WELCOME Guest

| RSS

CERPEN.NET, kumpulan cerpen, tempat membaca cerpen, menulis cerpen online dan apresiasi kumpulan CERPEN
Teras Cerpen.net | Tulis Cerpen | Cerpen Terbaru | Contact Cerpen.net | Login to Cerpen.Net | Register To Cerpen.net | Members Cerpen.net
Mau Pasang Iklan di Cerpen.Net..? Silahkan Contact Admin atau kirim SMS ke 0852 391 89 333

CERPEN : Destiny

| Print Cerpen
Posting cerpen by: Jojo80
Total cerpen di baca: 2444
Total kata dlm cerpen: 2346
Tanggal cerpen diinput: Tue, 2 Feb 2010 Jam cerpen diinput: 2:42 AM
0 Komentar cerpen

Sore yang suram, aku melihat sosok gadis yang aku cintai melangkah menuju pelataran rumah. Seperti biasa dadaku selalu berdegub tak beraturan saat aku memandang sosoknya. Aku yang memandangnya melalui kaca jendela segera beranjak dari sofa di ruang tamu dan menghampirinya.“Kenapa kamu datang kesini tanpa memberi tahu aku?”tanyaku penasaran. Tanganku segera meraih lengannya namun segera ditepisnya. Aku melihat air mukanya menandakan kegalauan teramat sangat. Aku mengenalnya dengan sangat baik dan bahkan mungkin aku tahu isi hatinya.“Pamanmu ada?”tanya dia dengan nada dingin.“Emangnya ada apa kamu mencari paman?”tanyaku lagi“Aku kesini karena undangan pamanmu…”jawabnya datar, jawaban itu semakin membuatku bertanya-tanya.Benar-benar sore yang aneh dan kikuk, padahal sehari sebelumnya kami sangat mesra. Kemarin aku menghabiskan sore yang jingga bersamanya, kami berjalan perlahan menyusuri pedestarian jalan pajajaran hingga tanpa terasa langkah kami berujung di taman peranginan yang mungil. Di sekeliling kami ada beberapa pasang remaja yang juga menikmati sore seperti kami, sore yang lengang membuatku terbawa suasana, sebelumnya aku tak pernah menikmati suasana romantis seperti ini hingga akhirnya aku mengenal gadis cantik bermata sipit ini.———————-Kami duduk berdua di bangku taman yang mungil, aku memandangnya semua yang ada pada dirinya, kulihat setiap gerak bibirnya yang mungil saat dia melontarkan gurauan yang tak asing bagiku. Aku memang tak berkonsentrasi dengan gurauan-gurauan tua itu karena aku sudah pernah mendengar sebelumnya, tapi aku bahagia saat memandang pancaran wajahnya yang berseri, aku ikut tertawa saat dia mentertawakan gurauannya sendiri.Aku memandangnya dengan cinta yang tulus, saat dia masih tertawa tanpa dia sadari tanganku membelai rambutnya, dia terkesiap, “apaan sih???” tapi kemudian dia terdiam dan memandang wajahku. Kini kulihat pipi yang bersemu merah itu…“Tau gak? aku adalah lelaki paling bahagia di dunia ini…”kataku padanya. Dia salah tingkah mendengar ucapanku, pipinya semakin merona merah.“Kamu semakin cantik jika sedang malu..”candaku sekaligus pujian untuknya.Dia semakin serba-salah, sehingga dia menutup wajah dengan kedua tangannya, “malu tau…”“Ngapain harus malu?”sanggahku, tanganku masih mengelus rambut merahnya yang sebahu.