WELCOME Guest | RSS

CERPEN.NET, kumpulan cerpen, tempat membaca cerpen, menulis cerpen online dan apresiasi kumpulan CERPEN
Home | Tulis Cerpen | Cerpen Terbaru | Contact | Login | Register | Members
Mau Pasang Iklan di Cerpen.Net..? Silahkan Contact Admin atau kirim SMS ke 0812 3072 1234

CERPEN : It's for my Love 2

| Print Cerpen
Posting cerpen by: Almas
Total cerpen di baca: 1176
Total kata dlm cerpen: 3639
Tanggal cerpen diinput: 1 Feb 2010 Jam cerpen diinput: 12:52 PM
1 Komentar cerpen

<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Comic Sans MS"; panose-1:3 15 7 2 3 3 2 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:script; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} -->
Olan memperlihatkan foto-foto yang ia ambil semalam pada Cisa. Sedangkan Ardam sibuk melayani pembeli yang berkunjung ke distro siang itu. “Foto ini cukup kan jadi bukti.” ucap Olan.
“Bukti apa!! Udah hapus aja!!!” sahut Ardam dengan menunjukkan wajah tidak suka setelah melayani pembeli.
“Maksud gue, kita kasih liat foto-foto ini ke Denia biar di tau siapa Dandi sebenarnya.” jelas Olan.
“Gue bilang hapus!! Gak usah di kasih liat ke Denia!!” ucap Ardam sewot. Bukannya dia tidak mau memberi tahu Denia tentang kebenaran ini, tapi ia tidak ingin melihat Denia sakit hati dan menangis karena foto-foto itu.
“Kamu kenapa sih Dam? kok jadi temperamen gini.” tanya Cisa “bukannya kamu gak mau Denia tambah sakit hati?. Dengan foto itu kita bisa beri tau Denia dan….”
“Udahlah!! Sini biar gue yang hapus sendiri!!” Ardam memotong pembicaraan Cisa dan merebut paksa hand phone Olan.
“Dam!!! elo kenapa sih?!” hardik Olan, apa yang sebenarnya Ardam pikirkan? tanya benaknya.
Tanpa memerdulikan Olan dan Cisa, Ardam tetap menghapus semua gambar Dandi dan Gea semalam. Setelah itu ia letakkan hand phone di atas meja dan kini ia terduduk lemah.
“Ardam.” Cisa meminta penjelasan  atas semua sikapnya.
“Dengan kasih foto-foto itu kita sama aja nyakitin  Denia, Sa.” ucap Ardam. Matanya berkaca-kaca, batinnya menahan perih.
“Gak, Dam!” sanggah Cisa “justru dengan begini Denia gak akan ngerasain sakit hati sesakit kamu.”
“Lo pikir dengan diam kayak gini nantinya Denia gak akan sakit hati?” tambah Olan, “Denia akan lebih sakit hati lagi kalo dia tahunya nanti-nanti!!”
Khawatir, bingung, kesal, tergambar jelas di raut wajah  Ardam. Tidak ada satupun suara di distro kala itu, semuanya diam terpaku. Hening.
☺☺☺
Sebja mulai berlalu. Tapi, Olan masih sibuk dengan lap top-nya.
“Sorry Dam, tapi gue lakuin ini buat lo.” Gumam Olan.
Tanpa sepengetahuan Ardam, Olan sudah menyimpan foto-foto Dandi di lap top sebelum Ardam menghapus semua foto itu di hand phone-nya. Dan sekarang  Olan telah menyulapnya menjadi lembaran-lembaran foto yang akan ia berikan pada Denia. olan akan tetap melaksanakan rencana awalnya meski tidak mengantongi restu dari Ardam. Dia hanya tidak tahan melihat Ardam terus seerti orng yang kehilangan segalanya dan tidak akan menemukannya kembali. Dia berharap Denia bisa membuka mata hatinya agar ia tahu siapa yang sebenarnya  tulus mencintai dirinya.
Tanpa buang waktu, malam ini Olan langsung meluncur ke rumah Denia. sebenarnya masalah antara Ardam, Denia dan Dandi, sama sekali bukan masalah Olan. Namun, rasa solidnya terhadap Ardam lah yang membuatnya melakukan ini. Dan akhirnya Olan sampai di rumah Denia. Olan menunggu Denia di teras sambil bersiul-siul ria.
“Olan, tumben ke sini. sendiri?” sapa Denia yang baru saja muncul membawa dua gelas minuman.
“Eh Den, iya nih. Ada yang mo gue omongin sama lo.” sahut Olan.
Denia mengerutkan keningnya. Palingan Olan bawa berita tentang Ardam lagi, pikirnya.
Setelah sedikit basa-basi, Olan pun mulai menyampaikan maksud dan tujuannya datang menemui Denia.
“Lo sama Dandi baik Den?” tanyanya. Tiba-tiba rasa tidak enak hati menghampirinya.
Denia mengangguk, “ya, baik-baik aja, kenapa?” tanya Denia heran, tidak biasanya Olan membahas Dandi.
Olan berdehem, “sebelumnya gue sorry banget Den, gue gak ada maksud buat ngerusak hubungan lo atau gimana. Tapi, gue rasa lo perlu tahu ini.” ucap Olan dengan hati-hati kemudian menyerahkan sebuah amplop cokelat pada Denia. “Ini gue ambil semalam sebelum Dandi nemuin lo.” lanjutnya.
Olan membuat Denia bingung.”Ini apa, Lan?” tanya Denia, ia pun ragu untuk membuka dan melihat isi amplop yang diberikan Olan.
“Itu, itu… ntar lo  liat aja sendiri. Sekali lagi gue minta maaf, gue cuma mau lo tau yang sebenernya” ucap Olan, “gue ulang dulu ya, Den.” lanjutnya. Ia pun segera bangkit dari duduknya. Sebelum ia benar-benar pergi, Olan berkata,
“apapun yang gue lakuin sekarang itu atas kemauan gue sendiri dan ini sama sekali gak ada hubungannya dengan Ardam, dia gak tau apa-apa soal ini.”
☺☺☺
 
