hard way ceepen cerpenafil.blogspot.com alter ego kepribadian ganda polisi psycho pembunuh Teman-teman baca cerpen Misfah Romansa di Tebing Pelangi baik Luka cerpenku kesalahan bertingkat permainan palsu Baca cerpen terbaruku : Bandara Cinta Noella by Misfah Khairina love you... jurnal jati diri cinta sejati gadis bisu Caleg Gagal misteri jerambah beringen lubay thriller samantha Ali Reza sayembara Baca cerpen Misfah yg baru ya : School of Horror Remaja. cerita romantis ali reza hujan aku penyegel fantasi genocode Cerpen Islami Perenungan Qada dan Qadar online cerita yang cukup menginspirasi cerita gw ga mawu jadi jomblo teru tsunami banda aceh yogyakarta Cerpen Ali Rofi miftahul amin bernafas untuk Liana pesta perkawinan Venia cerita anak Wandi giande Cinta Pertama Tak cukup hanya cinta Melepasmu Gadis kecil dalam bus cerpen ku Derita Cinta Mamaku - idiot - down syndrome keputusan hati PENYESALAN Cerpenku Masa remajaku hilang alex lagu musik percy guru cinta remaja cinta romantis eiji kirei dongeng ?? Salah paham Pernikahanku Hampa cerita cinta Dia dan musik (last) dia dan musik (8) dia dan musik (7) dia dan musik (6) dia dan musik (5) dia dan musik (4) dia dan musik (1 2 3) cerita remaja diet Pesan untuk untuk cintaku Bahagia Arbi Tak Ada Cinta di Pantai cermin Bidadari Negeri Bunian korupsi bla bla bla HEYREN sebuah harapan jiwa soul Shandy anak cerpennet surat 1000 free gratis soFY Merry cerita menyedihkan dan mengasikkan 1 kuhapus airmataku dengan kartu undangan ditanganku.hatiku bertanya akankah kurasakan lagi ini setelah aku menikah? SMP ulang tahun perpustakaan kutu buku dikucilkan Suara Hati Kenyataan Pahit Yang Harus DiHadapi exited Siswa Baru Itu... Kebahagiaan Yang Sirna di Taman Sorga igau desember cerpen desember 6 DASAR HEP- (OVI) HELP ME (OVI) PARADISE (OVI) KEMATIAN amry sahabat pelit cerpen cinta chicha hilang ingatan just title Lanjutan part 1 .. Part 1 .. sahabat pelit (part 2) Tawuran menunggu sastra ekonomi januari Aku hidup untuk kedua kalinya Cinta Perlu Dikatakan cinta takan pergi pertemanan Light novel moe sci-fi drama detektif Solitude bus kota cerpen kehidupan hantu inspirasi jurang karyawan kebakaran kecelakaan keluarga kecil PHK sopir cerpen bersambung cinta jarak jauh kisah asmara konflik perpisahan Arthur Samuel odi shalahuddin Terry odi Shalahuddin Odi Shalahuddin gw Karma sekar ayu Film dokumenter film dokumenter smpn 10 jakarta vampire the maine lucia rion Laki-Laki Jatuh Cinta story perang mimpi pancoran When you love someone family father Cerita bersambung EeEmMhHhh..... ....................????????? lima november cerita cinta remaja langkah begitu menyakitkan cerpen motivasi cerita serem banget + lucu Dhea Tamara's Short Story POLAROID gila shevanna andi naya Senyum Terakhir Kak Didot Pertanyaan di Benak Lyra hantu dalam sumur yanah Semangat Sosial MIRZA foto seksi Sahabat Selamanya princes Rasa itu tiba-tiba saja hadir menghampiri hatiku “aduuuuuuuuuuuuuh ayah kaki oit kaki oit terjepit” ayah yang mendengar suara itu langung melihat kebelakang ternyata Oit anakku “kamu punya saudara yang namanya Yuli” “punya teeh kenapa?” “kamu disuruh baca yasin buat kakakmu Yuli sms dari keluargamu” aku terdiam didalam benakku ada apa gerangan ULTAH DI RUMAH HANTU humor cerita lucu garing vampir Sungguh diluar dugaan Nita tidak menyangka kalausibisu itu yang terpilih menjadi the best speaker. Nita betul-betul tidak percaya sehingga terjadi keributan kecil memprotes keputusan juri ???? Cerpen Remaja Tak ada yang tak mungkin Jika Tuhan menghendaki. Maju terus pantang keLOk.... cinta si anak manja komputer 13 yang aktif. rah_manies : ow iya ya pak aktif apa anak-anak lupa mematikannya ya jawabku Edi_78 : tadi saya fikir ibu yang dilab karena tadi saya bilang halo dibalas halo rah_manies : terus siapa ya pak Edi_78 : udah jam 12 bu masak mau ngecek ke lab komputer 13 yang aktif.rah manies : ow iya jawabkuEdi 78 : tadi saya fikir karena tadi saya bilang halo dibalas halorah manies : terus siapa ya pakEdi 78 : udah jam 12 bu masak mau ngecek ke lab ah manies : ow iya jawabku Edi 78 : tadi saya fikir karena tadi saya bilang halo dibalas halo rah manies : terus siapa ya pak Edi 78 : udah jam 12 bu masak mau ngecek ke lab kisah ku. Alice in Neverland cerita cintaku cerita cintaku 2 Alice in Neverland 2 komentari Aulia tersenyum padaku aku membalas senyumnya. Ayo lagi ustadzah lagi ustadzah ucap Aldo sekarang pakai irama lagu “ketahuan’ (mata band) a aku bukan aib Trio Detektif Dadakan apa kauu http://cerpen.net" target=" blank" title="lihat cerpenku di cerpen.net"><img border="0" alt="lihat cerpenku di cerpen.net" “saya bu” Larasati mengacungkan tanganya sesaat aku terdiam wajah itu tidak sama dengan Laras yang bersamaku kemaren lama aku terdiam siswa – siswa menyapaku “bu bu Rahmah” “ada apa bu sekarang kita kerjakan apa” tanya mereka lamunanku buyar seketika kutepiskan sesaat rasa penasaran itu sambil melanjutkan pelajaran. Persib Jack Anjing dokter steik gaun untuk nadia nada-nada cinta Kisah cinta nada-nada musik metronom. cerpen enak mantap!!! asd Kevin is Genious And Handsome Boy quinn serial tv Fan Fiction bunda i love u musik cinta nada cinta menyatukan cinta lewat musik metronom ulang tahun apa ini Sirgina creative 123nd4 pernikahan pelaminan masih sayang sedih kematian Dua Sosok Satu Hati cinta fitri di bulan fitri persahabatan kehidupan impian harapan Kakek Geppetong vs Jerry Mouse lesbian uya1211 eira Echa apin cerpen kemakan omongan sendiri diketawain tante kunti dalinsyi.blogspot.com facebook blind date 3 ika menghilang di gerbong hantu HAPPY ENDING Allah membungkam mulutku Cerita Wisuda Takut Hamil up to you sepupu KADO Wina Neil i;m new in hear so please give me comment to improve me everyone fighting!!! Diiean hantu toilet Short story defender kali ini aku menyerah iklan Uang akses Sukse cerpennet.com arwah Bayu Riska Mistik kesejukan-mimpi Ritual arah bayu juru kunci makam HI NINDY !! JABRIK dakwah kartu mati kamis 11 mei 2009 Cerpen markcung malam Widyastuti Paramita apple band ss aa Madrasah Hati Cerita Misteri days Awal Persahabatan untukku dan untuknya cerpen remaja teman perempuan cewek cowok sekolah Risa Cory Rio Nindhi Perpustakaan kelas MangAniMania horor korban perkosaan pilihan hidup ff lirik BLOODSUCK!. PESAN AHIR AIR MATA BULAN SABIT light novel Invasion Clotehan Pulang kantor Light Novle The Invasion KAB rio ify nilai sekeping harga diri planet neptunus 3 girls abc beban iri dendam Love in Blog jodoh Jepang lama perjuangan sebuah cinta Fic bola Tema kesedihan memori memories hantu iblis pembaca jankis saqyuchika sekolah 123 Tuan Muda Gadis Arang dan Kupu-Kupu Kuning Ceue Rummidia Untuk Dwina Edelweis Papandayan Cerpen Dewasa When Stars Make The Moon Smiles Nawairga . .. Narkoba Giande http://www.facebook.com/profile.php?id=100000769273638&v=photos#!/eddie.cheever Anak Surga Surga 13 tahun pengalaman personal Grace Dunia Maya Cerpen Kecelakaan Andri gaRdenia lupa putus cinta gila foto dinda cerpen remaja cinta komedi hujan sekolah kehidupan gosip ceritanya keren teenlit Teenlit Gossip pianis friendship hujan lagu wanita kartu nama kinan ayah pelecehan cowok brengsek aishiteru cerpen anak anak ayah ibu belum ada judul cerpen cinta monyong manyun cerpen Ali Hamzah cerpen terbaru cerpen populer cerpen walau habis terang kasih yang lenyap cerpen teenlit cerpen ABG cerpen sastra cerpen melangkolis Ali Hamzah indahnya SMA iboem i don't know cerita pendek entrepreneur Rizky Lkmc bidadari untuk papa perfect Dedicated to My Brother perjuangan hidup Rucita Rahma indigoindigoindigo never ending love story rhe rhe rhe our heart will always touch Mentari di Kaki Merapi sepenggal maaf untuk mama Cerita Pendek perjalanan pengalaman cerita pendek malam bintang langit CINTA PERTAMA CINTA seven (tujuh) anak smp Dua Malaikat Berbagi Sepasang Sayap 1 Dua Malaikat Berbagi Sepasang Sayap 2 Emangnye enaak Hakikat Cinta first love 10111989 john and sam 7 dongeng dalam mimpi REMAJA PLASTIK APRIADI rugi kalau gak baca LUNAR PigBunny My Heart: Aniez Dyarta padahal dia bukan pacarku apa lagi saudara ku Aku Aries JaimBum UNPAD iseng cengengesan <a href="http://cerpen.net" target="_blank" title="lihat cerpenku di cerpen.net"><img border="0" alt="lihat cerpenku di cerpen.net" src="http://cerpen.net/images/mata1.gif"/></a> <a href="http://cerpen.net" target=" blank" title="lihat cerpenku di cerpen.net"><img border="0" alt="lihat cerpenku di cerpen.net" src="http://cerpen.net/images/mata1.gif"/></a> apriTentang Penulis Cerpen
LIHAT CERPEN dwipotter YANG LAIN
Rating: Not yet rated
Comments 
No comments posted.
Add Comment
Untuk memperindah dan mempercantik blog/web kamu maka silahkan pasang kode di bawah, untuk menampilkan gambar animasi keci ini dan mempermudah oranglain untuk memasukkan cerpen mu yang ditulis di blog/webmu ke Cerpen.net
Copy This code below, Paste in to your web/blog