“Kamu adalah wanita tercantik yang mengisi hari-hariku…”kataku, kini tanganku mengelus pipinya yang halus.Dia terdiam dan matanya menatapku penuh perasaan, “Aku sayang banget sama kamu…”katanya, saat itu aku bagai melambung ke awan.Wajahku sangat dekat dengan wajah cantiknya, sore yang mulai beranjak gelap tak mampu mengusir kami dari romansa ini, aku mencium bibirnya yang mungil dan cantik…jantungku bergejolak dipenuhi cinta, tapi bukan nafsu…Dia mencoba menghentikan ciuman yang mesra itu, “sudah ah, malu kan kalo diliat orang??”Aku melihat ke sekeliling, “bukannya banyak pasangan lain yang juga seperti kita?”sanggahku.“Ya tapi tetep aja gak sopan kan?” jawabnya.Aku terdiam mendengar jawabannya yang mengena itu, kalau dipikir-pikir keterlaluan juga aku sampai-sampai berciuman di tempat umum.“Iya juga sih..”kataku sambil menggaruk kepala.“Tuh kan, nyadar..”celetuknya sambil tersenyum,“kalo kamu lagi garukin kepala, aku jadi ingat ragunan deh…”sambil berkata begitu, dia cekikikan.“Maksudmu?”aku masih belum sadar maksud perkataannya. tapi sesaat kemudian aku sadar yang dia maksud adalah aku mirip monyet.“Enak aja aku disamain monyet!” seruku saat menyadari maksud ucapannya, dia makin tertawa cekikikan.“Gwe jitak loe!” kataku, tangan kiriku meraih bahunya agar merapat padaku, sedangkan tangan kananku mulai menjitaki kepalanya.“Ampun..ampun…”dia merajuk. Akupun berhenti menjitakinya, tubuh kami sangat dekat seolah tak ada lagi jarak. Jantungku kembali berdesir saat menyadari ada aliran aneh merambati tubuhku. Kami terdiam cukup lama.“I love you, honey…”bisiknya, aku bahagia mendengar bisikan itu.“I love you too…” jawabku.—————-Hari mulai merambat malam, taman peranginan mulai sepi. Angin malam mulai terasa dingin menembus kulit. Sepertinya sudah saatnya kami beranjak dari taman ini.“Terima kasih honey, kamu membuatku bahagia hari ini, besok aku udah mulai kerja lagi,”katanya kepadaku, jemarinya yang halus meraih tanganku dan mengajakku beranjak dari taman peranginan.Sepertinya ada yang hilang saat aku menyadari bahwa tak lama lagi aku harus mengakhiri kebersamaan yang romantis ini.“Kenapa waktu begitu cepat berlalu?”keluhku.“Padahal aku masih sangat merindukanmu.”“Sudahlah sayang, kan masih ada esok?”katanya menenangkan gundahku.“Tapi kita takkan pernah tau yang akan terjadi esok…”Dia terdiam dan memahami apa maksud perkataanku itu. Tiba-tiba air mata menetes di pipinya, aku terkejut saat melihatnya menangis.“Kenapa sayang…”tanyaku sambil mengusap air mata dari pipinya.“Waktu kamu berkata seperti itu, aku merasa bahwa tak lama lagi kita akan berpisah…”ucapnya terbata-bata, aku tahu hatinya menahan perasaan yang teramat sangat.“Aku berjanji takkan meninggalkanmu.”kataku mencoba menenangkan isak tangisnya.“Terima kasih honey, kau menenangkan hatiku.”katanya, dia mulai tenang meskipun ucapannya masih agak terbata-bata karena isak tangisnya.Aku segera meraih ujung tangannya, kami melangkah meninggalkan taman peranginan yang telah sepi. Kami kembali berjalan menyusuri pedestarian jalan pajajaran, hingga sampailah kami di ujung jalan.Hatiku terasa sangat tidak nyaman, karena sesaat lagi dia akan pergi.“Kenapa saat bersamamu waktu terasa sangat cepat berputar, tapi saat tak bersamamu waktu malah berjalan melambat…” kataku padanya, aku memeluknya dengan penuh cinta.“Itu tandanya kamu memang cinta aku, sayang…” bisiknya.