Tubuhnya bergetar, ia rasakan hatinya yang hancur seketika. Haruskah ia percaya dengan semua ini? Masih haruskah ia berpositif thinking akan semua kemesraan Dandi dengan seorang gadis sebayanya yang tidak lain adalah Gea pada foto itu?. Di kamarnya ia biarkan air mata itu terus mengalir, sambil terus menatap lekat-lekat foto yang diberikan Olan, berharap bahwa itu bukan Dandi. Tapi, yang menggenggam tangan gadis itu, yang merangkulnya, yang memeluknya dan yang mencium keningnya, itu Dandi.
“Gak! Dandi gak mungkin ngelakuin ini!! Ini bukan Dandi!!” sanggah Denia, namun dirinya tidak bisa mengelak lagi, cowok yang ada di foto itu memang Dandi, pacarnya.
Sekarang Denia mengerti mengapa Ardam membuat Dandi babak belur, ia mengerti semua maksud Ardam yang selama ini menjadi teka-teki untuknya, ia pun mengerti maksud kata-kata Olan tempo hari, “lo yakin dia masih single waktu dia nembak lo?”. Kini Denia sadar posisinya hanyalah sebagai seorang selingkuhan. Pantas saja saat yang lain menemui pasangannya, Dandi  tidak pernah menemuinya karena ia tidak lebih dari orang ketiga. Dan yang paling ia mengerti adalah bagaimana perasaan Ardam saat melihat dirinya sedang berciuman dengan Dandi. karena saat ini ia pun sedang merasakannya. Merasakan hancur dan sakitnya dikhianati.
☺☺☺
 
“Lan, gue pinjem catetan lo dong.” pinta Ardam ssetelah kelas baru saja selesai. Hanya ada dia, Olan dan beberapa temannya yang masih duduk di kelas. Olan melempar tasnya ke arah Ardam, “lo cari aja, lagi nanggung neh.” ucapnya sambil terus bermain game di hand phone.
“Ah, dasar lo!!” gerutu Ardam, ia pun membuka tas Olan dan mencari catatan yang ia maksud. Ardam tetegun, bukan catatan yang ia temukan tapi beberapa lembar foto Dandi yang seingatnya telah ia hapus. Ardam segera mendekat ke Olan lalu menjejerkan foto-foto it di depan Olan. Kaget. Ia lupa bahwa sebagian foto yang ia cetak masih ada di dalam tas.
“Jangan bilang Denia udah tau soal ini?!” tanya Ardam. Olan hanya bisa diam, namun diamnya seolah membenarkan semua.
“Brengsek!!” Ardam segera pergi menuju kelas Denia. sedang Olan tidak bereaksi sama sekali. Hanya sedikit menyesali kecerobohannya.
☺☺☺
 
Di kelas Denia, suasana ramai dengan suara mahasiswa yang akan mengikuti kelas hari ini. Tapi, dari sekian banyak mahasiswa yang ada Ardam tidak melihat Denia. kemudian ia menghampiri Riri.
“Denia mana, Ri?” tanya Ardam to the point.
“Gak tau, dia gak masuk hari ini. Lo coba telepon aja ke hand phone-nya.” Sahut Riri.
Raut wajah Ardam berubah, ia semakin khawatir. Tanpa basa-basi ia langsung meninggalkan Riri yang hanya bisa bertanya dalam hati, ada apa?.
☺☺☺
 
“Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi, cobalah beberapa saat lagi.” berkali-kali Ardam menhubungi nomor Denia, berkali-kali pula suara operator yang ia dengar. Wajah Ardam kusut, membuat Cisa yang sedang merapikan kembali barang-barang yang berantakkan karena pembeli, bertanya, “kenapa lagi sama Denia?”, Cisa sudah tahu hanya masalah Denial ah yang membuat Ardam kusut seperti sekarang ini.
“Dia udah tau semua, Sa.” Sahut Ardam.
“Kok bisa?” tanya Cisa lagi, karena seingatnya Ardam yang ngotot Untuk tidak memberitahu Denia.
“Olan udah cetak foto-foto Dandi dan dia yang udah beri tau Denia.” aku Ardam, hatinya cemas akan Denia, “hari ini aja Denia gak kuliah, nomornya dari tadi gak aktif, ini pasti gara-gara foto-foto itu, Sa aku takut dia kenapa-napa.” lanjutnya.
Cisa duduk di sebelah Adam, ini bukan kali pertama Cisa menghadapi Ardam yang penuh kekhawatiran terhadap Denia seperti ini. “Mungkin ini memang yang terbaik untuk Denia,” ucap Cisa mencoba menenangkan Ardam, “sekarang, besok atau nanti Denia tau tentang Dandi, hatinya juga akan tetep sakit.”
“Aku tau gimana rasa sakitnya dikhianati Sa,” ucap Ardam “kehilangan orang yang kita sayang juga membuat kita kehilangan semangat. Aku gak mau Denia kehilangan semangatnya, seperti aku.”
“Mungkin ini yang sering disebut orang dengan hukum karma.” sahut Cisa, “percaya atau gak, Denia memang sedang mengalami itu.” lanjutnya.
Ardam tidak menyahut, ia hanya menoleh sekilas lalu menunduk.
“Ayolah Dam, ini bukan akhir dari cerita kok!” Cisa menepuk bahunya, memberi semangat. Ardam tersenyum getir.
“Seandainya aku temui Denia sekarang gimana?” Ardam mulai menerima keadaan yang semula ia takutkan dan mulai mencoba bangkit.
“Ya, gak pa-pa sih, tapi saran saya lebih baik tunggu Denia tenang, kalo sekarang kayaknya dia masih shok takutnya dia malah gak mau nemuin kamu.”
Tanpa banyak komentar Ardam menuruti ucapan Cisa ‘Sang Dokter Cinta’-nya yang menurutnya memang selalu bisa diandalkan.
☺☺☺
 