“Emang iya??bukannya kamu yang cinta aku??”godaku.“Iiihh..PeDe banget sih???”protesnya.“Auuuh…”aku merintih kesakitan saat jemarinya dengan keras mencubit pinggangku.“Iya deh aku yang cinta kamu, tapi kamu juga cinta aku kan??” kataku memenangkan hatinya.Dia tersenyum manis….hingga akhirnya angkot 07 tepat berhenti di depan kami.“Aku pulang dulu sayang…”katanya, tangannya meraih tangan kananku dan dia arahkan ke bibirnya…dia mencium tanganku seperti seorang istri yang setia pada suaminya.Jantungku berkesiap dengan sanjungan itu, tak pernah ada perempuan yang sangat menghargaiku selain dirinya.Sesaat kemudian bibirku mendekati keningnya dan kukecup keningnya dengan penuh perasaan.“Hati-hati ya…”kataku.“Kamu juga ya..” balasnya, sementara orang-orang yang ada di dalam angkot tersenyum melihat kemesraan kami.——————-Kini aku berdiri sendirian di ujung jalan pajajaran, aku mulai akrab dengan jalan ini, jalan yang legendaris bagi remaja-remaja kota bogor menghabiskan sorenya disini. Kota Bogor yang sejuk dan hijau membuatku tak ingin segera pulang. Aku mencintai kota ini, karena di kota inilah aku bertemu dengan gadis cantik bermata sipit yang kini mengisi hatiku.Hari ini adalah hari ketujuh aku mengambil cuti kantor, masih ada 3 hari tersisa sebelum akhirnya aku harus kembali ke Surabaya yang pengap dan kotor. Seandainya kantorku mengijinkan aku mutasi ke kota Bogor pasti aku akan sangat bahagia, karena aku bisa dengan leluasa bertemu dengannya tanpa dibatasi ijin cuti.Tapi kenyataan berkata lain, karena aku harus merelakan tak bertemu dengannya untuk 3 bulan kemudian, sebelumnya akhirnya hari libur nasional mengantarku kembali ke kota Bogor ini.Menghabiskan waktu tanpa bersamanya sungguh terasa berat bagiku, tapi aku harus menerima kenyataan ini dan itulah konsekuensi yang harus aku terima jika menjalin cinta long distance.Angkot menuju stasiun Bogor mulai tidak terlihat melintasi jalan pajajaran.“Gawat! bisa ketinggalan KRL ke Depok nih!” batinku, aku mulai panik saat melihat jam di handphone menunjuk angka 20.30. Tapi untungnya tak berapa lama angkot yang aku maksud mulai terlihat dari kejauhan, lega rasanya.Saat angkot hijau itu telah berhenti di depanku, tanpa menunggu lebih lama aku segera naik ke dalamnya. “Semoga saja masih ada KRL ke Depok..”batinku.Sepanjang perjalanan menuju stasiun Depok, pikiranku masih saja tertuju padanya. Kecantikannya membuat jantungku tak bisa tenang, desir-desir itu masih kurasakan saat aku mengingat ciuman kami yang hangat.“Terakhir!yang terakhir! stasiun Bogor!” teriakan kernet angkot hijau itu membuyarkan lamunanku.“Ternyata sudah sampai di stasiun Bogor…” batinku.Tak perlu waktu lama untuk menuju loket stasiun, karcis seharga 1500 perak telah aku genggam, untunglah masih ada KRL menuju Depok. Kulangkahkah kakiku menuju peron stasiun, masih ada kesibukan di stasiun tua ini, penjual asongan berseliweran menjajakan rokok dan minuman dingin. Semua bangku peron terisi penuh oleh orang-orang berwajah lelah, mereka terlihat mengantuk , ingin segera tiba di rumah dan mengharapkan tidur yang pulas, mereka sama seperti aku…Sejenak kuarahkan pandanganku