Shok, kecewa, sedih dan sesal, kini bersarang di hati Denia. seharian ini ia hanya mengurung diri di kamar. Orang tuanya yang tidak tahu duduk perkara masalah Denia pun tidak bisa melakukan banyak hal, adik laki-lakinya yang masih kelas 4 SD masih terlalu kecil untu mengerti masalahnya. Seolah tidak ada satupun yang mengerti dirinya saat ini, ia nikmati kepedihan itu sendiri dan tidak ia biarkan seorang pun mengusiknya. Bahkan hand phone-nya ia matikan sejak semalam. Dalam sedihnya, jiwa Denia memberontak. Tidak, dia tidak boleh terus begini. Larut dalam kesedihan tidak akan membantunya menjadi lebih baik. Denia membasuh wajahnya yang sembab karena terlalu banyak menangis. Ia pandangi wajah lusuhnya di cermin.
“Bangun Denia!!!” ucapnya pada diri sendiri, “Dandi hanya bagian kecil dari hidup  lo!”
Masalah ini tidak akan selesai jika Denia hanya diam. Ini semua harus diselesaikan sekarang juga!!, tekad hatinya. Denia segera mengaktifkan hand phone-nya dan menghubungi Dandi.
“Halo sayang.” Dandi menjawab telepon Denia seperti biasa, menyenangkan dan penuh kelembutan. Itu dulu, sebelum Denia tahu semua, kini sapaan itu bagaikan menusuk telinga Denia. menyebalkan!!!
“Dan, lagi di mana?” tanya Denia, “ada sesuatu yang harus kita bicarain dan ini gak bisa lewat telepon!!”
“Ada apa sih, yang?”
Ough!! Kalimat manja Dandi membuat Denia ingin segera menutup telepon.
“Udahlah!! Aku tunggu kamu di rumah sekarang juga!!” ucap Denia mulai ngotot.
“Ok, ok! tapi kamu kenapa tiba-tiba marah-marah ke aku gini, sih?” sahut Dandi yang mulai merasa aneh dengan Denia.
“Ya makanya cepet ke sini! kita selesain semua!!” ucap Denia lalu menutup telepon.
 
☺☺☺
 
15 menit, 20 menit, 30 menit, 45 menit, 1 jam!. Denia tidak bisa menunggu lagi. Jika Dandi tidak mau menemuinya maka Denia yang akan menemui Dandi. Ia mencangklong tas di bahunya dan segera keluar rumah. Sambil terus berjalan ia kembali menelepon Dandi, namun saat membuka hand phone ternyata ada sebuah pesan yang belum ia baca.
Nomor ini menghubungi anda tgl 04-07 14:25. mohon menghubungi kembali.
Bagitulah bunyi sms dari operator yang memberi tahu bahwa nomor Ardam telah menghubunginya. Denia tertegun, Ardam menghubunginya? masihkah Ardam perduli padanya yang telah menyakiti hati cowok itu?. Sudahlah!! Tujuannya membuka hand phone untuk menelepon Dandi.
“Ya, sayang.” Dandi mengangkat telepon Denia masih dengan gombalannya.
“Lagi di mana? aku kan udah bilang kita harus ketemu!!”
“Iya, ini udah di depan gang, bentart lagi sampe kok.”
“Ya udah aku juga udah deket situ, kamu tunggu aku aja!!” Denia menutup telepon.
Ia terus berjalan di bawah langit yang mulai gelap, hingga akhirnya ia sampai di depan gang tempat Dandi menunggunya. Dandi menyambutnya dengan pelukan tapi Denia menghindar. Dandi dibuat bingung olehnya.
“What’s wrong, Den?” tanya Dandi.
Denia tidak menjawab. Ia ambil foto-foto mesra Dandi bersama sseorang cewek dari dalam tas dan melemparkannya ke wajah Dandi. Ia rasa itu lebih dari cukup untuk jawaban dari pertanyaan Dandi.
Dandi mengambil foto yang sudah berserakkan di tanah. Kaget. Dari mana Denia mendapatkan foto-foto saat ia bersama Gea?. Pikirannya langsung tertuju pada Ardam karena hanya dia yang tahu semua perbuatannya. Meski begitu Dandi tetap mencoba tenang di hadapan Denia.
“Ini apa, Den? Kamu dapet ini dari mana sih? pasti ini kerjaan orang iseng yang gak suka ngeliat kita jalan deh.” ucapnya.
“Harusnya aku yang tanya Dan, siapa cewek itu?!!” hardik Denia, matanya mulai berkaca-kaca lagi. “Dia pacar kamu kan?! dan aku, aku seliungkuhan kamu!! iya kan?!!”
“Denia, dengerin  aku.” pinta Dandi sambil merengkuh bahu Denia yang berdiri di hadapannya, “kamu harus percaya aku. Kamu dapet ini dari Ardam kan? Ardam emang gak pernah suka ngeliat kita berdua, jadi harusnya kamu ngerti maksud dia.” ucap Dandi. ia masih saja mengelak dan menyembunyikan  kebenaran yang sebenarnya sudah terlihat jelas.
“Aku akan berpikir seperti kamu kalo ini semua aku dapet dari Ardam, tapi sayangnya bukan Ardam orang yang kasih foto-foto itu!!” sahut Denia, ia tidak ingin lagi mendengar alasan dari Dandi. Ia hanya ingin Dandi mengakui semua jika ini benar adanya.
“Aku mau kamu jujur Dan!!”
“Tapi Den….” Dandi masih terus mengelak.
“Cukup!!!” jerit Denia, “Cukup Dan! Jangan bohongi aku lagi, aku udah cukup sakit dengan kebohongan yang selama ini kamu buat!!” tangis Denia pun pecah. Bahkan untuk berdiri saja rasanya sudah tidak kuat hingga ia hanya bisa bersandar pada tembok gang. Sedangkan Dandi, ia terlihat pasrah. Semua kebohongannya telah diketahui Denia. tidak ada pilihan baginya, selain jujur.
“Maafin aku, Den.” ucapnya, “kamu benar, semua yang ada di foto ini benar.” aku Dandi sambil memandang foto di tangannya, ia tidak sanggup menatap Denia.
“Kenapa kamu lakuin ini Dan? Apa kamu gak punya hati sampai kamu tega bohongi aku?!” protes Denia di tengah isak tangisnya.
“Awalnya aku Cuma mau have fun aja sama kamu, tapi setelah kamu putusin Ardam karena aku waktu itu, aku gak tau lagi harus gimana.” jelas Dandi, “aku terlalu pengecut untuk mengatakan yang sebenarnya, aku takut kamu terluka, Den. Aku gak seberani kamu yang bisa jujur pada Ardam apapun resikonya. Itulah kenapa aku gak pernah ngelawan waktu Ardam mukulin aku, karena aku tau aku pantes dapet itu! aku emang brengsek!” Dandi mendekat ke Denia.
“Siapa dia?” tanya Denia ingin tahu siapa gadis di foto itu.
“Dia Gea, kita udah setahun jadian dan 3 minggu lagi aku akan tunangan dengan Gea.”
Plak!!! Tangan Denia melayang ke pipi Dandi.
“Denia maafin aku!” inta Dandi.
Denia tidak menggubris permintaan maaf Dandi. Denia mendorong Dandi, lalu berlari ke arah jalan raya. Yang ada dipikirannya sekarang hanyalah menemui Ardam dan meminta maaf padanya.
“Denia!!” Dandi terus memanggil dan mengejar Denia yang kini telah naik taksi dan pergi entah kemana. Dandi pun hanya bisa menyesali perbuatan bodohnya.
☺☺☺
 
Di dalam taksi Denia terus menangis, ia mencoba menghubungi Ardam tapi nomornya sedang tidak aktif. “Ardam kamu di mana?” lirihnya.
Akhirnya Denia pun memutuskan untuk menghubungi Olan.
“Halo, Lan. Elo sama Ardam gak?/ Lo tau dia di mana?/ hand phone-nya gak aktif./ Di distro, ya udah thanks ya, Lan.”
Denia menarik nafas dalam-dalam. Ia hapus air mata di pipi dan berusaha untuk tidak membiarkannya terjatuh lagi.
“Kita kemana, non?” tanya pak supir taksi.
Denia tesentak, “Ee… kita ke Ada Distro Pak.”
Selang beberapa menit kemudian, Denia sudah ada di depan distro. Ia hapus air mata yang ternyata tetap saja menetes. Perlahan ia melangkah dan membuka pntu distro. Deg!!!. Jantungnya serasa behenti berdetak saat Denia melihat Ardam sedang duduk berhadapan dengan seorang cewek yang tidak lain adalah Cisa, ditambah ia melihat tangan Ardam membelai rambut Cisa. Ardam dan Cisa pun tak kalah kagetnya melihat kedatangan Denia.
Brak!!! Pintu dibanting Denia, ia segera berlari ke arah taksi yang tadi ia tumpangi yang kebetulan belum pergi. Air matanya kembali menetes membasahi pipinya. Melihat Denia langsung pergi, Ardam pun segera mengejarnya.
“Denia!!!” teriaknya memanggil Denia sambl terus berlari ke arah Denia. Tapi, terlambat! Denia sudah kabur dengan taksinya.
“Denia!!” teriaknya lagi. Ardam tetap mengejar Denia yang semakin menjauh hingga akhirnya ia tidak kuat lagi. Nafasnya pun terengah-engah.
Ada apa dengan Denia? kenapa tiba-tiba ia datang?, pikirnya. Yang jelas ia tidak ingin Denia salah paham antara dia dan Cisa. Tiba-tiba cahaya lampu motor menyinarinya, motor itu berhenti di depannya. Ardam menoleh, ternyata Olan.
“Dam, tadi Denia nyariin lo.” aku Olan.
“Iya barusan dia pergi sama taksinya.” jawab Ardam masih dengan nafasnya yang terengah-engah.
“Kok pergi? dia nangis-nangis waktu nanyain lo ke gue.”
Nangis?, hati Ardam tersentak. Gue gak boleh biarin dia sendiri, ini pasti ada hubungannya dengan Dandi, gumam hatinya.
“Ah, udah deh. Nih lo bawa motor gue, lo kejar dia!” ucap Olan, karena bagaimanapun ini semua berawal karena foto-foto darinya. Tanpa pikir panjang lagi, Ardam segera mengejar Denia dengan motor Olan sebelum terlalu jauh.
☺☺☺
 