pada sebuah mushola kecil di sudut stasiun, aku tersenyum simpul, ada kenangan sangat berkesan bersamanya di mushola mungil ini. Untuk pertama kalinya aku mengajaknya sholat bersama di mushola ini.Ruangan mushola yang mungil ini dipisahkan oleh selembar kain hijab yang membatasi shaf lelaki dan shaf perempuan. Di mushola inilah untuk pertama kalinya dia mengenakan mukena di depanku dan aku terpesona karenanya. Kain panjang putih berenda itu menutupi sekujur tubuhnya, wajahnya yang berkulit putih semakin terlihat cerah saat dia mengenakan mukena panjang itu.Sungguh aku terpesona dengan kecantikannya…aku seperti melihat bidadari di depanku dan dia hadir menemani hariku…“Kamu semakin cantik dengan mukena itu..”pujiku pada waktu itu.Mendengar pujian itu dia tersenyum malu, “Udah ah!jangan ngrayu terus, kapan sholatnya?”Suasana saat itu sungguh membuat hatiku merasa tentram, beberapa bapak-bapak yang juga sholat di mushola mungil ini terlihat ramah dan berbusana bersih, ternyata masih ada orang-orang sibuk yang masih punya waktu untuk sholat. Mereka tersenyum melihat kami, tak ada prasangka buruk mereka terhadap kami, mereka melihat kami seperti pasangan suami istri yang sedang berbulan madu… —————“Perhatian, untuk penumpang jurusan Jakarta kota, sepur berada di jalur satu…”suara pengumunan dari speaker stasiun bogor membuyarkan lamunanku, aku segera mempersiapkan diri karena dari jarak 30 meter aku telah melihat lokomotif KRL semakin mendekat di jalur satu. Seluruh calon penumpang jurusan Jakarta kota berduyun-duyun mendekati jalur satu. Yah…mereka tentu ingin secepatnya masuk ke gerbong KRL dan berharap mendapatkan tempat duduk, mereka berpikiran sama seperti aku…Untunglah penumpang KRL malam ini tidak terlalu padat, sehingga aku segera mendapatkan tempat duduk yang nyaman.Roda gerbong yang berjalan menyusuri rel menimbulkan suara tersendiri yang sangat khas seperti alunan musik. Aku segera terhanyut dengan pikiranku sendiri, di gerbong KRL ini aku juga memiliki kenangan indah bersamanya. Aku teringat saat pertemuan pertama kali kami di ITC Depok dan dia mengajakku ke kotanya. Di stasiun Depok Baru kami menunggu KRL menuju kota Bogor. Sore hari yang padat oleh orang-orang yang pulang kerja tak menyisakan banyak ruang di gerbong KRL. Kami berdiri bersama ratusan orang lainnya, saat itulah untuk pertama kalinya aku memeluk tubuhnya. Kupegang erat pinggangnya dengan tangan kananku, sementara tangan kiriku berpegangan pada hanger gerbong. Tubuh kami saling merapat tanpa ada jarak, aku merasa cukup gerah mendengar celetukan gadis-gadis SMU yang terlihat iri dengan kemesraan kami.“Mereka pasti ngomongin kita..”keluhku.“Cuek aja, bukan urusan mereka…”jawabnya dengan tenang, meski demikian aku masih rikuh dengan celetukan mereka.Tanpa kusadari aliran hawa hangat menyusup ke dadaku, terasa sesak namun membuatku bahagia. Ternyata masih beberapa menit berpisah darinya rasa rindu kembali bergelayut. Aku merasa tersiksa dengan keadaan ini, aku ingin setiap waktu bersamanya, mengapa hal ini sepertinya mustahil bagiku…“Yang dingin, yang dingin!!” suara lantang bocah asongan menjajakan dagangannya.