Ardam menghentikan laju motornya di depan gang menuju rumah Denia, karena di situ ia melihat Denia menyendiri, tampak jelas ia menangis.
“Den,” sapanya, “kenapa lari?” tanya Ardam sambil mendekat ke dirinya. Melihat Ardam, Denia buru-buru menghapus air matanya.
“Ngapain kamu di sini?!” Denia betanya balik tanpa sedikit pun menoleh Ardam “harusnya kamu tetep di distro sama pacar kamu dan jengan pernah ninggalin dia kayak yang pernah aku lakuin ke kamu!!” ucap Denia.
Ardam tersenyum, “Denia,” ia hapus sisa-sisa air mata di pipi Denia dengan tangannya, “tadi itu Cisa, keponakannya Bang Rako, bos aku. Dan dia bukan pacar aku, karena sampai saat ini hati aku masih milik kamu.” kata-kata Ardam mampu menyejukkan Denia yang sedang hancur. “Dan selamanya akan tetap begitu.” tambah Ardam.
Denia langsung memeluk Ardam, sekarang ia sadar kesalahan terbesarnya adalah meninggalkan Ardam yang dengan tulus mencintainya hanya untuk Dandi. Kali ini ia biarkan air matanya terjatuh dan mencurahkan segala rasa yang ada. Ardam pun membalas pelukan Denia, ia biarkan Denia menangis, meluapkan semua perasaannya. Benarkah ia sedang memeluk Denia sekarang? apa ini nyata? Dan jika ini mimpi, Ardam tidak ingin bangun dari tidurnya. Batin Ardam terus bertanya karena ini terasa seperti mimpi. Rasanya Ardam tidak ingin malam ini berakhir.
“Ardam, aku minta maaf atas semua kesalahan dan kebodohan aku kemarin.”  ucap Denia setelah ia puas meluapkan perasaannya dipelukkan Ardam. Ardam menatap Denia, “Denia ini semua bukan kesalahan kamu, karena ini semua berawal karena aku.” Ucapnya, Ardam tidak ingin lagi melihat beban apapun pada Denia, “karena aku yang gak bisa ngertiin kamu, aku yang gak bisa bahagiain kamu, aku yang gak bisa luangin waktu untuk kamu, aku yang gak….”
Ardam berhenti bicara saat telunjuk Denia mendarat di bibirnya, Denia menggeleng. “Aku yang bodoh, karena udah percaya dengan bualan Dandi dan sekarang aku tau sakitnya Dam!”
“Inilah kenapa aku gak mau kamu tau semuanya, aku gak mau kamu ngerasain apa yang aku rasa!” ucap Ardam, tangannya menggenggam erat tangan Denia dan tidak ingin melepasnya lagi, “aku gak mau kamu menangis karena Dandi. Aku gak mau kamu sakit hati.” lanjutnya.
“Tapi ini gak fair kalo aku gak ngerasain sakit yang kamu rasa karena aku!” sahut Denia sambil menahan isaknya yang belum juga reda, “bahkan mungkin aku udah terlalu sering buat hati kamu sakit. Maafpun gak akan bisa ngebayar luka kamu.”
“Kata maaf emang gak akan ngegantiin hati aku yang udah terlanjur sakit,” jawab Ardam, mendengar itu Denia semakin merasa bersalah, “tapi, satu senyum kamu sanggup buat hati aku seperti dulu lagi.” lanjut Ardam. Sebuah senyum mengembang di bibir Denia, ia kembali menghempaskan tubuhnya di pelukan Ardam. Betapa lega hatinya mendengar ucapan Ardam.
“Den, apa masih ada kesempatan buat aku untuk mengulang semua dan memperbaiki semua kesalahan yang udah aku perbuat?” tanya Ardam, akhirnya ia mengungkapkan semua harapan yang selama ini ia kira hanya mimpi, “karena jujur sampai saat ini perasaan aku gak pernah berubah, aku masih cinta kamu.”
“Kesempatan itu selalu ada untuk kamu, Dam. dan gak akan pernah aku berikan kesempatan itu pada yang lain.” ucap Denia, ia yakin Ardam lah yang sanggup tulus mencintainya dan tidak akan menyakitinya seperti cinta yang lain. “Dan aku ga bisa bohong, cinta untuk kamu masih tersimpan rapi di hati aku.” ucap Denia lagi.
Ardam memeluk Denia erat, berharap semua tidak akan berakhir. Ardam merasakan hatinya yang hancur menjadi utuh kembali, bahkan lebih baik dari sebelumnya. Tidak pernah terpikirkan olehnya bahwa ia dapat kembali meraih cinta Denia. Begitupun Denia, karena malam ini, setelah merasakan hatinya remuk ia menemukan kembali hatinya yang utuh. Ardam mencium keningnya sebagai tanda ia sangat menyayanginya, Denia pun dapat merasakan itu. di bawah sinar bulan, dua anak manusia yang sedang menikmati cintanya tersenyum bahagia.
Well… mungkin happy ending memang layak didapatkan Ardam yang terus menjaga cintanya meski dia sendiri terluka dalam, dan Denia yang telah merasakan juga sakitnya dikhianati dan dibohongi.
☺☺☺
 
 
THE END…..

Populerkan, simpan atau kirim cerpen ini : Share/Save/Bookmark

TAG-CERPEN.NET

  gerimis   hamil   Kedua   pada   pensil   cerpen   islami   CERPEN   ROMANTIS   nembak   agus   motivasi   sumber   sumber motivasi   anak-anak   seno   gumira   Poligami   PutuWijaya   Cinta   Atas   PerahuCadik   Dilarang   JatuhCinta   Bidadari   Mengambil   Mata   Saya   Surat   dalam   Hujan   lucu   KKN   LURAH   humaor   obama   becak   tukang   taman   cinta   remaja   abg   CINTA   ibrahim   perempuan   rohyati sofyan   cerpen cinta   cerpen dewasa   sepak bola   SELAMAT TINGGAL DAN SELAMAT DATANG CITA-CITA   DINDA   kamera   lomo   lomografi   wanita   cinta semarga   nasir   mujahid   GERIMIS LANJUTAN   barzakh   ngobrolkosong   Dunia   tragedi   Pencuri   Motivasi   Aborsi   cerpen romantis   SalahJatuhCinta   Bersama Bintang   Mencuri   tobat   karma   islam   OJEK   TAK ADA   KABUT CINTA   Islami   setan   gerhana   cikal   tangsel   cerpen.mimpi   kerinduan   kesucianku   jatuh cinta   wartawan idealis   guru idealis   SINABUNG   hm...   Maulana Akbar alias Abel   Purple-niz   Lenny Yulia   pembunuhan   orcan   brother   sahabat   Cerpen   komedi   apes   bunda   pengorbanan   It's a great one...   fairy   123456   444   Rey   Menunggu   pelangi   Tito   balap   Tami   mama   ayah   motor   Hugo   rumah sakit   love   blind   tens   hurt   memoriam --> mas ohed stres...   download novel   pemuja rahasia   secreet admirer   kuliah   romantis   puisi   bunga   muslimah   cina   jilbab   airmata   CERITA KEHIDUPAN   (Cerpen ini kupersembahkan untuk seorang teman yang sedang bergulat melawan perihnya kehidupan bersama anak-anaknya   setelah perceraian dengan suaminya). Maju terus!Tetap semangat!   adesuryatii@blogspot.com   http://karimahcentre.blogspot.com/   -   Rahasia   Cerita Hari Ini Penuh Makna   suatu   hari   hidupku   dawn   felicity   gwynedd   east bay   cerpen remaja cerpen cinta cerpen dewasa cintaku di bumi madinah   cerpen abah abah cerpen   cerpen bilik mayat cerpen   cerpen islami   cerpen remaja   cermen gaul   cerita remaja dan cinta   cerita kehidupan   Renungan   mengharukan   semangat   ungu   dreaming vs action   stop dreaming start action   firmansyaharia1982   catatan   larung   misteri...   Ungu   POEM   ibu   lily   alya   Arina Jangan Pergi !   www.facebook/saifulbahri@rome.com   qqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqq   Dhea Tamara Short Story   hati   hari-hari   bahagia   hikmah   aku   cinta dan kepedihan   mohpn dikomentari.. Thx..   cinta terpendam   Suka Sayang Cinta   kasih   Diculik? Mau dong!   Langit   Gelap dan Cahaya (4)   Gelap dan Cahaya (1)   Gelap dan Cahaya (2)   Gelap dan Cahaya (3)   Gelap dan Cahaya (5)   Gelap dan Cahaya (6)   Gelap dan Cahaya (7)   Gelap dan Cahaya (8)   Gelap dan Cahaya (9) End   Gelap dan Cahaya (10) Extra   Labirin Hidup   Jasmine   langit   Kabut dan Kamu   www.mediasastra.com   www.mediasastraindonesia.net   lover   you   pelajar   dukun   comment please!   cerpen anak   cerpen islam   cerita misteri   cerita detektif   cerpen lucu   cerpen humor   cerpen anak muslim   mayat   cerpen humor   love junkies   saatnya hatiku pulang   tertinggal   hutan   petualangan   Aku Langit Asu Johanes Koen Prosa   Romantis.   Cerpen Cinta   Cerpen Motivasi   cerpen sains   cerpen horor   cerpen sadending   cergam   Janji   Malu Tapi Mau   Radioppidunia   Remaja   Giselle   1 hati 3 cinta part 1   1 hati 3 cinta part 2   semua awal asti ada akhirnya. sebelum semua berakhir jangan pernah menyianyiakan setiap kesempatan yang kita miliki.   Story   kelas   Malaikat Putih   sakit jiwa   patah hati   Love the hard way   ceepen   cerpenafil.blogspot.com   alter ego kepribadian ganda polisi psycho pembunuh   Teman-teman baca cerpen Misfah   Romansa di Tebing Pelangi   baik   Luka   cerpenku   kesalahan bertingkat   permainan palsu   Baca cerpen terbaruku : Bandara Cinta Noella by Misfah Khairina   love you...   jurnal   jati diri   cinta sejati   gadis bisu   Caleg Gagal   misteri jerambah beringen lubay   thriller   samantha   Ali Reza   sayembara   Baca cerpen Misfah yg baru ya : School of Horror   Remaja.   cerita romantis   ali reza   hujan   aku penyegel fantasi genocode   Cerpen Islami   Perenungan   Qada dan Qadar   online   cerita yang cukup menginspirasi   cerita   gw ga mawu jadi jomblo teru   tsunami   banda aceh   yogyakarta   Cerpen Ali   Rofi miftahul amin   bernafas untuk Liana   pesta   perkawinan   Venia   cerita anak   Wandi   giande   Cinta Pertama   Tak cukup hanya cinta   Melepasmu   Gadis kecil dalam bus   cerpen ku   Derita Cinta   Mamaku - idiot - down syndrome   keputusan hati   PENYESALAN   Cerpenku   Masa remajaku hilang   alex   lagu   musik   percy   guru   cinta remaja   cinta romantis   eiji   kirei   dongeng   ??   Salah paham   Pernikahanku   Hampa   cerita cinta   Dia dan musik (last)   dia dan musik (8)   dia dan musik (7)   dia dan musik (6)   dia dan musik (5)   dia dan musik (4)   dia dan musik (1   2   3)   cerita remaja   diet   Pesan untuk untuk cintaku   Bahagia Arbi   Tak Ada Cinta di Pantai cermin   Bidadari Negeri Bunian   korupsi   bla bla bla   HEYREN   sebuah harapan   jiwa soul   Shandy   anak   cerpennet   surat   1000   free   gratis   soFY   Merry   cerita menyedihkan dan mengasikkan   1   kuhapus airmataku dengan kartu undangan ditanganku.hatiku bertanya akankah kurasakan lagi ini setelah aku menikah?   SMP   ulang tahun   perpustakaan   kutu buku   dikucilkan   Suara Hati   Kenyataan Pahit Yang Harus DiHadapi   exited   Siswa Baru Itu...   Kebahagiaan Yang Sirna   di Taman Sorga   igau desember   cerpen desember   6   DASAR HEP- (OVI)   HELP ME (OVI)   PARADISE (OVI)   KEMATIAN   amry   sahabat pelit   cerpen cinta chicha   hilang ingatan   just title   Lanjutan part 1 ..   Part 1 ..   sahabat pelit (part 2)   Tawuran   menunggu   sastra   ekonomi   januari   Aku hidup untuk kedua kalinya   Cinta Perlu Dikatakan   cinta takan pergi   pertemanan   Light novel   moe   sci-fi   drama   detektif   Solitude   bus kota   cerpen kehidupan   hantu   inspirasi   jurang   karyawan   kebakaran   kecelakaan   keluarga kecil   PHK   sopir   cerpen bersambung   cinta jarak jauh   kisah asmara   konflik   perpisahan   Arthur Samuel   odi shalahuddin   Terry   odi Shalahuddin   Odi Shalahuddin   gw   Karma   sekar ayu   Film   dokumenter   film dokumenter smpn 10 jakarta   vampire   the maine   lucia   rion   Laki-Laki Jatuh Cinta   story   perang   mimpi   pancoran   When you love someone   family   father   Cerita bersambung   EeEmMhHhh.....   ....................?????????   lima november   cerita cinta remaja   langkah   begitu menyakitkan   cerpen motivasi   cerita serem banget + lucu   Dhea Tamara's Short Story   POLAROID   gila   shevanna   andi   naya   Senyum Terakhir Kak Didot   Pertanyaan di Benak Lyra   hantu dalam sumur   yanah   Semangat   Sosial   MIRZA   foto seksi   Sahabat Selamanya   princes   Rasa itu   tiba-tiba saja hadir menghampiri hatiku   “aduuuuuuuuuuuuuh   ayah kaki oit   kaki oit terjepit” ayah yang mendengar suara itu langung melihat kebelakang ternyata Oit anakku   “kamu punya saudara yang namanya Yuli” “punya teeh kenapa?” “kamu disuruh baca yasin buat kakakmu Yuli   sms dari keluargamu” aku terdiam   didalam benakku ada apa gerangan   ULTAH DI RUMAH HANTU   humor   cerita lucu   garing   vampir   Sungguh diluar dugaan   Nita tidak menyangka kalausibisu itu yang terpilih menjadi the best speaker. Nita betul-betul tidak percaya sehingga terjadi keributan kecil memprotes keputusan juri   ????   Cerpen Remaja   Tak ada yang tak mungkin   Jika Tuhan menghendaki.   Maju terus pantang keLOk....   cinta si anak manja   komputer 13 yang aktif. rah_manies : ow iya   ya pak   aktif   apa anak-anak lupa mematikannya ya   jawabku Edi_78 : tadi saya fikir   ibu yang dilab   karena tadi saya bilang halo dibalas halo rah_manies : terus siapa ya pak Edi_78 : udah jam 12 bu masak mau ngecek ke lab   komputer 13 yang aktif.rah manies : ow iya   jawabkuEdi 78 : tadi saya fikir   karena tadi saya bilang halo dibalas halorah manies : terus siapa ya pakEdi 78 : udah jam 12 bu masak mau ngecek ke lab   ah manies : ow iya   jawabku Edi 78 : tadi saya fikir   karena tadi saya bilang halo dibalas halo rah manies : terus siapa ya pak Edi 78 : udah jam 12 bu masak mau ngecek ke lab   kisah ku.   Alice in Neverland   cerita cintaku   cerita cintaku 2   Alice in Neverland 2   komentari   Aulia tersenyum padaku   aku membalas senyumnya. Ayo lagi ustadzah lagi ustadzah ucap Aldo sekarang pakai irama lagu “ketahuan’ (mata band)   a   aku bukan aib   Trio Detektif Dadakan   apa kauu   http://cerpen.net" target=" blank" title="lihat cerpenku di cerpen.net"><img border="0" alt="lihat cerpenku di cerpen.net"   “saya bu” Larasati mengacungkan tanganya   sesaat aku terdiam   wajah itu tidak sama dengan Laras yang bersamaku kemaren   lama aku terdiam   siswa – siswa menyapaku   “bu bu Rahmah”   “ada apa bu sekarang kita kerjakan apa” tanya mereka lamunanku buyar seketika   kutepiskan sesaat rasa penasaran itu   sambil melanjutkan pelajaran.   Persib   Jack   Anjing   dokter   steik   gaun untuk nadia   nada-nada cinta   Kisah cinta   nada-nada musik   metronom.   cerpen enak mantap!!!   asd   Kevin is Genious And Handsome Boy   quinn   serial tv   Fan Fiction   bunda i love u   musik cinta   nada cinta   menyatukan cinta lewat musik   metronom   ulang tahun apa ini   Sirgina creative   123nd4   pernikahan   pelaminan   masih   sayang   sedih   kematian   Dua Sosok Satu Hati   cinta fitri di bulan fitri   persahabatan   kehidupan   impian   harapan   Kakek Geppetong vs Jerry Mouse   lesbian   uya1211   eira   Echa   apin cerpen   kemakan omongan sendiri   diketawain tante kunti   dalinsyi.blogspot.com   facebook   blind date   3   ika   menghilang di gerbong hantu   HAPPY ENDING   Allah membungkam mulutku   Cerita   Wisuda   Takut Hamil   up to you   sepupu   KADO   Wina   Neil   i;m new in hear so please give me comment to improve me   everyone fighting!!!   Diiean   hantu toilet   Short story   defender   kali ini aku menyerah   iklan Uang   akses Sukse   cerpennet.com   arwah Bayu   Riska   Mistik   kesejukan-mimpi   Ritual   arah bayu   juru kunci makam   HI NINDY !!   JABRIK   dakwah   kartu mati   kamis 11 mei 2009   Cerpen markcung   malam   Widyastuti Paramita   apple band   ss   aa   Madrasah Hati   Cerita Misteri   days   Awal Persahabatan untukku dan untuknya cerpen remaja teman perempuan cewek cowok sekolah Risa Cory Rio Nindhi Perpustakaan kelas MangAniMania   horor   korban perkosaan   pilihan   hidup   ff   lirik   BLOODSUCK!.   PESAN AHIR   AIR MATA BULAN SABIT   light novel   Invasion   Clotehan   Pulang kantor   Light Novle   The Invasion   KAB   rio   ify   nilai   sekeping   harga diri   planet   neptunus   3 girls   abc   beban   iri   dendam   Love in Blog   jodoh   Jepang   lama   perjuangan sebuah cinta   Fic   bola   Tema   kesedihan   memori   memories   hantu iblis pembaca   jankis   saqyuchika   sekolah   123   Tuan Muda   Gadis Arang dan Kupu-Kupu Kuning   Ceue Rummidia   Untuk   Dwina   Edelweis   Papandayan   Cerpen Dewasa   When Stars Make The Moon Smiles   Nawairga . ..   Narkoba   Giande   http://www.facebook.com/profile.php?id=100000769273638&v=photos#!/eddie.cheever   Anak Surga   Surga   13 tahun   pengalaman   personal   Grace Dunia Maya Cerpen Kecelakaan Andri   gaRdenia   lupa putus cinta gila foto dinda   cerpen remaja cinta komedi   hujan sekolah kehidupan   gosip   ceritanya keren   teenlit   Teenlit   Gossip   pianis   friendship   hujan lagu wanita kartu nama   kinan ayah pelecehan cowok brengsek   aishiteru   cerpen anak anak ayah ibu   belum ada judul cerpen cinta monyong manyun   cerpen Ali Hamzah   cerpen terbaru   cerpen populer   cerpen walau habis terang   kasih yang lenyap   cerpen teenlit   cerpen ABG   cerpen sastra   cerpen melangkolis   Ali Hamzah   indahnya SMA   iboem   i don't know   cerita pendek   entrepreneur   Rizky Lkmc   bidadari untuk papa   perfect   Dedicated to My Brother   perjuangan hidup   Rucita Rahma   indigoindigoindigo   never ending love story   rhe rhe rhe   our heart will always touch   Mentari di Kaki Merapi   sepenggal maaf untuk mama   Cerita Pendek   perjalanan pengalaman cerita pendek malam bintang langit   CINTA PERTAMA CINTA   seven (tujuh)   anak smp   Dua Malaikat Berbagi Sepasang Sayap 1   Dua Malaikat Berbagi Sepasang Sayap 2   Emangnye enaak   Hakikat Cinta   first love   10111989   john and sam   7   dongeng dalam mimpi   REMAJA   PLASTIK   APRIADI   rugi kalau gak baca   LUNAR   PigBunny   My Heart: Aniez Dyarta   padahal dia bukan pacarku apa lagi saudara ku   Aku   Aries   JaimBum   UNPAD   iseng   cengengesan   <a href="http://cerpen.net" target="_blank" title="lihat cerpenku di cerpen.net"><img border="0" alt="lihat cerpenku di cerpen.net" src="http://cerpen.net/images/mata1.gif"/></a>   <a href="http://cerpen.net" target=" blank" title="lihat cerpenku di cerpen.net"><img border="0" alt="lihat cerpenku di cerpen.net" src="http://cerpen.net/images/mata1.gif"/></a>   apri