“Aqua gelas satu jang!” seruku kepada bocah berbaju kumal itu. Dia berhenti di depanku dan segera mengulurkan segelas air mineral dingin seperti yang kumaksud.“lima ratus perak aja bang..”kata bocah itu dengan senyuman. Kurogoh uang receh lima ratusan dan segera kuserahkan ke bocah asongan itu.“Makasih bang…”lalu bocah itu segera berlalu mencari pembeli lainnya.Aku meneguk air dingin yang tawar itu dengan pelahan, kerongkonganku terasa segar, dadaku pun mulai terasa lega tidak lagi terasa sesak karena membayangkan dirinya.KRL terus melaju dengan kencang, hingga tanpa terasa KRL jurusan Jakarta Kota telah berhenti di stasiun UI Depok. Aku beranjak dari tempat dudukku dan segera keluar dari gerbong KRL.Stasiun UI terlihat sangat lengang di malam hari, hanya ada beberapa mahasiswa yang terlihat sibuk di dalam ruangan kios rental computer. Aku berjalan menuju jalan raya Depok, aku melewati gang-gang sempit sebelum akhirnya aku sampai di pinggir jalan raya.Lalu lintas malam itu masih terlihat ramai, tak butuh waktu lama untuk menunggu hingga akhirnya angkot jurusan kampung rambutan berhenti di depanku.“Kemana mas?”tanya kernet.“Akses UI gang areman bang..”jawabku singkat sambil kuserahkan dua lembar uang ribuan.Di dalam angkot hanya ada aku dan dua mahasiswa yang terlihat seperti sepasang kekasih. Aku melirik ke arah perut si perempuan yang terlihat membuncit. Sepertinya dia sedang hamil 4 bulan.Aku mengalihkan perhatianku ke jalan raya sambil kunikmati hembusan angin malam. Aku menghela nafas panjang…seperti inikah gaya berpacaran anak muda sekarang? Namun aku memakluminya karena hal itu bisa juga terjadi padaku dan dirinya. Aku menyadari jika aku bukanlah lelaki alim seperti yang dipikirkan orang lain…Jam telah menunjukkan 23.00, sudah sangat larut bagiku untuk pulang ke rumah pamanku di kelapa dua. Tapi tak ada pilihan selain membuat alasan kepada pamanku.Angkot berwarna biru tua itu telah berhenti di depan gang areman, aku melangkah keluar dari angkot dan kini telah ada di sisi jalan akses UI Depok. Jantungku berdegub kencang karena tinggal beberapa puluh meter lagi aku sampai di rumah pamanku. Aku bisa menduga bahwa pamanku pasti sangat jengkel dengan kelakuanku 7 hari belakangan ini.Terus terang beliau adalah satu-satunya kerabatku yang tinggal di Depok, maka saat aku memutuskan menemui gadis Bogor itu, rumah pamanlah yang menjadi tempat singgahku.“Assalamu’alaikum..”aku mengucap salam sambil mengetuk pintu, selang beberapa saat kemudian pintu utama terbuka.“Kemana saja kamu…”Tanya pamanku, aku melihat raut mukanya menunjukkan ketidaksenangan.Dengan gelagapan aku menjawab sejujurnya bahwa aku menghabiskan waktu di kota Bogor. Aku juga mengatakan bahwa sejak jam 9 malam aku sudah berada di KRL menuju Depok, pamanku menyadari bahwa jarak tempuh Bogor-Depok cukup jauh.“Ya sudah, sekarang kamu istirahat dulu, besok kita lanjutkan pembicaraan…”tukas pamanku dengan datar.Dengan sangat kikuk aku melangkah memasuki ruangan rumah yang luas itu dan segera menuju kamar tidur tamu.(bersambung)
Populerkan, simpan atau kirim cerpen ini : Share/Save/Bookmark

TAG-CERPEN.NET

  gerimis   hamil   Kedua   pada   pensil   cerpen   islami   CERPEN   ROMANTIS   nembak   agus   motivasi   sumber   sumber motivasi   anak-anak   seno   gumira   Poligami   PutuWijaya   Cinta   Atas   PerahuCadik   Dilarang   JatuhCinta   Bidadari   Mengambil   Mata   Saya   Surat   dalam   Hujan   lucu   KKN   LURAH   humaor   obama   becak   tukang   taman   cinta   remaja   abg   CINTA   ibrahim   perempuan   rohyati sofyan   cerpen cinta   cerpen dewasa   sepak bola   SELAMAT TINGGAL DAN SELAMAT DATANG CITA-CITA   DINDA   kamera   lomo   lomografi   wanita   cinta semarga   nasir   mujahid   GERIMIS LANJUTAN   barzakh   ngobrolkosong   Dunia   tragedi   Pencuri   Motivasi   Aborsi   cerpen romantis   SalahJatuhCinta   Bersama Bintang   Mencuri   tobat   karma   islam   OJEK   TAK ADA   KABUT CINTA   Islami   setan   gerhana   cikal   tangsel   cerpen.mimpi   kerinduan   kesucianku   jatuh cinta   wartawan idealis   guru idealis   SINABUNG   hm...   Maulana Akbar alias Abel   Purple-niz   Lenny Yulia   pembunuhan   orcan   brother   sahabat   Cerpen   komedi   apes   bunda   pengorbanan   It's a great one...   fairy   123456   444   Rey   Menunggu   pelangi   Tito   balap   Tami   mama   ayah   motor   Hugo   rumah sakit   love   blind   tens   hurt   memoriam --> mas ohed stres...   download novel   pemuja rahasia   secreet admirer   kuliah   romantis   puisi   bunga   muslimah   cina   jilbab   airmata   CERITA KEHIDUPAN   (Cerpen ini kupersembahkan untuk seorang teman yang sedang bergulat melawan perihnya kehidupan bersama anak-anaknya   setelah perceraian dengan suaminya). Maju terus!Tetap semangat!   adesuryatii@blogspot.com   http://karimahcentre.blogspot.com/   -   Rahasia   Cerita Hari Ini Penuh Makna   suatu   hari   hidupku   dawn   felicity   gwynedd   east bay   cerpen remaja cerpen cinta cerpen dewasa cintaku di bumi madinah   cerpen abah abah cerpen   cerpen bilik mayat cerpen   cerpen islami   cerpen remaja   cermen gaul   cerita remaja dan cinta   cerita kehidupan   Renungan   mengharukan   semangat   ungu   dreaming vs action   stop dreaming start action   firmansyaharia1982   catatan   larung   misteri...   Ungu   POEM   ibu   lily   alya   Arina Jangan Pergi !   www.facebook/saifulbahri@rome.com   qqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqq   Dhea Tamara Short Story   hati   hari-hari   bahagia   hikmah   aku   cinta dan kepedihan   mohpn dikomentari.. Thx..   cinta terpendam   Suka Sayang Cinta   kasih   Diculik? Mau dong!   Langit   Gelap dan Cahaya (4)   Gelap dan Cahaya (1)   Gelap dan Cahaya (2)   Gelap dan Cahaya (3)   Gelap dan Cahaya (5)   Gelap dan Cahaya (6)   Gelap dan Cahaya (7)   Gelap dan Cahaya (8)   Gelap dan Cahaya (9) End   Gelap dan Cahaya (10) Extra   Labirin Hidup   Jasmine   langit   Kabut dan Kamu   www.mediasastra.com   www.mediasastraindonesia.net   lover   you   pelajar   dukun   comment please!   cerpen anak   cerpen islam   cerita misteri   cerita detektif   cerpen lucu   cerpen humor   cerpen anak muslim   mayat   cerpen humor   love junkies   saatnya hatiku pulang   tertinggal   hutan   petualangan   Aku Langit Asu Johanes Koen Prosa   Romantis.   Cerpen Cinta   Cerpen Motivasi   cerpen sains   cerpen horor   cerpen sadending   cergam   Janji   Malu Tapi Mau   Radioppidunia   Remaja   Giselle   1 hati 3 cinta part 1   1 hati 3 cinta part 2   semua awal asti ada akhirnya. sebelum semua berakhir jangan pernah menyianyiakan setiap kesempatan yang kita miliki.   