Tentang Penulis Cerpen

Terusannya nie...

LIHAT CERPEN Almas YANG LAIN
Rating: Not yet rated

Comments

1 Feb 2010 7:36 PM, by ushy zehra
ceritanya seru banget jadi inget cerita temen sendiri agak mirip kaya gitu.........
good luck yupz almas

Add Comment


Enter the code shown

Visual CAPTCHA


Untuk memperindah dan mempercantik blog/web kamu maka silahkan pasang kode di bawah, untuk menampilkan gambar animasi keci ini dan mempermudah oranglain untuk memasukkan cerpen mu yang ditulis di blog/webmu ke Cerpen.net
Masukkan cerpen ini ke Cerpen.net
Copy This code below, Paste in to your web/blog


CERPEN TERPOPULER

1: persahabatan
dibaca 243665 kali
2: SATU PERSAHABATAN DALAM HIDUPKU
dibaca 95884 kali
3: Dilarang Jatuh Cinta
dibaca 69357 kali
4: Menunggu Pelangi
dibaca 65521 kali
5: Untuk Sahabat
dibaca 64751 kali
6: GERIMIS
dibaca 51237 kali
7: OBAMA dan TUKANG BECAK
dibaca 46231 kali
8: Surat dalam Hujan
dibaca 38056 kali
9: impian
dibaca 38043 kali
10: Cerpen Penjual Pensil
dibaca 31248 kali

KOMENTAR CERPEN TERBARU

cerpen :aku,dia dan sahabatku
bnyk bngt yg slh dr PS.. sebel bngt....
Comment By: Guest

cerpen :Misteri Kelas Belakang
maksihh... lanjutannya udah tuh... pengennya buat lagi.. tapi nunggu libur scol.. hehehe
Comment By: novia andini

cerpen :Misteri Kelas Belakang
Bagus banget... keren-keren... kalo bisa yang lebih serem lagi yaaa... :)
Comment By: Guest

cerpen :gejolak darah muda
budayakan rate dan komen setelah baca \m/
Comment By: Guest

cerpen :no title
kadang nyambung kadang enggak
Comment By: SuMi

cerpen :ANTA STORY ;)
The best thesis would be needed by some students all over the world but from time to time we need the ...
Comment By: Guest

cerpen :no title
cerpen'y aneh,,, d atas dblg, kl awl'y knl lwt sms'n truz telpon2n,,, eh, dtgh'y mlh blg g' py hape,,, gmn sich,,,??? g' jelazz,,,,
Comment By: Guest

cerpen :buku diary
kalimat dan alurnya kurang jelas dan sulit dimengerti,, but.. it's oke.. to do more better
Comment By: Guest

cerpen :persahabatan
duh, kirain emank bagus... ternyata biasa aja...
Comment By: Guest

cerpen :Bintang Ku
HY apri,, Ada bintang ku bagian 2 nya ga??
Comment By: Lia Cewe Aries

cerpen :CINTA ITU BUTUH KESABARAN
MANTAP
Comment By: Guest

cerpen :cerpen Nembak Cowok Duluan
ngantung gtw aja ceritanya ga seru dch...!!!
Comment By: lecy

SPONSOR

INFO LOWONGAN KERJA

BERLANGGANAN CERPEN TERBARU ? GRATIS

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

CERPEN INFO

Cara nulis cerpen di cerpen.net : registrasi dulu, trus masuk ke menu Tulis Cerpen (kalo gak registrasi gak bisa akses menu ini ), setelah nulis cerpen silahkan di publish.. dan bimsalabim.. lihat hasilnya.. silahkan bereksplorasi pada menu cerpen.net lainnyaa.... misalnya : profileku dsb...:)

NGOBROL


LINK-CERPEN.NET

Populerkan Cerpenmu, COPY dan PASTE kode HTML di bawah ini di BLOG kamu, lihat hasilnya...
lihat cerpenku di cerpen.net

PENGUNJUNG CERPEN.NET

  • 93 users Cerpen.Net online.