Story   kelas   Malaikat Putih   sakit jiwa   patah hati   Love the hard way   ceepen   cerpenafil.blogspot.com   alter ego kepribadian ganda polisi psycho pembunuh   Teman-teman baca cerpen Misfah   Romansa di Tebing Pelangi   baik   Luka   cerpenku   kesalahan bertingkat   permainan palsu   Baca cerpen terbaruku : Bandara Cinta Noella by Misfah Khairina   love you...   jurnal   jati diri   cinta sejati   gadis bisu   Caleg Gagal   misteri jerambah beringen lubay   thriller   samantha   Ali Reza   sayembara   Baca cerpen Misfah yg baru ya : School of Horror   Remaja.   cerita romantis   ali reza   hujan   aku penyegel fantasi genocode   Cerpen Islami   Perenungan   Qada dan Qadar   online   cerita yang cukup menginspirasi   cerita   cewek manis   gw ga mawu jadi jomblo teru   tsunami   banda aceh   yogyakarta   Cerpen Ali   Rofi miftahul amin   bernafas untuk Liana   pesta   perkawinan   Venia   cerita anak   Wandi   giande   Cinta Pertama   Tak cukup hanya cinta   Melepasmu   Gadis kecil dalam bus   cerpen ku   Derita Cinta   Mamaku - idiot - down syndrome   malta ikanova   fino   kisah penyendiri   cinta penyendiri   keputusan hati   PENYESALAN   Cerpenku   Masa remajaku hilang   alex   lagu   musik   percy   guru   cinta remaja   cinta romantis   eiji   kirei   dongeng   ??   Salah paham   Pernikahanku   Hampa   cerita cinta   Dia dan musik (last)   dia dan musik (8)   dia dan musik (7)   dia dan musik (6)   dia dan musik (5)   dia dan musik (4)   dia dan musik (1   2   3)   cerita remaja   diet   Pesan untuk untuk cintaku   Bahagia Arbi   Tak Ada Cinta di Pantai cermin   Bidadari Negeri Bunian   korupsi   bla bla bla   HEYREN   sebuah harapan   jiwa soul   Shandy   anak   cerpennet   surat   1000   free   gratis   soFY   Merry   cerita menyedihkan dan mengasikkan   1   kuhapus airmataku dengan kartu undangan ditanganku.hatiku bertanya akankah kurasakan lagi ini setelah aku menikah?   SMP   ulang tahun   perpustakaan   kutu buku   dikucilkan   Suara Hati   Kenyataan Pahit Yang Harus DiHadapi   exited   Siswa Baru Itu...   Kebahagiaan Yang Sirna   di Taman Sorga   igau desember   cerpen desember   6   DASAR HEP- (OVI)   HELP ME (OVI)   PARADISE (OVI)   KEMATIAN   amry   sahabat pelit   cerpen cinta chicha   hilang ingatan   just title   Lanjutan part 1 ..   Part 1 ..   sahabat pelit (part 2)   Tawuran   menunggu   sastra   ekonomi   januari   Aku hidup untuk kedua kalinya   Cinta Perlu Dikatakan   cinta takan pergi   pertemanan   Light novel   moe   sci-fi   drama   detektif   Solitude   bus kota   cerpen kehidupan   hantu   inspirasi   jurang   karyawan   kebakaran   kecelakaan   keluarga kecil   PHK   sopir   cerpen bersambung   cinta jarak jauh   kisah asmara   konflik   perpisahan   Arthur Samuel   odi shalahuddin   Terry   odi Shalahuddin   Odi Shalahuddin   gw   Karma   sekar ayu   Film   dokumenter   film dokumenter smpn 10 jakarta   vampire   the maine   lucia   rion   Laki-Laki Jatuh Cinta   story   perang   mimpi   pancoran   When you love someone   family   father   Cerita bersambung   EeEmMhHhh.....   ....................?????????   lima november   cerita cinta remaja   langkah   begitu menyakitkan   cerpen motivasi   cerita serem banget + lucu   Dhea Tamara's Short Story   POLAROID   gila   shevanna   andi   naya   Senyum Terakhir Kak Didot   Pertanyaan di Benak Lyra   hantu dalam sumur   yanah   Semangat   Sosial   MIRZA   foto seksi   Sahabat Selamanya   princes   Rasa itu   tiba-tiba saja hadir menghampiri hatiku   “aduuuuuuuuuuuuuh   ayah kaki oit   kaki oit terjepit” ayah yang mendengar suara itu langung melihat kebelakang ternyata Oit anakku   “kamu punya saudara yang namanya Yuli” “punya teeh kenapa?” “kamu disuruh baca yasin buat kakakmu Yuli   sms dari keluargamu” aku terdiam   didalam benakku ada apa gerangan   ULTAH DI RUMAH HANTU

Tentang Penulis Cerpen

LIHAT CERPEN Jojo80 YANG LAIN
Rating: Not yet rated

Comments

No comments posted.

Add Comment


Enter the code shown

Visual CAPTCHA


Untuk memperindah dan mempercantik blog/web kamu maka silahkan pasang kode di bawah, untuk menampilkan gambar animasi keci ini dan mempermudah oranglain untuk memasukkan cerpen mu yang ditulis di blog/webmu ke Cerpen.net
Masukkan cerpen ini ke Cerpen.net
Copy This code below, Paste in to your web/blog


CERPEN TERPOPULER

1: persahabatan
dibaca 161874 kali
2: SATU PERSAHABATAN DALAM HIDUPKU
dibaca 51655 kali
3: Menunggu Pelangi
dibaca 49040 kali
4: Dilarang Jatuh Cinta
dibaca 48494 kali
5: Untuk Sahabat
dibaca 44283 kali
6: GERIMIS
dibaca 38394 kali
7: OBAMA dan TUKANG BECAK
dibaca 35136 kali
8: Surat dalam Hujan
dibaca 27700 kali
9: impian
dibaca 27689 kali
10: Cerpen Penjual Pensil
dibaca 23795 kali

KOMENTAR CERPEN TERBARU

cerpen :saat cinta merah kuning hijau

Comment By: Guest

cerpen :WAKTU
iya bener... ni cewe/cowo?? om/tante... cerpennya bagus banget :) suatu pelajaran buat aku.. makasih yaa :)
Comment By: Guest

cerpen :SETIA
ceritanya keren.... sedih... oke banget :)
Comment By: Guest

cerpen :persahabatan
seru baca komen2nya,,heheheh :p
Comment By: Guest

cerpen :ULTAH DI RUMAH HANTU
crpen na lumayn nie bwt blu kuduk mrinding. hehehe
Comment By: Guest

cerpen :KECANDUAN DUNIA MAYA!!
good
Comment By: Guest

cerpen :persahabatan
.hehh . .gag usah ngaku ngakuin cerpenny orang . .ni cerpen orisinil puny ku . .kmu yg kambing,
Comment By: Joy

cerpen :Diva dan Daffa
fiksi c fiksi tp buat crtana pke otak jg donk.. malu2in islam aja..g ad yg blh nkah klo sdara kandung..sm sepu2 yg msh tblg wali aj g blh..ap lg kandu ...
Comment By: Guest

cerpen :miss dance part 3
klo jelek comment klo bgs comment yyyaaaa
Comment By: shavira

cerpen :persahabatan
keren banget...
Comment By: Guest

cerpen :Tentang Nama Belakang
makasih ya, di comment dunk cerpennya, kritik saran ato apa ja deh, member baru niy..xixixi salam kenal smua
Comment By: Feria

cerpen :eureka!
ga greget tuh di bumbu donk biar ngakak
Comment By: Guest

SPONSOR

INFO LOWONGAN KERJA

BERLANGGANAN CERPEN TERBARU ? GRATIS

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

CERPEN INFO

Cara nulis cerpen di cerpen.net : registrasi dulu, trus masuk ke menu Tulis Cerpen (kalo gak registrasi gak bisa akses menu ini ), setelah nulis cerpen silahkan di publish.. dan bimsalabim.. lihat hasilnya.. silahkan bereksplorasi pada menu cerpen.net lainnyaa.... misalnya : profileku dsb...:)




LINK-CERPEN.NET

Populerkan Cerpenmu, COPY dan PASTE kode HTML di bawah ini di BLOG kamu, lihat hasilnya...
lihat cerpenku di cerpen.net

PENGUNJUNG CERPEN.NET

  • 116 users Cerpen.Net online.